Sandiaga Uno Soroti Harga Tiket Pesawat di Aceh Mahal

"Saya baru saja melihat bahwa meskipun ada satu atau dua pesawat yang terisi, namun harga tiket yang ditawarkan cukup tinggi.

Selasa, 02 April 2024 | 20:12 WIB - Ekonomi
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengangkat isu tentang mahalnya tiket pesawat menuju dan dari Aceh, meskipun kebutuhan akan akses transportasi tambahan sangat penting untuk meningkatkan sektor pariwisata di daerah tersebut.

"Saya baru saja melihat bahwa meskipun ada satu atau dua pesawat yang terisi, namun harga tiket yang ditawarkan cukup tinggi. Kita perlu bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan maskapai penerbangan untuk mencari solusi atas masalah ini," ujar Sandiaga di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada hari Senin, tanggal 2 April 2024.

BERITA TERKAIT:
Jamaah Tareqat Syattariah di Aceh Hari Ini Gelar Salat 
Sandiaga Uno Soroti Harga Tiket Pesawat di Aceh Mahal
Tiga Jenazah Pengungsi Rohingnya Ditemukan di Perairan Ragaih Aceh
Sering Mangsa Ternak, Buaya Tiga Meter Ditangkap Warga
Aceh Besar Larang Perayaan Valentine Day, Ini Alasannya

Sandiaga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan sektor pariwisata di Aceh, diperlukan perbaikan dalam pembangunan infrastruktur pendukung serta transportasi udara dan laut.

"Koneksi antar destinasi wisata di Aceh dengan daerah lain di Indonesia melalui berbagai moda transportasi seperti udara akan membantu mengembangkan Aceh sebagai tujuan wisata utama di Indonesia," tambahnya.

"Selain itu, saya berharap atraksi dan berbagai acara juga terus ditambah dan ditingkatkan, hal ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri untuk mengunjungi Aceh," lanjut Sandiaga.

Sebelumnya, Otoritas Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar telah mengumumkan bahwa enam maskapai penerbangan domestik akan beroperasi di bandara tersebut. Antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Pelita Air (mulai beroperasi pada 3 April), dan Susi Air (penerbangan perintis).

Sedangkan untuk penerbangan internasional, maskapai seperti Air Asia, Firefly, dan Garuda Indonesia melayani rute ke Kuala Lumpur, Penang, dan Jeddah. Sementara untuk rute domestik, terdapat penerbangan ke Jakarta, Kualanamu, serta beberapa daerah seperti Kutacane, Sabang, Simelue, Tapaktuan, dan Gayo Lues.

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar memiliki landasan pacu berukuran 3000 x 45 meter dengan area parkir pesawat yang mampu menampung delapan pesawat sekaligus. Terminal bandara tersebut memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 1,5 juta penumpang per tahun atau sekitar 4.000 penumpang per hari.

***

tags: #aceh #sandiaga uno #tiket pesawat

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI