Katanya Tempe Lebih Baik Dimakan Mentah, Benarkah?
Dalam mengonsumsinya, tempe bisa diolah dengan beragam teknik masak dan bumbu.
Rabu, 02 Oktober 2024 | 10:58 WIB - Kesehatan
Penulis:
. Editor: Kuaka
KUASAKATACOM, Jakarta - Tempa menjadi makanan populer dan favorit di kalangan masyarakat Indonesia. Tak hanya karena harganya yang murah, namun tempe kaya kandungan protein tinggi.
Namun dari sisi kesehatan, bagaimana pandangan dokter akan praktik makan tempe mentah? tempe merupakan sumber protein nabati populer di Indonesia. tempe yang melalui proses fermentasi ini jadi bahan makanan andalan para pelaku hidup sehat.
BERITA TERKAIT:
Katanya Tempe Lebih Baik Dimakan Mentah, Benarkah?
Tempe Diajukan Jadi Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO
Harga Tempe di Kabupaten Magelang Selama Lebaran Stabil
Makanan-makanan Fermentasi Ini Menurut Pakar adalah yang Paling Sehat, Apa Saja?
Tengah Berada di Puncak, Bunda Corla dapat Surat "Peringatan": Hidup Tak Semudah Balik Tempe Mendoan
Dalam mengonsumsinya, tempe bisa diolah dengan beragam teknik masak dan bumbu. Salah satu menu terpopuler adalah tempe goreng. Kriuk renyahnya bikin banyak orang ketagihan.
Namun banyak orang menganggap tempe goreng adalah menu tidak sehat. Mereka meyakini kalau tempe lebih bagus dikonsumsi mentah karena kandungan protein dan probiotik tidak akan rusak akibat proses menggoreng.
Dari sisi kesehatan, pakar kesehatan dr. Dion Haryadi mengatakan memasak protein memang akan merusak ikatannya.
"Tapi bukan berarti proteinnya jadi nggak guna. Justru protein itu akan terdenaturasi, dipecah ikatan proteinnya supaya lebih mudah untuk diserap sama tubuh," ujar dr. Dion.
Ia mencontohkan, tempe yang dimasak tidak akan membuat proteinnya rusak. dr. Dion menambahkan, "tempe juga tidak disarankan dikonsumsi dalam kondisi mentah. Satu, dari faktor higienitas produksinya. Dua, tetap akan ada risiko keracunan jika tidak dimasak atau dipasteurisasi."
Menurutnya, tempe mentah juga sebenarnya secara nilai gizi tidak lebih baik daripada tempe yang dimasak. Ia mengatakan, tempe yang dimasak juga secara profil rasa lebih enak untuk dimakan.
"Lebih nikmat (rasanya). Jadi dietnya juga bisa dijalankan dengan lebih baik," sambung dr. Dion. Untuk urusan nilai kalori, tempe memang bisa melonjak jika digoreng. Namun masih banyak metode masak lain yang lebih hemat kalori seperti dipepes, ditumis pakai sedikit minyak, dan dimasak di air fryer.
dr. Dion menekankan tempe adalah salah satu sumber protein yang sangat bagus. Rasanyapun enak. "Jadi silakan konsumsi sesuai dengan seleramu, masak tempenya nggak apa-apa, proteinnya nggak bakal rusak," tutup dr. Dion.
Di kolom komentar, dr. Dion juga menambahkan kalau tujuan makan tempe mentah untuk dapat probiotik, menurutnya tidak sepadan.
"Lebih baik cari probiotik dari sumber lain seperti yoghurt dan kimchi. Dan sebenarnya bakteri baik di usus juga akan tetap berkembang baik dengan variasi makanan dan konsumsi serat yang cukup. Jadi nggak harus probiotik terus juga," ujarnya.
Sementara itu, prebiotik yaitu serat pada tempe tidak akan rusak dengan dimasak.
"Prebiotik yaitu serat pada tempe, gak rusak dengan dimasak. Mereka tidak selemah itu," tutup dr. Dion.
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Wabup Gunungkidul Buka Konsultasi Publik RKPD 2027
16 Januari 2026
Dough Darlings Luncurkan Rangkaian Donat Artisan yang Unik dan Autentik
16 Januari 2026
Lanal Cilacap Peringati Hari Dharma Samudera 2026 dengan Upacara Khidmat
16 Januari 2026
Bank BPD DIY Serahkan Bantuan Mobil Ambulans untuk RSUD Prambanan
16 Januari 2026
RSUP Dr. Sardjito Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Anak di Cilacap
16 Januari 2026
Grand Candi Hotel Semarang Rayakan HUT ke-28, Hadirkan Rangkaian Acara Timeless Harmony
16 Januari 2026
Kemenkum Jateng Monitoring dan Pembinaan MPD Notaris di Boyolali
16 Januari 2026
Desa Krandegan Raih Juara 3 Lomba Desa Digital Tingkat Nasional 2025
16 Januari 2026
Pemprov Jateng Terapkan SOTK Baru Guna Percepat Program Pembangunan
16 Januari 2026
Kemenkum Jateng Perkuat Pembinaan Posbankum di Temanggung
16 Januari 2026

