Komunitas Penggerak Literasi di Brebes Ikut Mencerdaskan Anak Bangsa

“Yang paling penting kita harus mampu mendorong anak-anak kita agar memiliki budaya baca yang baik,”

Selasa, 11 Juni 2024 | 20:15 WIB - Budaya
Penulis: Holy . Editor: Hani

KUASAKATACOM, Brebes -- Anak-anak harus terus ditingkatkan kemampuan dan kemauan membacanya. Mereka harus memiliki budaya baca yang baik. Oleh karena itu, komunitas penggerak literasi di Brebes sebagai bagian dari masyarakat turut andil dalam mencerdaskan anak bangsa melalui kegiatan literasi

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd., saat membuka acara Bengkel komunitas Penggerak literasi di Kabupaten Brebes yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

BERITA TERKAIT:
Erajaya Active Lifestyle Gelar URMazing Run 2024, Gabungkan Olahraga dengan Tantangan Unik
Komunitas Penggerak Literasi di Brebes Ikut Mencerdaskan Anak Bangsa
Komunitas Vespa di Semarang Rutin Bagikan Takjil selama Ramadan 2024
Riset, Wajib Hukumnya bagi Pengarang
Tim Pemenangan Muda Ganjar-Mahfud Jateng Adakan Nobar Debat Capres di Hans Kopi

“Yang paling penting kita harus mampu mendorong anak-anak kita agar memiliki budaya baca yang baik,” ungkap Tahroni di Aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes, Jalan Raya GOR Nomor 2, Gandasuli, Brebes, pada Selasa, 11 Juni 2024.

Tahroni menjelaskan bahwa investasi terpenting saat ini adalah sumber daya manusia (SDM). Tingkat membaca masyarakat kita yang rendah harus dibarengi dengan peningkatan SDM.

“Sumber daya manusia masyarakat di Brebes harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah atas penyelenggaraan kegiatan ini yang sangat bermanfaat bagi peningkatan SDM di Brebes, khususnya pengelola komunitas penggerak literasi di Brebes,” tambahnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum., menyatakan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan Bengkel komunitas Penggerak literasi ini adalah memperkuat dan mendorong komunitas penggerak literasi yang ada di Jawa Tengah. Masyarakat di Kabupaten Brebes juga harus didorong untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. 

literasi tidak hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan untuk mengolah dan mengkritisi informasi, serta menerapkannya dalam kehidupan nyata,” ujar Syarifuddin. 

Syarifuddin menambahkan bahwa ada tiga program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yaitu program literasi, revitalisasi bahasa daerah, dan penginternasionalan bahasa Indonesia. Pada tahun ini salah satu program literasi hadir di Kabupaten Brebes berupa Bengkel komunitas Penggerak literasi

“Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berupaya memberikan wawasan dan keterampilan baru melalui kegiatan bengkel ini. Kami mendorong semangat kolaborasi di antara komunitas literasi dan taman bacaan masyarakat/TBM di Brebes. Dengan komitmen yang kuat, komunitas penggerak literasi dan TBM dapat meningkatkan minat baca masyarakat,” jelasnya.

Bengkel komunitas Penggerak literasi di Kabupaten Brebes tersebut dilaksanakan selama tiga hari, 11—13 Juni 2024, di Aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes. Kegiatan yang diikuti oleh 40 pengelola komunitas penggerak literasi, taman bacaan masyarakat (TBM), dan perpustakaan desa tersebut digelar dalam rangka menggerakkan komunitas literasi di Brebes. Narasumber berasal dari akademisi, penulis, wartawan, dan praktisi komunitas, yaitu, Dr. Oktiva Herry Chandra (dosen Universitas Diponegoro), Kustoro Wihanjayanto, S.I.P. (FTBM Kabupaten Brebes), Amir Machmud N.S. (wartawan/Ketua PWI Jawa Tengah), Dimas Indiana Senja (penulis), Raudlotul Jannah (praktisi, FTBM Kabupaten Brebes), dan Dhia Imara Putri (praktisi di Dikata literasi Utama).

***

tags: #komunitas #literasi #brebes

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI