Ribuan Fasilitator Disiapkan Kemenag untuk Berikan Bimwin

Kemenag, jelas Suryo akan bekerja sama dengan Pusat Diklat (Pusdiklat) untuk mencetak fasilitator Bimwin.

Sabtu, 30 Maret 2024 | 22:31 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Kementerian Agama RI (Kemenag) telah menyiapkan ribuan fasilitator profesional di bidang Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Langkah itu dilakukan seiring adanya kewajiban bagi calon pengantin untuk mengikuti Bimwin mulai akhir Juli 2024, sesuai Surat Edaran Dirjen Bimas Islam No. 2 tahun 2024.

Menurut Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin, langkah itu merupakan ikhtiar untuk mencapai target peningkatan ketahanan keluarga. "Ditjen Bimas Islam menargetkan ketahanan keluarga meningkat setiap tahunnya. Dengan meningkatnya ketahanan keluarga, maka persoalan stunting, perceraian, KDRT, hingga perkawinan anak akan menurun," ujarnya dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimwin, belum lama ini.

BERITA TERKAIT:
Ribuan Fasilitator Disiapkan Kemenag untuk Berikan Bimwin
Kemenag Wajibkan Calon Pengantin Islam Ikuti Bimwin
Kemenag Siapkan KUA Jadi Tempat Pernikahan Semua Agama

Sedangkan Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Agus Suryo Suripto menjelaskan, layanan Bimwin yang tersedia di KUA akan dijadwalkan bagi calon pengantin dan tidak dipungut biaya. "Pasangan calon pengantin bisa mengikuti layanan Bimwin yang digelar di KUA sesuai dengan jadwal yang tersedia secara gratis," tegasnya.

Pihaknya, ungkap Suryo menargetkan 3.700 fasilitator Bimwin di tahun 2024. "Target ini merupakan bagian dari upaya Kemenag untuk meningkatkan kualitas pernikahan dan ketahanan keluarga di Indonesia," ujar Suryo.

Kemenag, jelas Suryo akan bekerja sama dengan Pusat Diklat (Pusdiklat) untuk mencetak fasilitator Bimwin. Pusdiklat memiliki perangkat yang memungkinkan mencetak fasilitator dalam jumlah banyak.

"Fasilitator akan mendapatkan pengetahuan pendahuluan tentang hakikat perkawinan, pengelolaan dinamika keluarga, dan cara mengatasi konflik keluarga," jelas Suryo.

Materi tersebut akan diberikan secara daring terlebih dahulu. Ketika masuk kelas luring, para fasilitator diharapkan telah mengetahui dasar-dasarnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitator Bimwin. "Dengan meningkatkan kualitas fasilitator, diharapkan kualitas pernikahan dan ketahanan keluarga di Indonesia juga akan meningkat," pungkas Suryo. 

***

tags: #bimbingan perkawinan #calon pengantin #kementerian agama

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI