Ilustrasi menggosok gigi dengan siwak, Foto: Istimewa

Ilustrasi menggosok gigi dengan siwak, Foto: Istimewa

Siwak, Lebih Baik dari Sikat Gigi Biasa?

Batang pembersih gigi ini lebih dianjurkan oleh para ahli daripada sikat dan pasta gigi biasa.

Kamis, 28 Januari 2021 | 18:04 WIB - Trik
Penulis: - . Editor: Ririn

siwak alias ‘miswak’ telah lama dikenal masyarakat muslim sebagai alat membersihkan gigi dan mulut. Beberapa komunitas muslim di Timur Tengah, Pakistan, dan India bahkan masih menggunakan batang siwak untuk menyikat gigi hingga sekarang. Modern ini sudah banyak produk-produk kesehatan mulut yang menggunakan ekstrak batang siwak sebagai salah satu kandungan aktifnya.

Batang pembersih gigi ini kabarnya lebih dianjurkan oleh para ahli daripada sikat dan pasta gigi biasa. Benarkah demikian?

Lahirnya Budaya Bersiwak

BERITA TERKAIT:
Memulai Bisnis di Pusaran Pandemi, Perhatikan Tips Berikut
Beginilah Cara Kerja Sistem COD (Cash On Delivery), Perhatikan Sebelum Belanja Online
Investasi Menjanjikan, Inilah Beberapa Cara Mendapatkan Bitcoin
Keuntungan Mengunyah Permen Karet: Bakar Kalori Sampai Kuatkan Memori!
Meredam Rasa Panik Saat Berangkat Vaksinasi
Lima Gadget Buat Upgrade Interior Mobil Anda, yang Ketiga Wajib Punya!
Genmaicha, Teh Unik Asal Jepang Pengontrol Gula Darah

siwak umumnya terbuat dari potongan ranting suatu jenis tanaman yang dinamakan pohon arak atau Salvadora persica yang tersebar di negara-negara di Timur Tengah dan Afrika. Pohon ini tumbuh di dekat gurun yang dekat dengan sumber air, atau di dataran berumput sabana.

Pohon arak berbau wangi yang khas dengan rasa yang sedikit pedas. Kulit batangnya dapat dikupas dan serat kayunya akan terurai bila dikunyah menyerupai bulu-bulu lembut sikat. Maka masyarakat dahulu memanfaatkan batang pohon arak tersebut sebagai pembersih gigi.
siwak adalah tradisi kental di antara masyarakat muslim. Dalam agama Islam Nabi Muhammad SAW seringkali menganjurkan umatnya untuk bersiwak, seperti dalam hadis yang berbunyi “Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu” (HR. Al-Bukhari). 

Hal ini didasari dari ajaran Islam untuk selalu menjaga kebersihan termasuk rongga mulut dan gigi. Anjuran bersiwak juga diterapkan setiap sebelum beribadah, sebelum memasuki rumah orang lain, sebelum dan sesudah bepergian, sebelum dan sesudah tidur, dan setiap hari Jumat. Tak heran siwak menjadi ‘heritage’ yang terus diturunkan masyarakat muslim hingga sekarang.

Cara Menggunakan siwak

Secara tradisional batang siwak yang fresh dari pohonnya akan dipotong seukuran sikat gigi agar mudah dibawa dan dipakai. Ujung batang dikupas sekitar satu sentimeter dan kemudian dikunyah agar serat-seratnya terurai membentuk bulu.

Bila sudah cukup lunak dan lembut bulu-bulu ini kemudian direndam dalam air. Batang siwak sudah dapat digunakan untuk menyikat gigi. Saat bulu-bulu sudah mulai rusak, batang dapat dipotong dan dikupas lagi hingga batang siwak habis.

 

Produsen kesehatan gigi dan mulut sudah banyak yang memanfaatkan kandungan siwak ini dalam produk mereka. Alasan batang siwak yang sulit didapatkan di beberapa negara menjadikan produk-produk siwak instan ini menjadi alternatif yang populer.

Dianjurkan Secara Klinis

Word Health Organization (WHO) telah menganjurkan penggunaan siwak sebagai pembersih gigi sejak tahun 1986 silam. Pada tahun 2000 dilakukan lagi penelitian lanjutan mengenai manfaat siwak terhadap gigi dan mulut.

Penelitian itu membuktikan orang-orang yang menggunakan siwak untuk menyikat gigi memiliki kesehatan mulut dan gigi yang jauh lebih baik daripada pengguna sikat gigi. Studi lain juga dilakukan dengan hasil yang mirip, bahwa orang-orang pengguna siwak membutuhkan lebih sedikit perawatan gigi ekstra.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Saudi Medical Journal, berkat kandungan flouride yang tinggi siwak memiliki sifat efektivitas anti-pembusukan yang sangat tinggi. Maka dari itu siwak dapat mencegah terbentuknya macam-macam gangguan gigi seperti plak dan karies yang menggerogoti lapisan gigi. Rasa batang siwak yang pedas saat dikunyah juga dapat meningkatkan produksi air liur yang baik untuk kesehatan mulut.

Para ahli juga menganjurkan penggunaan siwak yang teratur bila memungkinkan, dibandingkan dengan sikat gigi dengan pasta gigi biasa.

Nah, ternyata selain jadi tradisi semata siwak juga terbukti bermanfaat secara klinis bagi rongga mulut dan gigi. Apakah Anda akan segera beralih ke siwak setelah ini?


*Tulisan di atas dibuat oleh Forsaria Prastika, reporter magang KUASAKATACOM.


tags: #trik #siwak

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI