Bayi tanpa tempurung kepala di Solo. Foto: Istimewa.

Bayi tanpa tempurung kepala di Solo. Foto: Istimewa.

Bayi Naufal Asal Solo Lahir Tanpa Tempurung Kepala Butuh Uluran Tangan

Mereka kini lebih banyak mengandalkan bantuan orang lain untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.

Rabu, 10 Maret 2021 | 09:29 WIB - Insani
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Solo - Dilema sempat dirasakan seorang ibu muda bernama Ayu Endang Pujiati (29) Warga Sidorejo, Kelurahan Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Pasalnya, ia harus memilih antara mempertahankan atau menggugurkan kandungannya. Berdasarkan hasil ultrasonografi (USG), janin di dalam kandungan Ayu terdeteksi tidak memiliki tempurung kepala.

Istri dari Syarifuddin Hidayatullah (31) akhirnya memilih untuk mempertahankan kandungannya hingga lahirlah bayi laki-laki melalui operasi sesar pada tanggal 22 Februari 2021 lalu. Banar saja, bayi yang diberi nama Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah itu betul-betul lahir tanpa tempurung kepala. Saat ini, bayi malang itu harus menggunakan selang untuk minum susu formula dan  selang oksigen.

Ayu menerangkan bahwa kondisi tersebut disebabkan lantaran saat dalam kandungan janinnya terpapar virus. Selain itu, lanjut Ayu, janin itu sebenarnya bisa diselamatkan jika kondisinya diketahui sejak usia kandungan dua bulan.

BERITA TERKAIT:
Tiga Pedagang Alun-alun Utara Solo Reaktif Antigen
Peringati 100 Hari Wafatnya Habib Hasan Mulachela, Keluarga Berbagi kepada Sesama
Seorang Remaja Asal Pasar Kliwon Ditangkap Lantaran Keroyok 5 Warga di Solo
Stroke Kambuh, Seorang Warga Solo Terpeleset ke Sumur hingga Tewas
Pasien Covid-19 dari Luar Kota Dominasi Okupansi Ruang Isolasi di Solo
Terpapar Corona, Rais Syuriah NU Inggris Meninggal Dunia
Gibran Minta Warganya Tak Hadiri Hajatan di Luar Kota

"Katanya (dokter) karena toksoplasma. Sebetulnya kalau masih dua bulan bisa ditangani, tapi ketahuannya empat bulan. Awalnya saya USG di bidan, lalu usia empat bulan ke dokter baru ketahuan ada kelainan," jelas Ayu, Selasa (9/3/2021).

 

Sejak kandungan berusia empat bulan, terang Ayu, kondisi janin sudah diketahui oleh dokter. "Sebetulnya disarankan dikeluarkan saat itu (digugurkan), tetapi saya berpikir kalau sudah empat bulan itu sudah bernyawa. Saya tetap pertahankan sampai sekuatnya," tuturnya.

Ayu mengaku Naufal lahir dengan berat badan dan panjang normal, yakni 3 kg dan 48 cm. Bahkan, ia mengaku tidak pernah mengalami gejala sakit selama mengandung anak keduanya tersebut. "Tidak ada keluhan selama hamil. Justru saat anak pertama dulu mengalami cacar air, dikasih dokter obat keras, tapi anaknya tidak kenapa-kenapa," akunya.

Menurut keterangan dokter, lanjut dia, harapan bayi tersebut untuk hidup 30 persen. Naufal kini dirawat di rumah dengan pengawasan tim dokter dari RS Brayat Minulya. "Kata dokter tidak bisa dioperasi, tapi ini terus dipantau rumah sakit dan puskesmas. Harapannya kalau bisa terus stabil, nanti bisa diberi penanganan," jelasnya.

Ayu menambahkan, saat ini dirinya masih sakit karena operasi sesar. Ditambah lagi, suaminya sudah tidak bekerja selama dua minggu ini karena anak tidak bisa ditinggal. Sementara itu, mereka kini lebih banyak mengandalkan bantuan orang lain untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.


tags: #solo #bantuan #bayi #tempurung kepala

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI