Ilustrasi overthinking, Gambar: istimewa

Ilustrasi overthinking, Gambar: istimewa

Overthinking, Awan Abu Penghambat Produktivitas

Overthinking bisa jadi tergolong permasalahan psikologis yang serius.

Kamis, 28 Januari 2021 | 20:53 WIB - Trik
Penulis: - . Editor: Ririn

overthinking alias ‘kepikiran’ jadi kosakata yang sering muncul di kalangan anak muda yang galau memikirkan masa depannya. Seringkali istilah overthinking ini disalahgunakan dan muncul berbagai kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

Sebagai fenomena yang manusiawi dan kerap terjadi kapan saja, overthinking yang Anda alami bisa jadi tergolong permasalahan psikologis yang serius. Permasalahan ini dapat mengganggu produktivitas dan fungsi Anda sehari-hari.

overthinking Secara Psikologis

BERITA TERKAIT:
Memulai Bisnis di Pusaran Pandemi, Perhatikan Tips Berikut
Beginilah Cara Kerja Sistem COD (Cash On Delivery), Perhatikan Sebelum Belanja Online
Investasi Menjanjikan, Inilah Beberapa Cara Mendapatkan Bitcoin
Keuntungan Mengunyah Permen Karet: Bakar Kalori Sampai Kuatkan Memori!
Meredam Rasa Panik Saat Berangkat Vaksinasi
Lima Gadget Buat Upgrade Interior Mobil Anda, yang Ketiga Wajib Punya!
Genmaicha, Teh Unik Asal Jepang Pengontrol Gula Darah

Dalam ilmu psikologi overthinking didefinisikan sebagai suatu kondisi saat otak berusaha memikirkan permasalahan yang sama terus menerus dan tiada henti. Biasanya yang dipikirkan adalah hal-hal bersifat negatif. 

overthinking juga melibatkan proses ruminasi, alias proses pemikiran yang berusaha menelisik kembali permasalahan masa lalu dengan berulang-ulang. Ruminasi contohnya memikirkan kembali ucapan-ucapan yang dilontarkan atau perbuatan yang sudah terlanjur, dengan tujuan menganalisis maksud-maksud tersembunyi dan konsekuensi di baliknya.

Secara klinis overthinking timbul dari trauma masa lalu seperti tak percaya diri, ketakutan akan masa lalu yang terulang, atau kegugupan berlebih. Kondisi ini dapat menyebabkan si penderita sulit untuk menikmati hidup. overthinking juga berdampak buruk kepadakemampuan mengatur emosi, menentukan keputusan hidup, kemampuan bersosialisasi, dan jadwal tidur.

Sering Tak Disadari

Sebagian besar orang yang overthinking tak sadar bahwa ia sedang melakukan overthinking. Maka dari itu permasalahan ini sering tak terdeteksi secara klinis. Si penderita hanya akan menganggap kondisi ini sebagai hal yang normal karena semua orang juga mengalami. Seringkali kita pun sering menasihati teman yang ‘overthinking’ dengan cetusan, “Ah sudahlah, abaikan saja,” tanpa memperhatikan kondisi mental sebenarnya.

Untuk mendeteksi overthinking secara dini Anda bisa menanyakan beberapa pertanyaan berikut pada diri sendiri: Apakah Anda merasa sadar akan apa yang ada di pikiran Anda? Apakah Anda sering mempertanyakan mengapa Anda kepikiran akan sesuatu terus-menerus? Apakah Anda kesulitan mengontrol apa yang muncul di pikiran Anda? Apakah Anda kesulitan menerima pikiran-pikiran yang datang tiba-tiba?

 

Bila kebanyakan jawabannya adalah iya, maka Anda bisa jadi mengalami overthinking. Walaupun kelihatannya sulit diatasi, langkah-langkah berikut bisa jadi senjata jitu melawan kepikiran.

Mengurangi overthinking, Mulai dari Mawas Diri

Mawas diri berarti berintrospeksi dan memeriksa kondisi mental diri sendiri dengan jujur. Untuk dapat berdamai dengan overthinking, langkah pertama adalah mencari pemicunya. Misalnya kekhawatiran akan masa depan atau ucapan teman sekantor yang ‘nyelekit’. Saat sebabnya dikenali maka akan lebih mudah untuk mencegah overthinking. Tak semua orang yang overthinking kepikiran terus-menerus sepanjang hari, kok.

Langkah kedua adalah menerima dan tidak melawan. Saat pikiran-pikiran mulai datang, cobalah untuk mengikuti alurnya saja tanpa berusaha menghindar. Benak yang tenang akan mempermudah untuk memproses pemikiran Anda sendiri. Apa sebenarnya yang pikiran itu inginkan?

Langkah ketiga adalah dengan melatih diri akan ‘mindfullness’. Secara psikologis mindfullness adalah kondisi kognitif saat Anda sepenuhnya sadar akan kondisi saat ini dan memiliki mindset untuk memproses suatu kejadian dengan sikap yang tak langsung ‘menghakimi’. Maksudnya, Anda tak akan langsung menilai suatu perihal cenderung buruk hanya semenit setelah mengetahuinya. Anda mengerti bahwa setiap kejadian memiliki penjelasan tersendiri.

Terakhir, lakukan meditasi untuk menenangkan diri. Walaupun tak semua orang memegang agama dengan erat, menerapkan meditasi secara rutin (atau secara agama beribadah) adalah cara jitu untuk meredam pikiran-pikiran negatif. Mungkin tak akan ada jawaban yang datang langsung dari alam semesta, tapi setidaknya Anda akan merasa sedikit lega.

Tentu perjalanan memerangi overthinking tak mudah, tapi sangat mungkin dilakukan. Kuncinya, jangan putus asa dan tetap semangat melatih diri.


*Tulisan di atas dibuat oleh Forsaria Prastika, reporter magang KUASAKATACOM.


tags: #trik #overthinking

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI