Alat Pemantau Kualitas Udara Ditargetkan Beroperasi November 2024
“Sekarang sedang pemasangan atap dan AC. Konstruksinya sudah berlangsung selama dua bulan,” jelasnya.
Minggu, 03 November 2024 | 19:38 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Kuaka
KUASAKATACOM, Rembang – Stasiun Pemantau kualitas udara Ambien (SPKUA) di Rembang'>Kabupaten Rembang, ditargetkan selesai dalam waktu dekat, dan diperkirakan mulai beroperasi pada pertengahan November 2024.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang'>Kabupaten Rembang, Taufik Darmawan, saat dihubungi, Jumat (1/11/2024). Menurutnya, Rembang menjadi salah satu dari tiga kabupaten di Jawa Tengah, yang memiliki SPKUA.
BERITA TERKAIT:
Alat Pemantau Kualitas Udara Ditargetkan Beroperasi November 2024
Kualitas Udara di Kota Sukabumi Diklaim Masih Baik, Ini Sebabnya
Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia pada Minggu Pagi
10 Provinsi dengan Kualitas Udara Terburuk Pagi Ini, Sabtu 18 Mei 2024
10 Kota dengan Udara Pagi Paling Bersih se-Indonesia, Solo Salah Satunya
Taufik menjelaskan, progres pembangunan SPKUA saat ini sudah mendekati 90 persen. Seluruh peralatan utama sudah terpasang, tinggal pemasangan peralatan pendukung untuk memenuhi kebutuhan operasional.
“Sekarang sedang pemasangan atap dan AC. Konstruksinya sudah berlangsung selama dua bulan,” jelasnya.
Disampaikan, SPKUA merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, yang akan ditempatkan di lingkungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) kabupaten setempat.
“Dari empat lokasi yang kami survei kemarin, yang memenuhi kriteria untuk penempatan alat pemantau adalah di lingkungan Dinas Pertanian Rembang'>Kabupaten Rembang,” jelasnya.
Meski stasiun pemantau kualitas udara berada di lingkungan kantor Dintanpan Rembang, lanjutnya, monitor untuk memantau status kualitas udara tetap ditempatkan di kantor DLH Rembang.
“Kami bisa memantau kondisi kualitas udara Rembang'>Kabupaten Rembang secara real time, dan itu langsung terhubung dengan server kementerian. Jadi kita bisa mengetahui status udara di Rembang'>Kabupaten Rembang, apakah baik atau buruk, dari alat tersebut,” bebernya.
Taufik memperkirakan, alat tersebut akan mulai beroperasi pertengahan November 2024.Beberapa waktu lalu juga dilakukan percobaan untuk memastikan alat ini sesuai dan akurat.
“Itu melalui trial and error, umumnya berlangsung selama tiga bulan sampai alat tersebut benar-benar stabil,” pungkasnya.
***tags: #kualitas udara #kabupaten rembang #dinas lingkungan hidup #rembang
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Polisi Tangkap Tersangka Kasus Lab Tembakau Sintetis di Jaksel
20 Januari 2026
Pemda dan BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Bencana Sumatra
20 Januari 2026
Sebanyak Tiga Orang Ditangkap terkait Kasus Gas Oplosan di Bekasi
20 Januari 2026
Tim PkM USM Ajak Guru TK di Semarang Tingkatkan Kualitas Pribadi dan Profesionalitas
20 Januari 2026
Tim PkM USM Beri Edukasi Pengelolaan Keuangan Usaha Multi Bidang
20 Januari 2026
Oknum Guru Diduga Cabuli Belasan Siswi SD di Tangerang
20 Januari 2026
Sepanjang 2025 Pemkot Semarang Berhasil Kendalikan Stunting dan Capaian UHC 100 Persen
20 Januari 2026
Perjalanan Kereta Wisata Terganggu Akibat Banjir
20 Januari 2026
Kemenkum Jateng Periksa Substantif Naturalisasi WNA asal Korsel dan Yaman
20 Januari 2026
Kemenkum Jateng Ikuti Peresmian Posbankum Provinsi DIY
20 Januari 2026
Meskipun Cuaca Ekstrem, Sumarno Pastikan Ketersediaan Pangan di Jateng Aman
20 Januari 2026

