Didampingi BPOM, RS UNAIR Siap Jadi Site Uji Klinik Obat Tradisional Berbahan Alam
RS UNAIR sudah memiliki banyak rekam jejak sebagai mitra penelitian ataupun uji klinis.
Senin, 23 September 2024 | 05:15 WIB - Didaktika
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Surabaya- Rumah Sakit (RS) Universitas Airlangga (UNAIR) selenggarakan Business Matching Industri, Peneliti, dan Site Uji Klinik Obat Bahan Alam pada Kamis (19/9/2024) di Hall Dharmawangsa lantai 8 RS UNAIR.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) Prof dr Taruna Ikrar M Biomed MD Phd beserta tim dari BPOM RI.
BERITA TERKAIT:
Pakar Ekonomi UNAIR Soroti Wacana Redenominasi, Berpotensi Picu Inflasi hingga Dampak Psikologis
Menilik Kreativitas Gen Z dalam Aksi Demonstrasi
Pakar Sosiologi UNAIR Ini Soroti Manfaat Distribusi Smart TV ke Sekolah Pelosok Negeri
Hindari Potensi Kecurangan, UNAIR Terapkan Teknologi Face Recognition dalam PKKMB
Fasilitasi Bimbingan Gratis Masuk PTN, Mahasiswa FIB UNAIR Gagas Platform REDUKA
Kehadiran Prof Taruna beserta tim BPOM RI menjadi sinyal kerja sama RS UNAIR maupun Universitas Airlangga dalam mengembangkan inovasi pada bidang kesehatan dan pengobatan. Khususnya pengobatan tradisional (batra).
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat UNAIR Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi turut mengucapkan terima kasih atas kepercayaan BPOM terhadap RS UNAIR.
“Saya mewakili Pak Rektor mengucapkan terima kasih dan selamat datang di Rumah Sakit UNAIR kepada pihak BPOM RI yang turut hadir pada hari ini. Sebagai rumah sakit pendidikan, RS UNAIR tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan, tapi juga melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Prof Nyoman, dalam keterangan resmi UNAIR, belum lama ini.
Pada kerja sama kali ini, RS UNAIR menjadi salah satu lokasi terpilih untuk pelaksanaan uji klinik obat-obatan di wilayah Jawa Timur. Prof Nyoman menerangkan bahwa RS UNAIR dan Universitas Airlangga sangat siap akan hal tersebut, melihat fasilitas dan rekam jejak yang mumpuni dalam pelaksanaan uji klinik. Termasuk dalam pengkajian obat-obat tradisional berbahan alam.
“RS UNAIR sudah memiliki banyak rekam jejak sebagai mitra penelitian ataupun uji klinis. RS UNAIR juga mengembangkan dua Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT), yang keduanya saling berinteraksi dalam pengembangan herbal medicine yang nanti mungkin bisa terstandarisasi dan menjadi bagian dari fitofarmaka,” jelas Prof Nyoman
Prof Nyoman pun meyakinkan kesiapan RS UNAIR untuk mendapatkan standarisasi dan fitofarmaka. Mulai dari kelengkapan fasilitas, tim peneliti, sentra pengobatan tradisional, hingga standar-standar administrasi yang ke depannya akan mendapatkan pendampingan langsung oleh BPOM.
Sebagai lembaga pemerintahan yang mengawasi dan menjamin mutu dan kualitas kebutuhan masyarakat dalam hal obat, kosmetik, hingga makanan. Peran BPOM tentu sangat dibutuhkan dalam mengawasi dan mendampingi proses produksi, mulai dari penelitian, uji klinis, hingga produksi.
Perihal uji klinis dalam pengembangan inovasi obat tradisional berbahan herbal yang akan dilakukan oleh RS UNAIR. Pihak BPOM RI siap lakukan pendampingan dan pengawasan dalam setiap proses, mulai dari riset bahan-bahan alam, administrasi, hingga pengembangan dan uji kesiapan produksi.
“Peran BPOM sendiri di sini kami berkolaborasi dengan perguruan-perguruan tinggi, selain memfasilitasi tentunya melakukan pendampingan dan pengawasan sejak tahap awal riset,” tutur Ketua BPOM RI, Prof Taruna.
Ia juga menekankan peran universitas sebagai pihak yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. UNAIR sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia tentu dibutuhkan peran dan kerjasamanya dalam pengembangan inovasi ini.
“RS UNAIR dan BPOM melakukan kerjasama untuk mempercepat proses, pengembangan, dan pemenuhan kebutuhan kita terhadap uji klinis obat-obatan, termasuk obat-obatan tradisional. Jadi kami, BPOM, akan sangat mendukung pengembangan, yang dapat dilanjutkan hingga dikelola oleh industri. Output mengenai registrasi dan pengesahan akan dibantu di tempat kami, BPOM RI,” tekan Prof Taruna.
tags: #universitas airlangga #bpom #bahan alami #uji klinis
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
DWP Kemenkum Jateng Ikuti Rangkaian Peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan
10 Desember 2025
KAI Tawarkan Celebration Deals 12.12, Tarif Kereta Eksekutif Hanya 80 Persen
10 Desember 2025
Kemenkum Jateng Tegaskan Pentingnya Budaya Sadar Hukum
10 Desember 2025
Lulu, Mahasiswi USM Raih Best Libero di Kejurnas Voli Probolinggo
10 Desember 2025
Rayakan Tahun Baru 2026 di Quest Hotel dengan Tema ala Mafia
10 Desember 2025
Quest Hotel Hadirkan Hampers Istimewa untuk Moment Natal 2025
10 Desember 2025
Bank Jateng Perkuat Sinergi dan Koordinasi TU Serta Protokol Lintas Instansi
10 Desember 2025
Pengumuman! PDAM Semarang Berlakukan Giliran Pengaliran Air di Wilayah Bukit Kencana Jaya
10 Desember 2025
BAZNAS Tangsel Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina Tahap Ketujuh Rp325 Juta
10 Desember 2025
Polda Jateng Gelar Pelatihan Manajemen Penanggulangan Bencana di Seluruh Jajaran
10 Desember 2025

