Panen Raya, Petani Kopi Temanggung Raup Untung Banyak

Kepala DKPPP Temanggung Joko Budi Nuryanto mengimbau, agar petani kopi di Temanggung untuk tetap mempertahankan kualitas kopi

Rabu, 10 Juli 2024 | 14:33 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Temanggung- Para petani Kopi di Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada panen raya komoditas Kopi tahun 2024 ini, mendapatkan berkah karena meraup keuntungan, selain harganya yang tinggi, hasil panen juga meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya. 

Menurut Kepala Desa Gemawang, Musiran, petani Kopi, terutama Kopi Robusta di wilayahnya mendapatkan untung berlipat, karena tahun ini harga jual Kopi naik lebih dari 300 persen dari tahun-tahun sebelumnya. "Untungnya dobel, selain harga jualnya yang sedang tinggi, panen tahun ini diperkirakan naik 30 persen dari tahun sebelumnya," ucapnya Rabu (9/7/2024). 

BERITA TERKAIT:
Panen Raya, Petani Kopi Temanggung Raup Untung Banyak
Viral! Cafe di Thailand Sediakan Kopi dengan Topping Mie Instan
Barista Indonesia Mikael Jasin Juarai World Barista Championship 2024 di Korsel
ASTON Inn Pandanaran Semarang Hadirkan Paket Combo Spesial untuk Pecinta Kopi, Apa itu? 
Apa itu Kopi Lanang? Ternyata Langka dan Bikin Jadi Pria Perkasa

Harga jual Kopi Robusta kering (oce), sambungnya, saat ini berkisar antara Rp 73.000 hingga Rp 85.000 per kilogram, harga ini naik hingga 300 perse, jika dibandingkan dengan harga jual Kopi di tahun 2021-2022 lalu yang hanya berkisar di antara Rp 22.500 hingga Rp 27.500 per kilogram. 

Harga jual Kopi,menurut Musiran sangat ditentukan oleh kualitas Kopi itu sendiri, jika Kopi petik campur atau sering disebut dengan Kopi kualitas asalan harga jual Rp 73.000, namun jika petiknya sudah merah semua, maka harga bisa di atas Rp 80.000 per kilogram. "Harga tersebut belum disortir, kalau sudah disortir, yang jelek dan pecah sudah dipisah, maka harga bisa lebih dari itu," bebernya. 

Dijelaskan, meningkatnya kualitas Kopi memang tidak hanya tergantung dari proses paska panen saja, namun juga sangat tergantung dari perawatan dan pemilihan benih Kopi yang teliti, sehingga selain kualitas juga akan meningkatkan kuantitas saat panen raya. 

Selama ini, ucapnya, petani Kopi Robusta di wilayahnya sudah mulai memperhatikan budidaya, dengan budidaya dan pemilihan benih yang bagus, maka akan berimbas pada kualitas dan kuantitas Kopi. "Alhamdulillah dengan budidaya yang sudah kami lakukan dengan baik, perkiraan tahun ini ada peningkatan produksi sampai dengan 30 persen," jelasnya. 

ia mencontohkan, dengan budidaya yang baik, maka dalam satu pohon Kopi bisa menghasilkan sebanyak 10 kilogram Kopi basah (Kopi gelondong), bahkan bisa lebih, manakala kondisi tanah, perawatan dan pemupukan dilakukan secara berkelanjutan. "Kalau satu hektar bisa menghasilkan antara 2 sampai 3 ton biji Kopi kering," tuturnya.

Sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Temanggung Joko Budi Nuryanto mengimbau, agar petani Kopi di Temanggung untuk tetap mempertahankan kualitas Kopi, selama ini Kopi Temanggung dikenal sebagai Kopi yang mempunyai kualitas terbaik. "Harus dipertahankan, jangan sampai karena harga jual Kopi saat ini mahal, petani tidak lagi peduli dengan kualitas kopinya," pintanya. 

Panen raya Kopi Robusta, ujarnya akan berlangsung sampai beberapa bulan kedepan, saat ini petani baru mulai panen, perkiraan panen raya akan dilakukan pada akhir bulan Juni sampai dengan Juli mendatang. "Masa panen Kopi cukup panjang, karena petani harus menunggu merah untuk dipanen," tutupnya. 

***

tags: #kopi #kabupaten temanggung #petani #dinas ketahanan pangan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI