Jelang Ramadan, Masyarakat Diimbau Tidak 'Panic Buying'
Fenomena panic buying mengakibatkan harga menjadi lebih buruk.
Selasa, 05 Maret 2024 | 11:47 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Surya
KUASAKATACOM, Jakarta - Masyarakat diimbau untuk tenang dan tidak panic buying menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim dalam acara bertajuk “Persiapan Ramadan, Kondisi Harga Bahan Pokok”.
“Kementerian Perdagangan berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kebutuhan beras masyarakat untuk dikonsumsi,” ujrnya, dikutip, Selasa.
BERITA TERKAIT:
Sebanyak 500 Balpres Pakaian Bekas Ilegal Dimusnahkan
KAI Services-Kemendag Buka Akses UMKM Pangan ke Jaringan Bisnis Kereta Api
Kemendag dan KAI Services Bersinergi Gelar Expo UMKM di Stasiun dan Kereta
Tarif Tekstil RI ke AS Bukan 47 Persen, Tapi 15–30 Persen
Kemendag Ungkap Ada 106 Pelaku Pelanggaran Produk Minyakita
Menurutnya, fenomena panic buying mengakibatkan harga menjadi lebih buruk.
“panic buying bisa mempengaruhi harga menjadi lebih buruk lagi,” kata Karim.
Oleh karena itu, Karim berharap agar masyarakat berbelanja dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhannya. Apabila merasa takut dengan harga beras yang meningkat, kata dia, pemerintah sudah menyiapkan alternatif beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog.
“Bahkan juga sekarang, yang tahun lalu (SPHP) tidak ada di retail modern, ini juga tersedia,” kata Karim lagi.
Selaras dengan Karim, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani juga meminta kepada masyarakat untuk tidak belanja berlebihan yang dapat menimbulkan food waste atau sampah makanan.
“Jangan sampai menimbulkan food waste karena terlalu kalap belanjanya,” kata Rachmi.
Kemudian, ia juga mengatakan bahwa bantuan pangan untuk beras masih akan terus diserahkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) hingga bulan Juni.
“Sebentar lagi juga akan rilis bantuan keluarga yang berisiko stunting, itu berupa ayam 1 kg dan telur 10 butir. Ini akan diberikan untuk 1,4 juta keluarga risiko stunting,” kata Rachmi.
Bapanas berharap agar dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangannya.
“Dan sekali lagi, jangan khawatir. Kami dari pemerintah, dan cadangan pangan pemerintah ini siap untuk memberikan peningkatan ketersediaan untuk bahan pangan,” kata Rachmi.
Sebelumnya, Kemendag telah menerbitkan izin impor beras 1,6 juta ton untuk melengkapi stok Cadangan beras Pemerintah (CBP).
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim mengatakan, persetujuan impor tersebut menambah jumlah impor beras 2 juta ton yang sebelumnya telah ditetapkan pemerintah.
***tags: #kemendag #beras #panic buying
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
DWP Kemenkum Jateng Ikuti Rangkaian Peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan
10 Desember 2025
KAI Tawarkan Celebration Deals 12.12, Tarif Kereta Eksekutif Hanya 80 Persen
10 Desember 2025
Kemenkum Jateng Tegaskan Pentingnya Budaya Sadar Hukum
10 Desember 2025
Lulu, Mahasiswi USM Raih Best Libero di Kejurnas Voli Probolinggo
10 Desember 2025
Rayakan Tahun Baru 2026 di Quest Hotel dengan Tema ala Mafia
10 Desember 2025
Quest Hotel Hadirkan Hampers Istimewa untuk Moment Natal 2025
10 Desember 2025
Bank Jateng Perkuat Sinergi dan Koordinasi TU Serta Protokol Lintas Instansi
10 Desember 2025
Pengumuman! PDAM Semarang Berlakukan Giliran Pengaliran Air di Wilayah Bukit Kencana Jaya
10 Desember 2025
BAZNAS Tangsel Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina Tahap Ketujuh Rp325 Juta
10 Desember 2025
Polda Jateng Gelar Pelatihan Manajemen Penanggulangan Bencana di Seluruh Jajaran
10 Desember 2025

