Pendapatan Negara Kuartal I-2024 Capai Rp620,01 T di Tengah Konflik Iran-Israel, Sri Mulyani: Cukup Baik tapi Harus Waspada

"Berbagai faktor geopolitik harus diwaspadai, karena akan berdampak pada ekonomi kita,"

Jumat, 26 April 2024 | 10:53 WIB - Ekonomi
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini mengumumkan kondisi keuangan negara pada kuartal I tahun 2024. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan kondisi ekonomi dunia saat ini memang tidak diselimuti ketidakpastian akibat suasana geopolitik yang memanas, khusunya konflik Iran-Israel. 

BERITA TERKAIT:
Menkeu Paparkan Kinerja Solid APBN 2025, Defisit Terkendali dan Ekonomi Terjaga
Lantik Pimpinan Baru LPEI, Purbaya: Fokus pada Pembenahan dan Transformasi Ekspor Nasional
Menkeu Pantau Langsung Penyaluran APBN di Akhir 2025, Tekankan Disiplin Waktu dan Akuntabilitas
Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tetap Terjaga, Didukung Surplus Perdagangan dan Konsumsi
Purbaya: Kinerja APBN hingga November 2025 Tetap On Track, Defisit Terkelola

Ketidakpastian ini membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah. Seperti diketahui saat ini nilai tukar rupiah terus menurun dan dolar AS menembus Rp 16.200.

Sri Mulyani pun memasang alarm waspada tinggi. "Berbagai faktor geopolitik harus diwaspadai, karena akan berdampak pada ekonomi kita," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN edisi April 2024, Jumat (26/4/2024).

Di awal pembukaan dia langsung menyatakan pendapatan negara pada kuartal I-2024 turun 4,1% menjadi Rp 620,01 triliun.

"Terlihat cukup positif meskipun kita tetap waspada, karena 2024 ini masuk ke triwulan II banyak perubahan dalam geopolitik, dan geoekonomi yang akan berimbas pada seluruh dunia, dan Indonesia termasuk dan APBN," tutur Sri Mulyani.

Sri Mulyani menegaskan lagi kewaspadaan terhadap kemungkinan memanasnya geopolitik dan ketegangan di Timur Tengah.

"Kita masih perlu harus waspada terhadap kemungkinan further disruption dari rantai pasok terutama minyak dan gas, terutama di region itu masih fluid, dan kecenderungan harga minyak tinggi memengaruhi ekonomi dan APBN kita menyebabkan tekanan inflasi," tegas Sri Mulyani.

***

tags: #menteri keuangan #sri mulyani #kementerian keuangan #pendapatan #negara

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI