Kemenag dan BI Gelar Konferensi Tahunan W2WF
Kemenag saat ini menjalankan empat program utama untuk memperkuat peran zakat dan wakaf.
Sabtu, 02 November 2024 | 19:31 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Jakarta- Kementerian Agama (Kemenag) bersama Bank Indonesia menggelar Konferensi dan Pertemuan Tahunan World Zakat and Waqf Forum (WZWF) di Jakarta Convention Center pada Jumat-Sabtu, 1-2 November 2024. Acara yang menjadi bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ini turut didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Dengan tema “Tatanan Global Zakat-Wakaf Baru: Komunitas Global yang Bersatu Berdasarkan Keadilan, Kasih Sayang, dan Kesejahteraan Bersama,” konferensi ini dihadiri oleh peserta dari 43 negara anggota WZWF. Forum ini mempertemukan para pemimpin global, praktisi, pengusaha, dan generasi muda untuk membahas inovasi dan masa depan pengelolaan zakat dan wakaf.
BERITA TERKAIT:
Gus Yasin: Pesantren Harus Jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri
Kemenag dan LPDP Percepat Penyaluran Beasiswa untuk Tahun 2025
Kementerian Agama Gelar Pelatihan Multimedia Pesantren di Lima Perguruan Tinggi
Ismail Cawidu: Kemenag Rumah Besar Bagi Semua Umat
Sebanyak 1.959 Warga Ajukan Permohonan Paspor Haji 2026 di Kanim Wonosobo
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, berharap konferensi ini dapat menghasilkan gagasan-gagasan baru yang memaksimalkan peran zakat dan wakaf sebagai solusi berbagai tantangan global. “Kita perlu mengkaji bagaimana zakat dan wakaf dapat menjadi jawaban atas berbagai tantangan dunia,” kata Nasaruddin dalam keterangan resmi Kemenag, Sabtu, 2 November 2024.
Menag juga menekankan pentingnya teknologi digital dalam mendukung transparansi dan efektivitas distribusi zakat dan wakaf. “Teknologi memungkinkan jangkauan pengumpulan zakat dan wakaf hingga skala global dan memastikan dana dimanfaatkan secara produktif dan tepat sasaran,” tambahnya.
Selain itu, Nasaruddin menyoroti bonus demografi Indonesia sebagai peluang besar untuk pemberdayaan generasi muda melalui pendidikan dan keterampilan yang didukung oleh dana zakat dan wakaf. “Jika ini berhasil, kita akan melihat dampak jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Kemenag saat ini menjalankan empat program utama untuk memperkuat peran zakat dan wakaf, yaitu Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan Kota Wakaf. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan zakat dan wakaf sebagai alat pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BWI, Kamaruddin Amin, yang juga menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam, memperkenalkan Gerakan Indonesia Berwakaf. Gerakan ini adalah langkah strategis untuk mengembangkan aset wakaf nasional melalui pilar inklusivitas, keberlanjutan, dan inovasi demi kesejahteraan masyarakat.
Kamaruddin menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 445.410 lokasi tanah wakaf yang mencakup 36.240 madrasah, 1.100 kantor KUA, 220.000 masjid, dan 266.413 musala. “Gerakan ini akan fokus pada pengembangan aset-aset tersebut untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan konservasi lingkungan. Selain mendukung madrasah, gerakan ini mendorong pendirian rumah sakit, pemberian beasiswa, serta inisiatif wakaf hijau untuk pelestarian alam,” ungkapnya.
Kamaruddin juga mengajak negara-negara dan organisasi internasional untuk bekerja sama dalam mengoptimalkan potensi wakaf secara global. Dengan teknologi digital, Gerakan Indonesia Berwakaf dapat memastikan pengelolaan wakaf yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Inovasi dalam pengelolaan zakat dan wakaf, seperti wakaf korporasi dan wakaf saham, juga didorong untuk menjawab peluang investasi modern. Konferensi ini mencakup sesi-sesi pembelajaran dari para ahli yang berbagi praktik terbaik, solusi inovatif, dan kerangka kerja terbaru.
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Agama Malaysia, Mohd Na’im Mokhtar, dan diikuti oleh 250 peserta dari 43 negara anggota WZWF, dengan dukungan sponsor seperti Bank Mega Syariah, Bank CIMB Niaga Syariah, dan PT Paragon Technology and Innovation.
***tags: #kementerian agama #bank indonesia #badan amil zakat nasional (baznas) #nasaruddin umar
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Pengurus Dekranasda Klaten 2025-2030 Dilantik untuk Dorong UMKM Naik Kelas
13 Desember 2025
Bupati Sragen Paparkan Delapan Penekanan Utama Jelang Nataru
13 Desember 2025
KAI Wisata Hadirkan “Season of Wonder” di 6–31 Desember 2025
13 Desember 2025
Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Modus Korban Tabrak
13 Desember 2025
KAI Wisata X Jakarta Clothing Ramaikan Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Lawang Sewu
13 Desember 2025
Kebakaran Landa Sebuah Ruko di Penjaringan, Kerugian Mencapai Rp100 Juta
13 Desember 2025
Santri Lapas Semarang Belajar Agama Dengan Nonton Film Jejak Rasul
13 Desember 2025
Uji Petik Layanan AHU di MPP Banyumas: Kemenkum Jateng Dorong Penguatan Pelayanan Publik
13 Desember 2025
Nekat Edarkan Sabu, Seorang Pria Diringkus Polisi di Tanjung Priok
13 Desember 2025
Sebanyak Enam Orang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan di Jaksel
13 Desember 2025
Sragen Raih Predikat Kabupaten Terinovatif di Ajang IGA 2025 Empat Kali Berturut-turut
13 Desember 2025

