Susenas BPS Catat Angka Kemiskinan Kabupaten Sragen Turun 0,46%, Capaian Tertinggi di Solo Raya
Penurunan angka kemiskinan itu berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional oleh Badan Pusat Statistik.
Kamis, 25 Juli 2024 | 15:16 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Surya
KUASAKATACOM, Sragen - Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menjadi salah satu daerah dengan persentase penurunan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Penurunan ini menunjukkan berbagai program penuntasan kemiskinan yang dijalankan menunjukkan hasil.
Penurunan angka kemiskinan itu berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam releasenya, pada Selasa, (23/7/2024) di Kantor Bupati Sragen.
BERITA TERKAIT:
Pemkab Klaten Rumuskan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2026
Pemerintah Percepat Program Reforma Agraria untuk Turunkan Kemiskinan Ekstrem
Gubernur Jateng Gandeng Berbagai Stakeholder untuk Percepat Tanggulangi Kemiskinan
Dunia Usaha Diajak Ikut Entaskan Kemiskinan melalui Pemberdayaan
Gen Z dan Parpol Diajak Entaskan Kemiskinan
Dalam data itu menunjukkan Kabupaten Sragen mengalami penurunan angka kemiskinan paling pesat di Soloraya. Kondisi tersebut tidak lepas dari berbagai program pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemkab Sragen.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan penurunan penduduk miskin sampai 0,46% itu tertinggi di Solo raya. Penurunan 0,46% itu setara dengan 3.970 jiwa terentaskan dari kemiskinan selama setahun terakhir (Maret 2023-Maret 2024).
Angka penurunan kemiskinan di Sragen itu lebih besar bila dibandingkan dengan rata-rata penurunan angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sebesar 0,30% dan rata-rata penurunan kemiskinan kabupaten/kota di Soloraya di angka 0,22%.
"Penurunan kemiskinan 2024 ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan penurunan kemiskinan Sragen tahun lalu yang hanya 0,07%," terang Bupati.
Menurutnya kemiskinan itu adalah kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar atau ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar yang diukur dari pengeluaran.
"Jadi, persentase penduduk miskin tersebut dihitung berdasarkan total penduduk Sragen. Penduduk dikatakan miskin bila memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Sragen Rp453.663 per orang," jelasnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Yuni menyampaikan penurunan ini menunjukkan kinerja dan usaha yang dilakukan Pemkab Sragen berhasil. Strategi yang dilakukan mulai dari pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan dan pengurangan kantong-kantong kemiskinan disertai pengolahan data merupakan sebuah langkah yang efektif.
"Langkah Kongkrit yang sudah dilakukan Kabupaten Sragen seperti program Desa Tumis, membantu untuk RTLH, Jambanisasi, Air Bersih, UEP, bantuan ternak, listrik gratis, beasiswa miskin, PBI. Kemudian Perbaikan jalan dan jembatan khususnya di wilayah kantong kemiskinan," imbuhnya.
Orang nomor satu di Sragen mengatakan Pemkab Sragen terus komitmen dalam mengurangi angka kemiskinan. Diantaranya dengan memberikan Beasiswa Mahasintawati sebanyak 388 anak dari keluarga kurang mampu. Selain itu peningkatan pendapatan melalui pelatihan kerja dan bantuan alat, pemberdayaan UMKM dan KURDA.
Sementara Kepala BPS Sragen, Cahyo Kristiono menyampaikan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024, Kabupaten Sragen mencatatkan penurunan persentase Penduduk Miskin tertinggi di antara Kabupaten/ Kota di Solo Raya.
"Persentase penduduk miskin Kabupaten Sragen per Maret 2024 turun 0,46 Persen Poin menjadi 12,41 persen dari 12,87 persen pada Maret 2023," kata Cahyo.
Selain menempati urutan ke-8, penurunan angka kemiskinan Kabupaten Sragen juga lebih besar dibandingkan rata-rata penurunan angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,30 persen.
"Penurunan prosentase penduduk miskin 2024 Sragen lebih tinggi dibanding prosentase provinsi. Bahkan tertinggi di Soloraya. Lebih cepat dari kota Surakarta yakni 0,13 persen," tambahnya.
Ia menilai langkah Bupati dan jajaran cukup efektif dalam penanganan program kemiskinan di Bumi Sukowati.
"Kalau urutan masih tetap, di 8 besar provinsi. Namun capaian sudah bagus perkembangan tahun ke tahun," pungkasnya.
***tags: #kemiskinan #badan pusat statistik #sragen
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Jelang Nataru, Polda Jateng Antisipasi Kerawanan Bencana Hidrometeorologi di Solo Raya
13 Desember 2025
Jelang Liga 4, Polda Jateng Lakukan Risk Assessment Stadion Gelora Pancasila Wonosobo
13 Desember 2025
Kabar Bahagia! Undip Bebaskan UKT untuk Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
13 Desember 2025
PSIS Datangkan Wawan Febrianto dan Ocvian Chanigio
13 Desember 2025
KAI Daop 5 Sampaikan Maaf atas Keterlambatan KA Kertanegara Relasi Purwokerto–Malang
13 Desember 2025
Kemensos Masih Operasikan Dapur Umum dan Kirim Tagana untuk Layani Korban Bencana
13 Desember 2025
Jelang Nataru, Wali Kota Semarang Agustina Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Terkendali
13 Desember 2025
Tinjau Dapur SPPG, Wabup Sragen Tegaskan Komitmen Transparansi Program MBG
13 Desember 2025
Pemkab Klaten Raih Penghargaan “Kabupaten Sangat Inovatif” di IGA Award 2025
13 Desember 2025
Pemkab Sragen Dorong Pelajar Sragen Kian Melek Finansial
13 Desember 2025
Polri Beri Layanan Antar Jemput Sekolah untuk Anak Pnyintas Bencana di Sumut
13 Desember 2025

