Mbah Ngatmi, lansia yang tinggal di rumah tak layak huni di Sukoharjo. Foto: Istimewa.

Mbah Ngatmi, lansia yang tinggal di rumah tak layak huni di Sukoharjo. Foto: Istimewa.

Di Usia Senja, Mbah Ngatmi Terpaksa Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Camat Bendosari melaporkan bahwa ada warganya yang membutuhkan bantuan terkait kondisi rumah yang tak layak huni.

Kamis, 26 Agustus 2021 | 11:09 WIB - Insani
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Sukoharjo – Nasi pilu dialami lansia bernama Ngatmi (70) warga warga Dukuh Tengklik RT 3/7, Desa Manisharjo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pasalnya, di usianya yang sudah senja, Mbah Ngatmi terpaksa tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH).

Terlihat, rumah Mbah Ngatmi hanya berdindingkan anyaman bambu atau gedek dan hanya berlantaikan tanah. Selain itu, rumah Mbah Ngatmi juga tidak memiliki ventilasi yang baik. Bahkan rumah lansia itu tidak memiliki MCK sendiri.

Namun, rumah Mbah Ngatmi tak lama lagi bakal dilakukan renovasi sehingga struktur bangunan akan menjadi lebih baik. Hal tersebut setelah Mbah Ngatmi mendapat bantuan senilai Rp 20 juta untuk renovasi rumahnya.

BERITA TERKAIT:
Di Usia Senja, Mbah Ngatmi Terpaksa Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM meyambangi langsung kediaman Mbah Ngatmi, Rabu (25/8/2021). Dalam kunjungannya itu, Bupati datang bersama Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Sukoharjo untuk memberikan bantuan bedah rumah milik Mbah Ngatmi yang dinilai sudah tidak layak huni.

 

“Hari ini bersama Baznas menyampaikan bantuan biaya bedah rumah milik warga di Desa Manisharjo, Bendosari,” tuturnya, Rabu (25/8/2021).

Sebelumya, kata dia, Camat Bendosari melaporkan bahwa ada warganya yang membutuhkan bantuan terkait kondisi rumah yang tak layak huni. Menindaklanjuuti laporan itu, Baznas langsung melakukan survei dan memang benar rumah Ngatmi butuh perbaikan karena masuk kategori RTLH.

Bantuan yang diberikan senilai Rp 20 juta yang akan digunakan untuk memperbaiki rumah Mbah Ngatmi. Bupati berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan bauk memperbaiki rumah sehingga menjadi rumah layak huni.

Bupati juga mengatakan, untuk warga lain yang memenuhi kriteria juga akan dibantu. Hal itu dikarenakan Pemkab tidak pilih-pilih dalam menyalurkan bantuan untuk warga yang membutuhkan. “Selama ini program rehab RTLH terus berjalan tiap tahun dengan sumber pembiayaan pemerintah pusat, provinsi maupun daerah.” tukasnya.


tags: #mbah ngatmi #rumah tidak layak huni #bupati sukoharjo #baznas sukoharjo

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI