Angka Prevalensi Stunting di Kecamatan Bukateja Purbalingga Capai 7,5 Persen

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi di kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasinya atas capaian Puskesmas Bukateja.

Rabu, 10 Juli 2024 | 16:35 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Purbalingga- Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mencatat angka prevalensi stunting sebesar 7,5% pada bulan Juni 2024. Angka itu sudah sesuai dengan target Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) yang menetapkan angka stunting harus berada di bawah 10%. 

Plt Kepala Puskesmas Bukateja, Suharno, menyampaikan hal tersebut saat ditemui pada kegiatan Germas Kader Kesehatan Puskesmas Bukateja di Lapangan Desa Majasari, Rabu (10/7/24).

BERITA TERKAIT:
Ikuti Seminar Kemendes PDTT, Pemkab Purbalingga Bicara Best Practice Transformasi Digital
Miliki Potensi Parekraf Beraneka Ragam, Sandiaga Dukung Bandara JB Soedirman Dihidupkan Kembali
Puskesmas Kejobong Purbalingga Tak Hanya Layani Fisik Saja Namun Juga Kesehatan Jiwa
Tingkatkan Kualitas Tanah, Bupati Purbalingga Minta Petani Pakai Pupuk Organik
Angka Prevalensi Stunting di Kecamatan Bukateja Purbalingga Capai 7,5 Persen

Upaya pencegahan stunting di seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas Bukateja, jelas Suharno telah dilaksanakan salah satunya melalui pemberian makanan tambahan. Program tersebut didukung dengan menggunakan dana BOK Puskesmas, bantuan keuangan dari kabupaten, serta dana desa masing-masing desa untuk penanganan stunting dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK).

“Di Puskesmas Bukateja, saat pengukuran serentak tingkat nasional bayi dan balita pada bulan Juni 2024, entry e-PPGBM sudah mencapai 100% dengan angka prevalensi stunting sebesar 7,5%," kata Suharno. 

"Ini semua berkat kerja sama lintas sektor di wilayah kerja Puskesmas Bukateja, termasuk Kepala Desa, Camat, dan Forkopimcam. Kunci utamanya adalah penimbangan bayi dan balita di posyandu yang dilaksanakan oleh kader kesehatan,” sambungnya.

Selain itu, angka kematian ibu di Wilayah kerja Puskesmas Bukateja juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. “Alhamdulillah, untuk Bukateja sampai saat ini angka kematian ibu tahun 2024 nihil,” ujarnya.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi di kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasinya atas capaian Puskesmas Bukateja. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kader-kader kesehatan yang luar biasa selama ini. Berkat kontribusi dan kerja keras panjenengan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga tidak hanya mencapai target di bidang kesehatan, tetapi juga banyak mendapatkan prestasi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” kata Bupati Tiwi.

Ia juga mengapresiasi seluruh kepala desa yang telah membantu melalui dana desa dalam upaya penanganan stunting. “Terima kasih kepada Pak Kades dan Bu Kades yang telah menganggarkan untuk pengentasan stunting di masing-masing desa. Semua desa di Kecamatan Bukateja sudah menganggarkan untuk program ini,” ujarnya.

Dengan angka prevalensi stunting di Kecamatan Bukateja sebesar 7,5%, serta angka kematian ibu yang nihil, Puskesmas Bukateja menunjukkan bahwa kerja sama yang baik antar berbagai pihak dapat memberikan hasil yang optimal dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

***

tags: #kabupaten purbalingga #stunting #bupati purbalingga #dyah hayuning pratiwi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI