Atasi Krisis Air Bersih di Gondang Wonogiri, Dompet Dhuafa Yogyakarta Gulirkan Aksi Sumur Bor

Ke depan, fasitas air bersih ini akan dikelola mandiri oleh warga yang tergabung dalam PAMDus (Pengelola Air Minum Dusun) dan melayani tidak kurang dari 55 rumah.

Senin, 30 September 2024 | 14:25 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Wonogiri- Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama Masjid Nurul Asri melakukan aksi sumur bor pada hari Sabtu 28 September 2024. Halitu dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih kepada seluruh warga Dusun Gondang, Pasekan, Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Total warga diwilayah tersebut ada sebanyak 55 KK.

Lokasi daerah itu berada diketinggian 600 meter di atas permukaan air laut dengan keadaan topografi perbukitan berkapur menyebabkan keadaan tanah tidak bisa menyimpan air dalam waktu lama, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari– hari para warga hanya menggantungkan persediaan air dari penyimpanan air hujan serta dari Waduk Gadjah Mungkur. 

BERITA TERKAIT:
Wamensos Hadiri Haul ke-171 Pangeran Diponegoro, Ajak Bangsa Indonesia Kembali pada Jati Diri
Wamenag Kenang Ustadz Jazir sebagai Sosok Sederhana, Pemikiran Melampaui Zamannya
Langgar Izin Tinggal, Enam WNA Tiongkok Diamankan Imigrasi Yogyakarta
Sebanyak Tiga Orang Terjebak di Lift Hotel Yogyakarta, Begini Kondisinya Sekarang
Kemensos Distribusikan Bantuan ATENSI di Yogyakarta

Minimnya akses menuju Waduk Gadjah Mungkur membuat para warga tetap mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, oleh karena itu Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama Masjid Nurul Asri melakukan aksi sumur bor agar para warga lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Dompet Dhuafa Yogyakarta bekerja sama dengan Masjid Nurul Asri melaksanakan proyek pengeboran sumur. Pengeboran di daerah perbukitan adalah hal yang tidak mudah. Mata bor harus menembus batuan keras yang tebal. Patah mata bor adalah tantangan yang sering dihadapi, demikian juga dengan pengeboran ini,” ujar Bambang selaku Manager program Dompet Dhuafa Yogyakarta.

"Setelah berjibaku dengan kerasnya batuan akhirnya air ditemukan pada kedalaman 90 meter. Test pompa selama 4 jam non stop telah dilakukan dan menghasilkan debit konstan. Kualitas airnya pun jernih, tidak berbau, dan tidak berasa," ungkapnya.

Meski demikian, proyek belum sepenuhnya selesai. Untuk bisa dimanfaatkan, perlu dilanjutkan dengan pembangunan jaringan pipanisasi. Saat ini masyarakat tengah bergotong royong membangun tampungan air berkapasitas 10.000 liter. Tampungan air ditempatkan pada titik tertinggi di Dusun Gondang, sehingga air dapat mengalir menuju pemukiman warga dengan sistem grafitasi. 

Ke depan, fasitas air bersih ini akan dikelola mandiri oleh warga yang tergabung dalam PAMDus (Pengelola Air Minum Dusun) dan melayani tidak kurang dari 55 rumah. Jumlah ini masih sangat mungkin bertambah seiring semakin luasnya jaringan. 

“Terima kasih untuk Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Masjid Nurul Asri, sumur alhamdulillah sudah jadi, kualitas airnya pun bagus dan melimpah dengan ini kami para warga tidak akan mengalami kesulitan lagi untuk mendapatkan air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari. Selanjutnya kami masih perlu support untuk pembangunan jaringan distribusinya. Kalau untuk tenaga, warga siap bergotong royong, karena hanya itu yg bisa kami lakukan,” tandas Totok salah satu warga Dsn Gondang
.

***

tags: #yogyakarta #kabupaten wonogiri #kekeringan #dompet dhuafa #sumur bor

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI