Sumarno: Mewujudkan Generasi Emas 2045 Butuh Peran Keluarga

Pemprov Jateng bersama BKKBN Jateng melakukan Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Tahun 2024.

Rabu, 12 Juni 2024 | 15:57 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Banyumas- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengingatkan kembali pentingnya peran keluarga dalam mewujudkan generasi emas tahun 2045. Hal itu disampaikan Sumarno saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 tingkat Provinsi Jawa Tengah di kompleks Gedung Olahraga (GOR) Satria, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/6/2024).

"Keluarga adalah sekolah pertama untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Kalau kita mau menuju Indonesia Emas tahun 2045, kuncinya adalah SDM," ucapnya.
 
Sumarno menambahkan sebagai unit terkecil di masyarakat, keluarga berperan penting membentuk karakter penduduk yang kuat dan sehat. Sebab, keluarga memiliki fungsi membangun agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan.

BERITA TERKAIT:
Pj Gubernur Jateng Berkomitmen Selesaikan Dampak Krisis Iklim di Wilayahnya
Sumarno: Mewujudkan Generasi Emas 2045 Butuh Peran Keluarga
Wisatawan Asal Banyumas Tenggelam Terseret Ombak Pantai Jetis Cilacap
Mengalami Kecelakaan, Maxim Berikan Santunan kepada Drivernya di Purwokerto
Penembakan di Hotel Braga Banyumas, Polisi Amankan Satu Tersangka

"Keluarga menjadi tempat dimana nilai-nilai kasih sayang dan agama diajarkan dan diimplementasikan. Keluarga juga memegang peran penting dalam membangun nilai-nilai toleransi dan saling menghormati antarsesama," kata Sumarno.

Menurutnya salah satu komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan keluarga berkualitas ditunjukkan dengan diterbitkannya Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 440/0002416 tertanggal 19 Maret 2024 terkait Percepatan Penurunan stunting di Jawa Tengah.

Penekanan dalam Surat Edaran tersebut adalah aspek pencegahan melalui edukasi dan intervensi spesifik bagi remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak di bawah 2 tahun (anak baduta).

Sumarno mengatakan peringatan Harganas ini juga sebagai pengingat tentang penanganan masalah stunting, kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya. "Ini momentum titik balik untuk lebih peduli dan kolaborasi lebih erat lagi untuk menurunkan stunting di Jawa Tengah," kata dia. 

Bertepatan dengan itu, Pemprov Jateng bersama BKKBN Jateng melakukan Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan stunting Tahun 2024. Harapannya penanganan stunting di Jawa Tengah bisa lebih akseleratif lagi secara serentak. "Kita menggugah seluruh pihak untuk lebih perhatian dan punya kontribusi dalam penanganan stunting ini,” imbuhnya.

Sebab, dalam penanganan stunting tidak bisa dari pemerintah saja, tetapi musti melibatkan banyak pihak. 

Sumarno pada kesempatan itu, juga mengingatkan kepada seluruh petugas di posyandu dan penggerak PKK sebagai pendamping agar lebih disiplin dalam menginput data.

"Data menjadi penting sebab pengambilan kebijakan dasarnya selalu data. Dengan kick off ini teman-teman bisa melaksanakan intervensi dan input datanya segera agar hasilnya segera bisa diketahui," pungkasnya. 

***

tags: #kabupaten banyumas #stunting #sumarno #sekretaris daerah #indonesia emas

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI