Wujudkan Tata Kelola Kota Cerdas, Pemkab Purbalingga Adakan Bimtek Smart City Tahap II
Keenam dimensi yang dibahas mulai dari Smart Governance, Smart Living, Smart Economy, Smart Society, Smart Branding, serta Smart Environment.
Jumat, 12 Juli 2024 | 06:32 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Purbalingga- Guna mewujudkan tata kelola kota cerdas (smart city), Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) smart city Tahap II, bertempat di Gedung Ardilawet area Kompleks Kantor Setda Purbalingga, Kamis (11/7/2024).
Bimtek tersebut menjadi ajang perencanaan tata kelola smart city bersama para stakeholder berkaitan dengan 6 dimensi smart city. Hal itu disampaikan Kepala Dinkominfo Purbalingga, Jiah Palupi Twihantarti ketika sambutan membuka gelaran Bimtek smart city tahap kedua.
BERITA TERKAIT:
Bupati Purbalingga Serahkan Alsintan Program UPLAND, Dorong Modernisasi Pertanian dan Kemandirian Petani
Peringatan Hari Ibu ke-97 di Purbalingga: Bupati Fahmi: Perempuan Indonesia Telah Menjadi Agen Perubahan
Festival Kentongan Meriahkan Peringatan Hari Jadi Ke-194 Kabupaten Purbalingga
Pemkab Purbalingga Kirim 140 Peserta Kartu Prakerja ke Perusahaan Garmen di Jateng
Pemkab Purbalingga Beri Penghargaan 10 Sekolah Adiwiyata
“Keenam dimensi yang dibahas mulai dari Smart Governance, Smart Living, Smart Economy, Smart Society, Smart Branding, serta Smart Environment,” kata Jiah Palupi.
Ia menjelaskan keenam dimensi itu, dibentuk dalam satu perangkat yang dibuat kerangka dalam Focus Group Discussion (FGD) dimana nanti akan timbul satu quick win (program unggulan). “Mudah-mudahan kedepannya tata kelola kota cerdas bisa segera diterapkan di Kabupaten Purbalingga. Manfaat smart city bukan hanya sekedar dokumen, tetapi juga output dari semua kegiatan per dimensi” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum merumuskan suatu program maka perlu memperhatikan pula kesiapan (readiness) daerah dalam tata kelola smart city tergantung pada kesesuaian dengan konteks budaya yang memuat 3 hal yaitu struktur, infrastruktur, serta superstruktur.
“Kesiapan struktur berupa kesiapan SDM, kemampuan birokrasi, serta kemampuan anggaran. Infrastruktur dapat berupa kesiapan fisik digital dan sosial. Selanjutnya Superstruktur yakni kesiapan kelembagaan, kebijakan dan peraturan, serta penegakan hukum,”pungkasnya.
Bimtek hari pertama diikuti oleh para peserta yang berasal dari OPD terkait di lingkungan Pemkab Purbalingga, para akademisi, serta pegiat bidang TIK yang masing-masing perannya sudah dikelompokkan dalam enam dimensi. Selanjutnya progres perencanaan dan implementasi program Quick Win smart city akan dipaparkan pada hari kedua.
***tags: #pemerintah kabupaten purbalingga #bimbingan teknis #smart city #dinas komunikasi dan informatika
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Bank Jateng Dukung Kreativitas Media Digital di Semarang
14 Januari 2026
Heni Tegaskan INI-IPPAT di Jateng Harus Berintegritas dan Profesional
14 Januari 2026
Perkuat Kualitas Produk Hukum Daerah, Kemenkum Jateng Sambut Bapemperda DPRD Kota Surakarta
14 Januari 2026
Honda Hadirkan Warna Exclusive untuk Stylo
14 Januari 2026
KAI Services Gelar Training Untuk Prama Prami untuk Rangkaian Compartment
14 Januari 2026
IPM Kota Semarang Capai 85,80, Bukti Program Pembangunan Berjalan Efektif
14 Januari 2026
USM Sosialisasikan PKM 2026
14 Januari 2026
Penuh Kasih dan Kebersamaan, Lapas Semarang Gelar Perayaan Natal Bersama
14 Januari 2026
USM Kirim Relawan untuk Bantu Penanganan Bencana di Kudus
14 Januari 2026
Gubernur Jateng Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen
14 Januari 2026
Sigap! Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok di Perlintasan Rel Jelang Kereta Melintas
14 Januari 2026

