Sumarno: Produktivitas Pangan Butuh Pengandalian Kerusakan Lingkungan
Salah satunya tantangan struktural terkait alih fungsi lahan yang berdampak terhadap produktivitas pangan utama, serta penurunan produkvitas tanaman pangan akibat dampak El Nino.
Jumat, 27 September 2024 | 04:08 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Semarang- Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno meminta semua pemangku kepentingan berkolaborasi meningkatkan produktivitas pangan. Salah satu upayanya adalah melakukan pengendaian kerusakan lingkungan dari hulu hingga hilir.
Ia menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Jateng, di Hotel Tentrem Semarang, Kamis (26/9/2024).
BERITA TERKAIT:
Sumarno Minta DWP Jateng Jaga Integritas Suami
Antisipasi Korupsi, Sumarno Tergetkan 52 Ribu ASN Jateng Manfaatkan E - Learning Integritas KPK
Jateng jadi Lokasi Perdana Peluncuran Campus Immigration Point
Melecut Ekonomi dari Ajang Lomba Lari, Terbaru Kendal Berdikari Fun Run
Pariwisata Jateng Kian Seksi, Tingkat Kunjungan Terus Tinggi
"Berbicara tentang produksi pangan, tentu tidak lepas dari bagaimana menjaga lingkungan. Karena kerusakan lingkungan berdampak luar biasa terhadap produksi pangan," kata Sumarno.
Ia mengatakan, produktivitas pertanian tak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian. Namun, Dinas Pekerjaan Umum, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi lain juga bertanggung jawab.
Hal itu agar kondisi lahan pertanian, saluran irigasi, persediaan air, dan sebagainya terus dijaga dan mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Dengan begitu dapat memudahkan pelaksanaan Rencana Kerja Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RKPJD) Jateng 2025-2045. Sehingga mewujudkan Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan penumpu industri dapat terwujud.
"Kalau dua-duanya bisa berkembang maka potensi yang luar biasa untuk Jateng. Inilah yang harus kita pikirkan bareng-bareng untuk menjaga keseimbangan alam," harap Sumarno.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Ndari Surjaningsih mengatakan, perekonomian Jateng memang menghadapi berbagai tantangan.
Salah satunya tantangan struktural terkait alih fungsi lahan yang berdampak terhadap produktivitas pangan utama, serta penurunan produkvitas tanaman pangan akibat dampak El Nino.
"Akibat dampak tersebut, produktivitas beras di Indonesia masih di bawah negara-negara lain di kawasan Asean," kata dia.
Menurut dia, diperlukan strategi atau inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia, termasuk Jateng.
Tantangan lainnya, lanjut dia, terkait kondisi musiman seperti anomali cuaca berupa kemarau basah atau La Nina yang akan mempengaruhi produksi hortikultura, seperti cabai dan bawang merah di daerah sentra.
Oleh karenanya, Ia meminta seluruh stakeholder terkait terus mencermati berbagai risiko yang berpotensi meningkatkan inflasi. Terutama pada kelompok makanan seperti beras, telur, dan daging ayam ras.
***tags: #sumarno #pangan #kerusakan lingkungan #el nino
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Fun Walk Inklusif Warnai Peringatan HDI 2025 di Sukabumi
09 Desember 2025
Menteri ATR/BPN Siap Lindungi Lahan Bencana Sumatera dari Ancaman Mafia Tanah
09 Desember 2025
KAI Wisata Goes to School: Dekatkan Dunia Perkeretaapian kepada Generasi Muda
09 Desember 2025
Polres Semarang Gelar Latihan Gabungan Penanganan Bencana
09 Desember 2025
OJK Jateng Gandeng FKIJK Wujudkan Inklusi Keuangan untuk Pelajar dan Disabilitas Kurang Mampu
09 Desember 2025
Kereta Wisata Siap Layani Wisatawan di Masa Libur Natal dan Tahun Baru
09 Desember 2025
Miliki Komitmen Ciptakan Birokrasi yang Bersih, GubernurJateng Raih Dua Penghargaan dari KPK
09 Desember 2025
Puncak Peringatan HDI 2025, Berbagai Bantuan Diserahkan untuk Penyandang Disabilitas
09 Desember 2025
KAI Services Ambil Bagian di Pameran Hari Antikorupsi Sedunia 2025
09 Desember 2025
Sumarno Minta DWP Jateng Jaga Integritas Suami
09 Desember 2025

