Produksi Beras di Demak Terancam Turun karena Sempat Dua Kali Diterjang Banjir

, total luas sawah yang gagal panen atau puso selama banjir diperkirakan mencapai 4.299 hektar

Minggu, 21 April 2024 | 15:40 WIB - Ekonomi
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Demak - produksi beras di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai lumbung padi, menghadapi ancaman penurunan pada tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh dua banjir yang melanda Demak pada Februari dan Maret 2024, menyebabkan ribuan hektar sawah gagal panen atau puso.

Kepala Bidang Tanaman dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertan Pangan) Demak, Hery Wuryanta, menyatakan bahwa dalam satu tahun, produksi gabah di Demak mencapai hingga 300 ribu ton. Namun, produksi beras tahun ini diprediksi akan menurun akibat sebagian sawah gagal panen.

BERITA TERKAIT:
Produksi Beras di Demak Terancam Turun karena Sempat Dua Kali Diterjang Banjir
Ribuan Hektar Sawah di Jateng Gagal Panen Akibat Banjir
Terdampak Banjir, Ribuan Hektare Sawah di Jateng Terancam Gagal Panen
Fenomena El Nino Sebentar Lagi Hadir, Dinpertan Cilacap Imbau petani Antisipasi Gagal Panen
Terendam Banjir, 3.489 Hektare Sawah di Kudus Puso dan Terancam Gagal Panen 

"Dari segi produksi, memang terjadi penurunan. Meskipun Demak memiliki surplus produksi sekitar 200 hingga 300 ribu ton setiap tahun," ujar Hery, ketika ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (19/4/2024).

Dia menjelaskan bahwa dalam satu tahun, panen padi di Kabupaten Demak bisa mencapai 100 hektar. Sementara itu, total luas sawah yang gagal panen atau puso selama banjir diperkirakan mencapai 4.299 hektar.

"Puso mencapai 4.299 hektar, yang jika dibandingkan dengan luas sawah tahunan kita yang mendekati 100 hektar, penurunan produksi ini hanya sekitar 0,4 persen," jelasnya.

Hery optimis bahwa Demak, sebagai lumbung padi di Jawa Tengah, tidak akan mengalami kekurangan pangan. "Yang terjadi hanyalah penurunan produksi. Secara penyediaan pangan, kita masih memiliki surplus," katanya.

Meskipun demikian, banjir di Demak akan berdampak pada keterlambatan masa tanam palawija. Padahal, panen raya palawija biasanya dilakukan pada bulan Agustus. Saat ini, petani baru memulai tanam padi kedua atau MT2. "Tanaman pasti akan tertunda, dan ini akan mempengaruhi pertumbuhan palawija. Sebagai informasi, petani Demak menanam padi tiga kali dalam setahun, yaitu MT1, MT2, dan MT3," tambahnya.

***

tags: #gagal panen #banjir #di tengah sawah #produksi #beras

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI