Ilustrasi COD, Foto: Istimewa

Ilustrasi COD, Foto: Istimewa

Beginilah Cara Kerja Sistem COD (Cash On Delivery), Perhatikan Sebelum Belanja Online

Sistem cash on delivery marak di Indonesia sekitar era 2010-an.

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:03 WIB - Trik
Penulis: - . Editor: Ririn

Belanja online kini makin dimudahkan dengan berbagai fasilitas yang lengkap bagi kenyamanan pembeli. Sistem COD alias cash on delivery jadi opsi paling mudah bagi konsumen yang tak mempunyai rekening bank atau layanan mobile banking. Tinggal pesan dan voila, barang akan sampai di depan pintu dan pembayaran bisa dilakukan melalui kurir yang mengantar.

Namun tak semua calon pembeli mengerti cara kerja sistem COD ini. Seperti seorang pria asal Muara Tembesi Kota Jambi yang beberapa waktu lalu viral gegara membuka bungkusan barang sebelum membayar kepada kurir. Video itu diunggah akun Instagram @jayalah.negriku (10/2/2021) dan memancing emosi netizen. Pantas saja, pria itu adu mulut dengan seorang kurir ekspedisi dan memaksa membuka bungkusan paket sebelum membayar. Aduh... ternyata si bapak nggak tahu cara kerja sistem COD.

Sistem cash on delivery marak di Indonesia sekitar era 2010-an saat belanja lewat marketplace di media sosial memulai debutnya. Seringkali kita menyingkatnya dengan sistem COD agar mudah diingat dan disebutkan.

BERITA TERKAIT:
Face Shield Plastik Tak Efektif Cegah Penyebaran Covid-19, Ini Faktanya
Melepaskan Diri dari Lingkungan Toxic, Selangkah Merawat Kesehatan Mental
Memulai Bisnis di Pusaran Pandemi, Perhatikan Tips Berikut
Beginilah Cara Kerja Sistem COD (Cash On Delivery), Perhatikan Sebelum Belanja Online
Investasi Menjanjikan, Inilah Beberapa Cara Mendapatkan Bitcoin
Keuntungan Mengunyah Permen Karet: Bakar Kalori Sampai Kuatkan Memori!
Meredam Rasa Panik Saat Berangkat Vaksinasi

Dari namanya cash on delivery bisa diartikan "pembayaran tunai saat pengantaran". Jadi barang yang dipesan tak harus dibayar sebelum pengiriman, tapi langsung dibayarkan saat barang sudah sampai. Sekarang hampir semua platform belanja online seperti Shopee, Tokopedia, BukaLapak dan JD ID sudah menyediakan layanan ini. Situs-situs belanja online tadi bekerja sama dengan pihak ekspedisi untuk mengadakan layanan ini.

Biasanya pelanggan akan ditarik biaya tambahan sebagai biaya administrasi metode pembayaran COD, tergantung situs masing-masing dan area jangkauan. Sistem pembayaran COD juga terbatas. Pasalnya tak semua daerah bisa menerapkan sistem ini dikarenakan dukungan yang belum tersedia oleh pihak penjual maupun kurir. Selain itu jumlah harga barang yang dapat dipesan dengan sistem COD ini juga terbatas. BukaLapak contohnya, membatasi harga barang dari Rp30 ribu sampai Rp 2juta saja.

 

Pembeli hanya perlu melakukan pendaftaran di situs belanja online yang dipilih. Pastikan nama, alamat lengkap, nomor telefon, dan alamat email terisi agar paket tidak kesasar. Kemudian pilih barang yang akan dibeli seperti layaknya membeli barang dengan sistem pembayaran transfer.

Kemudian pilih sistem pembayaran COD (cash on delivery) yang ada di opsi pembayaran dan lakukan konfirmasi kapan pesanan akan diantar. Hal ini penting karena pembeli diharuskan untuk membayarkan uang tunai kepada kurir.

Selesai deh. Pembeli tinggal menunggu sampai paket diantar ke tujuan. Saat paket datang kurir akan menagih jumlah harga barang dan ongkos kirim. Kalau tak ada uang pas, tenang saja, si kurir pasti membawa uang kembalian kok.

Ingat, pembeli diharuskan untuk membayar sebelum membuka paket, ya. Apabila ada keluhan dengan keadaan barang pembeli dapat mengajukan protes kepada pembeli melalui layanan yang telah disediakan di situs belanja online masing-masing. Jangan sampai viral seperti bapak-bapak tadi, hehe.

*Tulisan di atas dibuat oleh Forsaria Prastika, reporter magang KUASAKATACOM.


tags: #trik #cod

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI