Kurban dari Kalangan Menengah Berkurang karena Ekonomi Sulit  

pekurban kambing-domba dengan bobot 20-40 kg per ekor turun sekitar 7 persen dari 734 ribu menjadi 709 ribu pekurban.

Selasa, 11 Juni 2024 | 12:44 WIB - Ekonomi
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Sebuah lembaga riset yaitu Instute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memproyeksi bahwa potensi ekonomi kurban Indonesia tahun 2024 ini sebesar Rp 28,2 triliun yang berasal dari 2,16 juta pekurban (shahibul qurban).

Proyeksi tersebut naik dari tahun lalu (2023) yang diestimasikan mencapai Rp 24,5 triliun dari 2,08 juta orang pekurban. Artinya, ada kenaikan sekitar 80 ribu pekurban pada tahun 2024 ini.

BERITA TERKAIT:
Kurban dari Kalangan Menengah Berkurang karena Ekonomi Sulit  
Mahasiswa Universitas Belanda Riset Untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Lapas Semarang
Riset Tunjukan Gen Z Rela Digaji Rendah Asal Bisa WFA dan Kesehatan Mental Terjaga
Lolos Pendanaan PKM, Unwahas Semarang Harus Rutin Riset
Kuntilanak Misalnya, Mengapa Hantu di Indonesia Kebanyakan Wanita? Ternyata Ini Penjelasannya 

"Dari 2,16 juta keluarga muslim berdaya beli tinggi yang berpotensi menjadi shahibul qurban, kebutuhan hewan kurban terbesar adalah kambing-domba sekitar 1,21 juta ekor, sedangkan sapi-kerbau sekitar 587 ribu ekor," kata Tira Mutiara, Peneliti IDEAS dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (10/06/2024).

Dengan asumsi berat kambing-domba antara 20-80 kg dengan berat karkas 41 persen serta berat sapi-kerbau antara 250-750 kg dengan berat karkas 57 persen, maka potensi ekonomi kurban 2024 dari sekitar 1,79 juta hewan ternak ini setara dengan 117,2 ribu ton daging.

"Walaupun secara umum mengalami kenaikan, namun jika kita melihat data masyarakat muslim yang berpotensi menjadi pekurban kambing-domba dengan bobot 20-40 kg per ekor turun sekitar 7 persen dari 734 ribu menjadi 709 ribu pekurban. Kelompok ini merupakan masyarakat kelas menengah" ungkap Tira.

Menurut Tira, kondisi ekonomi saat ini dengan banyaknya fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tingginya pengangguran menyebabkan pendapatan kelas menengah-bawah mengalami stagnansi bahkan penurunan signifikan. Alhasil, masyarakat yang mampu berkurban tahun lalu (2023), saat ini terdampak dengan fenomena tersebut tidak mampu bekurban lagi pada tahun ini.

"Secara kontradiktif kami menemukan adanya kenaikan pekurban sapi-kerbau dengan berat sekitar 750 kg per ekor, yang rata-rata berasal dari masyarakat kelas terkaya naik sekitar 21% dari 63,9 ribu menjadi 77,6 ribu pekurban," tutur Tira.

Tira menambahkan fenomena turunnya pekurban masyarakat kelas menengah dan naiknya pekurban masyarakat kelas terkaya mengkonfirmasi kesenjangan ekonomi yang semakin ekstrem di Indonesia.


 

***

tags: #riset #ekonomi #kurban #kalangan menengah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI