Harga Beras Masih Tinggi, Banjir di Demak Kudus Pengaruhi Pasokan 

"HET beras yang masih bertahan karena produksinya kan juga belum sesuai dengan yang diharapkan," katanya belum lama ini.

Jumat, 29 Maret 2024 | 10:26 WIB - Ekonomi
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Yogyakarta - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY berupaya untuk menstabilkan harga beras. Saat ini harga beras masih tergolong tergolong tinggi. 

Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti mengatakan, harga eceran tertinggi (HET) beras masih bertahan tinggi untuk beras premium diangka Rp 16 ribu per kilogram. Sementara beras medium Rp 13 ribu sampai Rp 14 ribu per kilogram.

BERITA TERKAIT:
Jokowi Curhat Galau Soal Harga Beras, Pilih di Pihak Petani atau Emak-emak
Polisi Bagikan Bantuan 1.000 Karung Beras untuk Lansia
Pascamusim Lebaran, Harga Beras hingga Cabai Mulai Normal
Produksi Beras di Demak Terancam Turun karena Sempat Dua Kali Diterjang Banjir
Stok Beras di Surakarta Dinilai Aman, Masih Ada Persediaan 10.000 Ton

"HET beras yang masih bertahan karena produksinya kan juga belum sesuai dengan yang diharapkan," katanya belum lama ini.

Syam menjelaskan harga beras yang masih tinggi juga dimungkinkan karena adanya bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah yaitu Demak dan Kudus. 

"Salah satunya di Kudus banjir. Beberapa distributor kita ada yang ngambil pasokan beras dari sana, makanya cukup terganggu," ujarnya.

Dengan begitu, pihaknya terus mengupayakan stabilisasi harga dan pasokan dengan menggencarkan pasar murah dan operasi pasar di 5 kabupaten/kota selama ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Hal ini agar sejumlah kebutuhan pokok dapat dijangkau oleh masyarakat.

"Stok terjaga, kalau harga turun khusus premium, harga barangnya susah jadi lebih ke stok pangan. Sampai lebaran masih aman. Kalau stok bulog cukup lah untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan," jelasnya.


 

***

tags: #beras #dinas perindustrian dan perdagangan #diy #harga

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI