Kondisi Korban Inses di Bengkulu Diungkap Petugas Kemensos: Trauma, Orangtua Tak Izinkan Rehabilitasi 

"Trauma, anak ini secara tidak langsung ada penekanan dari pihak keluarga," kata Diana kembali.

Selasa, 26 Maret 2024 | 12:54 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Bengkulu - Petugas Kementerian Sosial (Kemensos) Diana Ekawati menyebutkan kondisi korban RI (16) yang menjadi korban hubungan inses dengan kakaknya KH (21). Keduanya warga Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu menjalin hubungan sejak 2021. 

Menurut Diana emosi RI tidak stabil dan tertekan setelah terungkapnya kasus inses Bengkulu ini. Upaya orang tua RI yang terkesan ingin menutupi hubungan inses tersebut juga membuat pemulihan psikis korban akan menjadi makin sulit. 

BERITA TERKAIT:
Fakta Kasus Inses Kakak Hamili Adek di Bengkulu, Sekeluarga Tidur Satu Kamar Sejak Anak Masih Kecil  
Kondisi Korban Inses di Bengkulu Diungkap Petugas Kemensos: Trauma, Orangtua Tak Izinkan Rehabilitasi 
Kasus Inses di Bengkulu: Kakak Hamili Adik hingga Tiga Kali, Terbongkar Ketika Alami Keguguran
Tim Forensik Kesulitan Tes DNA pada Tujuh Bayi Hasil Inses Ayah-Anak di Banyumas 
Ajaran Sang Guru Spiritual: Setelah Bunuh Tujuh Bayi Hasil Inses dengan Anak Kandung, Rudi akan Jadi Kaya Raya   

"Trauma, anak ini secara tidak langsung ada penekanan dari pihak keluarga," kata Diana kembali.

Diana saat ini terus berupaya ingin mendampingi korban, meski korban memaksa pulang setelah diajak bicara orang tuanya. Diana Juga terus merekam perbincangan dengan korban agar kasus ini bisa terus dilanjutkan dan korban mendapatkan penanganan yang tepat. 

Diana mengungkap bahwa pihaknya telah merencanakan korban untuk dijauhkan terlebih dahulu dari keluarganya untuk direhabilitasi. Pekerja sosial juga ingin terus mendampingi hingga kesehatan mental dan fisiknya membaik. 

rehabilitasi juga diharapkan dapat memulihkan mental RI serta mengajarinya tentang perilaku yang boleh atau tidak boleh dilakukan. 

Sayangnya, setelah RI bertemu dan bicara dengan orang tuanya, sikapnya malah berubah drastis. Banyak pihak menyesalkan perubahan sikap RI yang ingin pulang bersama orang tuanya dan menolak direhabilitasi pihak kemensos.

Kasus ini terungkap ketika korban tak enak badan lalu oleh orangtua dibawa ke bidan desa. Oleh bidan desa, ternyata korban dinyatakan mengalami keguguran. Orang tuanya tidak tidak terima, ditambah muncul desas-desus tidak sedap di kalangan masyarakat desa. 

Orang tua korban lantas mendatangi Kepala Desa (kades) setempat untuk meluruskan permasalah itu. 

Merasa ada yang janggal, kades malah menelepon Bhabinkantibmas agar ditindaklanjuti. Sementara korban disarankan untuk dibawa ke Puskesmas. 

Kades kemudian mendatangi rumah korban RI pada Senin (18/3) untuk membawa korban ke Puskesmas. 

Ternyata di rumah korbah sudah ada petugas Pendamping rehabilitasi dan Pekerja Sosial Kemensos Kabupaten Rejang Lebong. Bersama-sama dengan petugas Pendamping rehabilitasi dan Pekerja Sosial, kades membawa korban ke Puskesmas Air Pikat untuk diperiksa. 

Di sini akhirnya semua fakta terungkap, korban RI mengaku telah disetubuhi oleh kakak kandungnya di sebuah pondok kopi milik orang tuanya. 

Setelah kasus tersebut terungkap, kades langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek untuk ditindaki lebih lanjut. Sementara itu, Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak menyatakan, pengungkapan kasus asusila kakak hamili adik kandung ini terjadi pada Senin (18/3/2024). 

Saat ini, terduga pelaku berinisial KH yang merupakan kakak kandung korban telah diamankan. 

"Untuk pelaku sudah diamankan, korban juga didampingi sekarang, masih pengembangan lebih lanjut," ungkapnya. 

Disisi lain, Pekerja sosial Kementerian Sosial Diana Ekawati menyatakan, kejadian kakak hamili adik kandung ini diduga telah terjadi sejak tahun 2021 lalu. 

Hingga tahun 2024, ternyata korban sudah hamil 3 kali. Di antaranya 2 kali keguguran dan pernah melahirkan seorang anak laki-laki pada tahun 2022. Berdasarkan cerita korban, aksi bejat kakaknya itu telah dimulai sejak korban berusia 14 tahun. Kemudian pada saat ini, korban kembali mengalami keguguran hingga akhirnya kasus kakak hamili adik kandung ini terkuak. 

"Korban sudah pernah hamil, dua kali keguguran dan satunya sampai melahirkan. Sudah ada anaknya, laki-laki," jelas Diana.

***

tags: #inses #rehabilitasi #bengkulu

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI