Ketika Ayah Menangis: Kisah Dosen yang Tersentuh oleh Perjuangan Orang Tua untuk Anak
Cerita ini menuai berbagai tanggapan dari netizen Instagram.
Kamis, 21 November 2024 | 15:41 WIB - Ragam
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Jakarta – Sebuah postingan di akun @ibuiramira di platform X yang di-repost oleh akun Instagram @pikology berisi cerita mengharukan tentang seorang dosen yang menangis setelah mendengar curhatan seorang ayah dari mahasiswanya.
Cerita tersebut dimulai dengan deskripsi ayah yang datang ke ruang prodi menggunakan jaket kumal, sepatu lusuh, dan mengendarai vespa tua. Kisahnya terjadi 14 tahun lalu, ketika seorang ayah tiba-tiba datang ke ruang prodi dan menanyakan ijazah anak perempuannya.
BERITA TERKAIT:
MAN 2 Kudus Gelar Silaturahmi dengan Orang Tua Santri Baru
20 Persen Lulusan Unika Soegijapranata Terserap di Perusahaan “Orang Tua” Jateng-DIY
Kisah Arya: 14 Tahun Merawat Ibu dengan Ketulusan, Bukti Kasih Sayang Tanpa Batas
Ketika Ayah Menangis: Kisah Dosen yang Tersentuh oleh Perjuangan Orang Tua untuk Anak
Kisah Anak Lunasi Hutang Orang Tua 24 Tahun Silam
Sang ayah berkata, "Ijazah anak saya masih ditahan di prodi karena belum revisi." Pihak prodi pun memeriksa kebenaran pernyataan tersebut. Namun, yang ditemukan justru mengejutkan. Anak perempuan ayah tersebut ternyata tidak pernah menyelesaikan kuliahnya.
Bahkan, mata kuliah yang diambilnya hanya selesai setengah jalan, dan ia sudah lama berhenti kuliah. Yang lebih mengejutkan, anaknya setiap hari tetap berpura-pura pergi kuliah, meskipun kenyataannya ia tidak pernah menghadiri perkuliahan.
Sang ayah pun sangat terpukul mendengar kenyataan ini, terutama setelah ia bekerja keras membanting tulang untuk membiayai kuliah anaknya.
Mendengar informasi tersebut, sang ayah menangis. Tak lama kemudian, ia pergi meninggalkan ruangan.
Setelah ayah tersebut pergi, dosen yang menemui sang ayah juga ikut menangis. Dalam postingannya, dosen itu berkata, "Kalian juga, kalau di posisi saya, mungkin ikut menangis." dosen tersebut menceritakan kondisi pakaian sang ayah, yang mengenakan jaket coklat kumal dengan tambalan, sandal usang, dan bahkan sempat melepas sandalnya sebelum masuk ruangan hingga dipersilakan memakainya kembali oleh pihak prodi.
Ketika dosen itu mengantar sang ayah ke parkiran, ia semakin terenyuh melihat sang ayah mengendarai vespa tua yang susah dinyalakan. Ia mengungkapkan bahwa wajah sang ayah masih sangat membekas dalam ingatannya, bahkan bertahun-tahun kemudian.
Cerita ini menuai berbagai tanggapan dari netizen Instagram. Salah satu komentar berbunyi:
"Aku tuh iriiii tauuuuu... lihat orang tua yang kerja keras dan gajinya nggak seberapa, tapi bisa menyekolahkan anaknya sampai kuliah. Beda banget sama orang tuaku yang gajinya lumayan, tapi sayang banget kalau duitnya dipakai buat biaya anak sekolah."
Ada pula komentar yang menyayangkan sikap sang anak:
"Aneh banget. Orang tuanya mati-matian nyekolahin anaknya, anaknya malah nggak bersyukur. Sedangkan di luar sana banyak yang mati-matian cari uang sendiri buat biaya kuliah karena orang tuanya nggak mampu atau nggak mau biayain anaknya."
Secara keseluruhan, cerita ini membuat banyak netizen merasa terharu dan sedih. Mereka menyesalkan sikap anak yang menyia-nyiakan pengorbanan ayahnya yang bekerja keras demi membiayai pendidikannya.
Ditulis oleh wartawan magang Delnavaz Ananda cahyaningrum
***tags: #orang tua #dosen #mahasiswa #kisah
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
USM Berkomitmen Perkuat Peran Strategis di Tengah Dinamika Perubahan Global
05 Desember 2025
DPRD Kota Semarang Dorong Perbaikan Insfrastruktur Pasca Banjir
05 Desember 2025
Persib Siap Jaga Tren Positif Hadapi Borneo FC di Laga Tunda
05 Desember 2025
Unika Soegijaprata Pamerkan Hasil Program Kerja Mahasiswa KKU/KKS
05 Desember 2025
Gus Yasin Ajak Ribuan Jamaah Jateng Bersholawat, Berdoa untuk Korban Bencana
05 Desember 2025
KAI Wisata Berkomitmen Jaga Kelestarian Jalur Kereta Api Wisata Heritage
05 Desember 2025
Luncurkan FED, Pemprov Jateng Berkomitmen Percepat Transisi Energi
05 Desember 2025
Sukses Sidang SCCR, Proposal Indonesia Didukung Sejumlah Negara dan Kelompok Regional Besar
05 Desember 2025
Wagub Jateng Minta Kesadaran Menegakkan Aturan Perlu Terus Dijaga
05 Desember 2025
PSM Makassar Siapkan 8.415 Tiket untuk Laga Bigmatch Lawan Persebaya
05 Desember 2025
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Penguatan Program Lingkungan Atasi Mikroplastik
04 Desember 2025

