Dalam Dua Hari Suara PSI Melonjak 112.317, Diduga Ambil dari Suara Tidak Sah 

terdapat keanehan saat Sirekap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan suara PSI bertambah 98.869 dalam selang 24 jam.

Senin, 04 Maret 2024 | 11:46 WIB - Politik
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi sorotan banyak pihak. Dalam beberapa waktu terakhir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukan perolehan suara yang melonjak secara signifikan di Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU.

Berdasarkan data teranyar real count KPU per pukul 04.00 WIB, Senin (4/3), PSI merengkuh suara sebesar 3,13 persen atau 2.404.199 suara. perolehan suara itu didapat dari 65,84 persen atau 542.018 TPS dari 823.236 TPS.

BERITA TERKAIT:
Dalam Dua Hari Suara PSI Melonjak 112.317, Diduga Ambil dari Suara Tidak Sah 
Ade Armando Minta Maaf Setelah Sebut Politik Dinasti Ada di Yogyakarta 
Beredar Kabar Masyarakat Yogyakarta Geruduk Kantor PSI, Tak Terima dengan Pernyataan Ade Armando 
PSI akan Deklarasi Cukungan Capres Selasa Besok 24 Oktober 
MK Tolak Gugatan PSI, Batas Minimal Usia Capres dan Cawapres Tetap 40 Tahun

Dua hari lalu, Jumat (1/3), saat suara yang tercatat Sirekap 65,34 persen, perolehan suara PSI masih di angka 2.291.882. Sejumlah pihak pun menganggap kenaikan suara PSI itu janggal.

Mantan anggota Komisi VI DPR, Roy Suryo, mengomentari lonjakan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2024 yang terjadi pada periode penghitungan suara 1-2 Maret. Menurutnya, terdapat keanehan saat Sirekap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan suara PSI bertambah 98.869 dalam selang 24 jam.

Roy mengatakan ledakan suara partai yang dipimpin anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pengarep, itu merupakan sebuah anomali. Dia pun menyatakan sangat wajar jika banyak pihak kemudian menjadi curiga.

“Apa yg dilaporkan di Pemilu 2024 sekarang bahwa terjadi perpindahan suara partai tertentu memang sangat dimungkinkan adanya,” kata mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu melalui keterangan tertulis pada Senin, 4 Maret 2024.

Perpindahan suara tersebut, kata Roy, bisa saja berasal dari suara tidak sah yang kemudian diberikan kepada PSI. Dia memberi contoh kasus yang terjadi di beberapa TPS, di antaranya di daerah Cibeber, Banten dan Bendoharjo, Jawa Tengah.

Roy menyampaikan, data Sirekap menunjukkan PSI dapat 69 suara di TPS 004 Bulakan Cibeber, Banten, sedangkan suara tidak sah hanya 1. Namun, dalam foto C-Hasil yang juga ada di Sirekap, yang tercatat justru sebaliknya.

“Jika dilihat dari foto C-Hasil yang diunggah, kondisi berbeda terlihat. Dalam foto C-Hasil, suara PSI faktanya tertulis 1 suara, sedangkan suara tidak sah 69,” ucap Roy.

Sementara itu, kata Roy, hal yang sama juga terjadi di TPS 009 Bendoharjo, Jawa Tengah. Menurut data Sirekap, PSI mendapat 50 suara di TPS tersebut, sementara suara tidak sah sebanyak 2 suara. “Namun setelah ditelusuri di foto C-Hasil, suara PSI faktanya tertera 2 suara, sedangkan suara tidak sah di foto C-Hasil mencapai 50 suara,” ujar Roy.

Roy mengklaim keanehan tersebut modus tersebut merupakan modus teranyar dalam jual beli suara di Pemilu. Saat dia maju Pileg DPR dulu, kata Roy, kecurangan perpindahan suara banyak dilakukan antar caleg dari partai yang sama.

Kini modusnya sudah berkembang ke transaksional lintas partai, bahkan mengambil suara tidak sah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan atau akan dimusnahkan,” kata Roy Suryo.

***

tags: #psi #perolehan suara

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI