Memilukan, Bayi Perempuan Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Operasi

Kepala Desa Karangan Pujianto mengaku sangat prihatin dengan kondisi warganya yang melahirkan bayi tanpa memiliki tempurung kepala.

Selasa, 27 Desember 2022 | 21:20 WIB - Nestapa
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Ponorogo – Begitu memilukan nasib bayi perempuan bernama Tiara Maleeha Robbani asal  Dusun Tunggur, Desa Karangan, Kecamatan Bagdegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Betapa tidak, bayi berusia tujuh bulan itu harus menerima kenyataan terlahir tanpa tempurung kepala.

Lebih memilukannya lagi, Tiara juga memiliki kelainan lain pada bibir dan bentuk hidung yang tidak sempurna.

BERITA TERKAIT:
Mayat Bayi Ditemukan di Situ Jatijajar, Polisi: Terbungkus Plastik Transparan
Polisi Buru Orangtua yang Telantarkan Bayi di Depan Ruko Taman Sari
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Kasus Perdagangan Bayi di Jakbar
Satu Bayi di Panti Asuhan Bangetayu Kulon Semarang Tewas Tak Wajar
Sesosok Mayat Bayi Ditemukan di Kebun Kawasan Bekasi

Dengan kondisi tersebut, Tiara hanya bisa berbaring lemas di tempat tidur atau di pangkuan kedua orang tuanya yakni Maya Mujayani (21) dan Tulus Heri Siswono (24).

Meski begitu, kedua orang tua Tiara tak putus asa untuk terus merawat dan mempejuangkan kehidupan sang buah hati. Berdasarkan rekomendasi dokter, Tiara harus menjalani operasi agar keadannya bisa lebih baik.

Namun, meski nantinya telah dilakukan operasi, kemungkinan hidup untuk bayi Tiara sangat minim.

 

“Katanya (dokter, red.) operasinya cuma bisa di Jakarta. Resikonya kemungkinan hidup tidak lama. Makanya saya putuskan untuk diasuh di rumah saja,” tutur Mujayani.

Tak hanya mengkhawatirkan kondisi Tiara, Mujayani juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit agar proses operasi berjalan lancar nantinya. Menurutnya, meski sudah mendapatkan KIS (Kartu Indonesia Sehat), namun biaya yang lain juga perlu diperhatikan.

“Suami saya juga cuma karyawan warung bakso di Surabaya. Perkiraan biayanya lebih dari Rp10 juta,” ucap Mujayani sedih.

Lebih lanjut, ia berharap, bayi Tiara tetap sehat dan bisa sembuh serta berkembang seperti anak lainnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Karangan Pujianto mengaku sangat prihatin dengan kondisi warganya yang melahirkan bayi tanpa memiliki tempurung kepala.

" Kami dari pihak desa akan terus berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk memberikan solusi. Dan kami berharap ada uluran tangan bagi adik Tiara untuk biaya operasinya," harap pujiyanto.

***

tags: #bayi #ponorogo #tanpa tempurung kepala

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI