Concern Perlindungan Kekayaan Intelektual, Kemenkumham Jateng Edukasi Civitas Akademika

Kegiatan dihadiri Kepala Divisi Pelayanan.

Selasa, 11 Juni 2024 | 19:19 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Ungaran - Kekayaan Intelektual memiliki value yang sangat besar. Kekayaan Intelektual mampu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjaga ketahanan ekonomi nasional, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Tejo Harwanto menegaskan hal itu pada kegiatan Edukasi Pencegahan Pelanggaran Kekayaan Intelektual Bagi Perguruan Tinggi yang berlangsung di The Wujil Resort and Convention Hotel, Selasa (11/06).

BERITA TERKAIT:
Concern Perlindungan Kekayaan Intelektual, Kemenkumham Jateng Edukasi Civitas Akademika
Tejo Tekankan Pentingnya Integritas kepada 108 Taruna Poltekip
Kemenkumham Jateng Gelar Pembinaan Satgas Kamtib di Nusakambangan
Kemenkumham Jateng Sosialisasikan Relokasi Lapas Pekalongan ke Warga Setempat
Lanjutkan Tren Positif, Kemenkumham Jateng Penuhi Data Dukung Pelaksanaan RB dengan Sempurna

"Kekayaan Intelektual ketika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik akan memiliki value yang sangat besar," kata Tejo dalam sambutannya.

"Hak Kekayaan Intelektual yang dimanfaatkan dengan baik akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional," sambungnya.

Ia mencontohkan, banyak produk-produk Kekayaan Intelektual, ketika telah didaftarkan atau dicatat secara resmi memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

"Misalnya garam getis yang ada di Purworejo. Dulunya hanya garam biasa, tapi sekarang harganya mahal dan dijadikan metode terapi. Selain itu, bisa sekarang telah menjadi salah satu objek wisata. Banyak produk lain yang setelah didaftarkan, usaha mereka semakin berkembang dan omsetnya bertambah," tambahnya.

Dari sudut pandang lain, ia menilai pemahaman mengenai berartinya value Kekayaan Intelektual perlu diimbangi dengan kesadaran akan perlindungan Kekayaan Intelektual.

Tejo mengungkapkan, sampai dengan Bulan Mei Tahun 2024, terdapat 6 pengaduan pelanggaran Kekayaan Intelektual

Kemenkumham Jateng, tegas Tejo, terus berupaya memberikan jaminan kepastian hukum bagi pemilik hak Kekayaan Intelektual.

"Oleh karena itu diperlukan kerja sama dengan Perguruan tinggi dan aparat penegak hukum dalam menetapkan kebijakan strategis yang akan dijadikan target untuk menurunkan dan menghilangkan pelanggaran hak Kekayaan Intelektual. Perguruan tinggi merupakan salah satu unsur yang sangat penting dan harus dilibatkan dalam perlindungan hak Kekayaan Intelektual. Lembaga Tinggi Akademis memiliki peran yang sangat penting dan krusial dalam mendorong inovasi di negara kita," imbuhnya.

Untuk itu, lanjutnya, pentingnya perlindungan hak Kekayaan Intelektual di lingkungan perguruan tinggi merupakan hal yang sangat penting, agar para pengajar, peneliti dan mahasiswa yang membuat karya bisa mendapatkan manfaat dari karyanya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Hukum Agustinus Yosi Setyawan menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana diskusi dan sosialisasi mengenai pelanggaran Kekayaan Intelektual.

Serta untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya KI dan mencegah terjadinya pelanggaran KI di Jawa Tengah.

Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Anis Mashdurohatun dari Unissula, Baby Maryati dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Bimas Nurcahyo Trangono selaku Ketua PAMPI dan Kepada Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Tri Junianto.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Anggiat Ferdinan, Kepala dan perwakilan UPT se Kota dan Kabupaten Semarang.

***

tags: #kanwil kemenkumham jateng #kekayaan intelektual #kabupaten semarang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI