May Day, Serikat Buruh di Semarang Gelar Aksi di Gubernuran Semarang Tuntut Cabut UU Cipta Kerja 

Aksi tersebut, selain diikuti oleh FKSPN dan KSPN juga diikuti oleh mahasiswa, Aliansi Rakyat Sipil Jawa Tengah, dan FKSPI.

Rabu, 01 Mei 2024 | 13:16 WIB - Ragam
Penulis: - . Editor: Hani

KUASAKATACOM, Semarang - Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) bersama dengan Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) menggelar aksi demo di depan kantor DPR Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (1/5/2024) bertepatan dengan "May Day" atau Hari Buruh Internasional

Aksi tersebut, selain diikuti oleh FKSPN dan KSPN juga diikuti oleh mahasiswa, Aliansi Rakyat Sipil Jawa Tengah, dan FKSPI. Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan kritik dan isu-isu ketenagakerjaan serta tuntutan kepada pemerintah. 

BERITA TERKAIT:
Harga Beras di Kabupaten Magelang Tetap Stabil Meski Marak Aksi Demo
Demo Ricuh, Bupati Pati Dilempari Demonstran
Geruduk Kantor Bupati Brebes, Ribuan Warga Desak Tuntut Mundur Kades Kawlilingi
Demo Tolak UU TNI di Semarang Berakhir Ricuh, Mahasiswa Lempar Petasan
May Day, Serikat Buruh di Semarang Gelar Aksi di Gubernuran Semarang Tuntut Cabut UU Cipta Kerja 

Beberapa tuntutan diantaranya adalah mencabut UU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang telah berdampak buruk terhadap keberlangsungan hubungan kerja dan kesejahteraan buruh. 

Kedua, tegakkan hukum ketenagakerjaan untuk memberikan kepastian hukum dalam perlindungan buruh memperoleh hak-haknya.

Ketiga, perbaiki sistem pengupahan dengan konsep upah layak yang mampu menjamin kesejahteraan buruh/pekerja beserta keluarganya. 

Heru Budi Utoyo, Ketua DPD FKSPN Kota Semarang  menyampaikan demo hari ini menyuarakan masalah pengupahan dan pada November 2024 akan membahas penetapan UMP dan UMK 2025. 

"Hari ini kami suarakan kaitanya dengan pengupahan, pada November 2024 nanti akan ada pembahasan penetapan UMP dan UMK 2025, maka kami sampaikan hari ini bahwa upah di Jawa Tengah masih terlalu rendah dan harus ada pemimpin yang nerani untuk menetapkan upah agar buruh di Jateng dapat upah layak dan mencukupi kehidupan sehari-harinya," ujarnya. 

*Ditulis oleh wartawan magang Rahardian Haikal Rakhman
 

***

tags: #aksi demo #serikat pekerja #uu cipta kerja #hari buruh internasional

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI