Melawan saat Ditangkap, Begal Ini "Dihadiahi Timah Panas" Polisi

Wibisono mengatakan bahwa dua tersangka tersebut adalah pemabuk minuman alkohol.

Rabu, 10 Juli 2024 | 14:26 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Jakarta – Polisi akhirnya menangkap komplotan begal berinisial RF dan AS yang beraksi di sebuah warung makan, Jelambar Baru, Grogol Petamburan (Gropet), Jakarta Barat pada Senin (10/6) lalu. Salah satu pelaku pembegalan itu terpaksa ditembak polisi lantaran melawan saat hendak ditangkap polisi.

Kapolsek Grogol Petamburan Kompol Muharam Wibisono menerangkan bahwa RF ditangkap petugas di rumah kerabatnya, Kuningan, Jawa Barat pada Senin (8/7), sementara AS ditangkap di Cigudeg, Kabupaten Bogor pada Rabu (10/7) pagi.

BERITA TERKAIT:
Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras Modus Toko Kosmetik di Jakbar
Seorang Lansia Kepergok hendak Bobol Rumah Kosong di Kalideres
Satu Unit Rumah Rusak akibat Ledakan Tabung Gas, Polisi Cari Penyebabnya
Antisipasi Tawuran, Jakbar Perketat Pengawasan
TPPP Polres Jakbar Amankan 10 Remaja Bersajam di Tamansari, Diduga hendak Tawuran

"Tersangka RF ini memiliki peran utama, yang membawa golok dan yang membantu melarikan diri dengan menggunakan motor," kata Wibisono, Rabu.

Ketika ditangkap di Jawa Barat, kata Wibisono, pelaku RF awalnya kooperatif, namun ketika dibawa kepolisian untuk mencari barang bukti di Tubagus Angke, Jakarta Barat pada Selasa (9/7), RF berusaha melarikan diri dan berusaha melawan petugas. Polisi pun mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kaki RF.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan, kedua tersangka saat melakukan aksinya, merampas telepon seluler (ponsel) dan mengancam korban dengan golok. Wibisono menambahkan bahwa dua tersangka tersebut adalah pemabuk minuman alkohol. Sebelum kejadian pun, kedua tersangka mabuk dulu.

"Setelah kita dalami dan kita mintai keterangan dari tersangka, dari saksi-saksi juga dan orang-orang yang mengenalnya dua orang ini hobi mabuk. Jadi, pada malam saat kejadian tanggal 10 Juni itu, dua orang ini sedang mabuk," tuturnya.

Kedua tersangka, kata Wibisono, berasal dari Teluk Gong Jakarta Utara dan merupakan pekerja serabutan.

"Pekerja serabutan, jadi tersangka RF ini sering bekerja juga di tempatnya tersangka AS bekerja yakni bengkel. Mereka berdua juga rumahnya saling bertetangga," kata Wibisono.

"Jadi untuk yang bersangkutan, kenapa kita melakukan tindakan tegas terukur, karena yang bersangkutan ini, pada awalnya ingin melarikan diri. Ketika mau melarikan diri dan petugas berusaha mengamankan kembali, yang bersangkutan melakukan perlawanan," kata Wibisono.

"Pasal yang kita terapkan adalah Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara," sambungnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Aprino Tamara menyebut bahwa penangkapan tersangka memakan waktu yang cukup lama lantaran sejak beraksi, para tersangka sudah tidak menggunakan ponsel lagi.

"Jadi, kita mencari manual, kita datangi tongkrongannya, yang sering mabuk-mabuk itu. Dari situ kita dapat keterangan, hingga kita lakukan pengembangan sampai penangkapan," kata Aprino.

***

tags: #jakarta barat #senjata tajam #pembegalan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI