Serangan Ulat Jati di Gunungkidul, Pemkab: Musiman, Tidak Bahaya
"Pada pagi hari, hampir seluruh ulat di sisi selatan sudah turun," ujarnya.
Rabu, 20 November 2024 | 10:29 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Kuaka
KUASAKATACOM, Jakarta – Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta saat ini tengah dihadapkan pada serangan ulat jati yang menyebar luas. Fenomena ini menjadi viral setelah beberapa video mengenai kejadian tersebut beredar di media sosial.
Keberadaan ulat jati ini mengganggu aktivitas warga setempat, termasuk para pengendara sepeda motor.
BERITA TERKAIT:
Kutuk Serangan Iran ke Wilayahnya, Qatar: Kami Punya Hak Membalas
Kecam Serangan Israel ke Iran, Saudi Sebut Ganggu Perdamaian Timur Tengah
Iran Balas Serang Israel dengan Rudal Balistik, Sejumlah Gedung Hancur
Otoritas Kesehatan Gaza Kecam Serangan Israel ke Kompleks Medis
Sebanyak 30 Orang Tewas dalam Serangan Kereta Api di Pakistan
Sutopo, seorang warga Desa Wareng, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, menjelaskan bahwa banyak ulat jatuh dari pohonnya pada pagi hari.
"Pada pagi hari, hampir seluruh ulat di sisi selatan sudah turun," ujarnya.
Sutopo kemudian berbagi pengalaman saat melewati jalan yang dipenuhi ulat jati sambil merekam kejadian tersebut. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan menuju pantai melalui Pulegundes, Tepus, Gunungkidul. Ia mengatakan bahwa tubuhnya dipenuhi oleh ulat jati, namun ia hanya bisa pasrah menghadapinya.
Meskipun tidak merasa takut, Sutopo mengungkapkan kekhawatirannya, mengingat ulat-ulat tersebut bisa mengganggu konsentrasi pengendara dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Terkait fenomena ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau agar warga tidak perlu cemas. Menurut mereka, serangan ulat jati ini adalah fenomena musiman yang biasanya tidak berbahaya. Namun, kontak langsung dengan jenis ulat tertentu dapat menyebabkan iritasi kulit atau alergi pada orang yang sensitif.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dispar Gunungkidul, menyarankan wisatawan yang mengunjungi objek wisata alam untuk mengenakan pakaian pelindung, seperti lengan panjang, celana panjang, dan sepatu tertutup, guna mengurangi risiko kontak dengan ulat.
***tags: #serangan #ulat jati #gunungkidul
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
KAI Daop 5 Gandeng Kejari Cilacap untuk Perkuat Penanganan Hukum dan Pengamanan Aset
09 Desember 2025
Fun Walk Inklusif Warnai Peringatan HDI 2025 di Sukabumi
09 Desember 2025
Menteri ATR/BPN Siap Lindungi Lahan Bencana Sumatera dari Ancaman Mafia Tanah
09 Desember 2025
KAI Wisata Goes to School: Dekatkan Dunia Perkeretaapian kepada Generasi Muda
09 Desember 2025
Polres Semarang Gelar Latihan Gabungan Penanganan Bencana
09 Desember 2025
OJK Jateng Gandeng FKIJK Wujudkan Inklusi Keuangan untuk Pelajar dan Disabilitas Kurang Mampu
09 Desember 2025
Kereta Wisata Siap Layani Wisatawan di Masa Libur Natal dan Tahun Baru
09 Desember 2025
Miliki Komitmen Ciptakan Birokrasi yang Bersih, GubernurJateng Raih Dua Penghargaan dari KPK
09 Desember 2025
Puncak Peringatan HDI 2025, Berbagai Bantuan Diserahkan untuk Penyandang Disabilitas
09 Desember 2025
KAI Services Ambil Bagian di Pameran Hari Antikorupsi Sedunia 2025
09 Desember 2025

