Ilustrasi UMKM, Gambar: Istimewa

Ilustrasi UMKM, Gambar: Istimewa

Memulai Bisnis di Pusaran Pandemi, Perhatikan Tips Berikut

Pandemi juga membuat banyak masyarakat lebih selektif serta memiliki skala prioritas.

Jumat, 26 Februari 2021 | 13:05 WIB - Trik
Penulis: - . Editor: Ririn

Memiliki bisnis sendiri tentu merupakan salah satu cita-cita yang banyak dimiliki masyarakat di Indonesia. Sumber daya alam yang melimpah pada tiap daerah dilengkapi dengan beragam budaya hingga kuliner membuat potensi memulai bisnis di Indonesia cukup luas. Hingga saat ini banyak UMKM tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Menurut BPS (Badan Pusat Statisik) jumlah UMKM yang ada di Indonesia mencapai hingga 64 juta pada tahun lalu. Angka tersebut mencakup hingga 99% dari jumlah keseluruhan usaha yang ada di Indonesia. Dapat dilihat melalui jumlah yang ada, UMKM menjadi sokongan penting dalam roda ekonomi Indonesia bahkan sejak dahulu.

Hadirnya pandemi COVID-19 pada awal tahun lalu cukup berdampak bagi perekonomian Indonesia. Tak dapat dipungkiri UMKM adalah salah satu yang terdampak cukup besar. Namun dibalik itu, lowongan pekerjaan juga semakin sulit didapatkan serta banyak yang terkena PHK. Hal itu membuat tak sedikit masyarakat keluar dari zona nyamannya dan mulai merintis usaha kecil secara mandiri. Berikut beberapa tips yang dapat diperhatikan ketika memulai bisnis di tengah pandemi menurut Dr. Bekta Berti Retnawati S.E., M.Si. salah satu dosen Fakultas Ekonomi dan bisnis Unika Soegijapranata.

BERITA TERKAIT:
Face Shield Plastik Tak Efektif Cegah Penyebaran Covid-19, Ini Faktanya
Melepaskan Diri dari Lingkungan Toxic, Selangkah Merawat Kesehatan Mental
Memulai Bisnis di Pusaran Pandemi, Perhatikan Tips Berikut
Beginilah Cara Kerja Sistem COD (Cash On Delivery), Perhatikan Sebelum Belanja Online
Investasi Menjanjikan, Inilah Beberapa Cara Mendapatkan Bitcoin
Keuntungan Mengunyah Permen Karet: Bakar Kalori Sampai Kuatkan Memori!
Meredam Rasa Panik Saat Berangkat Vaksinasi

Menjadi Adaptif

Melihat kondisi sekarang, masyarakat lebih sering berbelanja melalui berbagai aplikasi e-commerce yang ada di internet. Hal itu menuntut kita sebagai pelaku usaha harus lebih adaptif dan menyesuaikan diri dengan preferensi pasar saat ini. Dengan begitu mau tak mau kita juga harus belajar untuk memasarkan produk secara online dengan maksimal.

"Namanya sekarang kenormalan baru, jadi jangan pakai kacamata masa lalu," ungkap dosen yang kerap disapa Bu Berta ini.

Pandemi juga membuat banyak masyarakat lebih selektif serta memiliki skala prioritas. Bagaimana tidak, kondisi tak menentu serta perekonomian yang sulit membuat masyarakat harus lebih selektif terhadap apa yang mereka beli. Maka dari itu kita harus megerti keinginan pasar sekarang yakni barang yang memikiki harga cenderung murah namun kualitas tetap mampu bersaing.

 

Menumbuhkan Empati

Tak sedikit orang yang merasa gentar, galau bahkan mungkin panik karena situasi pandemi sekarang ini. Merasa takut dengan virus yang mengancam tubuh di lingkungan saat ini merupakan hal yang wajar.  Dengan demikian, kata dia, kita sebagai pelaku usaha harus menciptakan rasa empati pada pasar. Kita harus berpikir bagaimana produk atau jasa yang kita tawarkan mampu membuat masyarakat merasa lebih aman, terproteksi, hingga bahagia.

Seperti contoh seorang penjual atau pemilik usaha minuman kopi yang mampu tetap membuat pelanggan nyaman dan merasa aman saat nongkrong bersama teman misalnya. Kita harus bisa meyakinkan pelanggan bahwa mereka dapat nongkrong dengan aman dan nyaman meski saat pandemi atau masa new normal.

Kuasai Teknologi

Teknologi menjadi suatu keharusan untuk kita pelajari pada jaman sekarang. Salah satu pengaruh besar teknologi juga nampak pada bidang bisnis maupun usaha. Teknologi membantu sebagian besar aktivitas transaksi jual beli sekarang ini. Selain itu Teknologi juga mampu membuat tempat proses jual beli yang nyaman dan mudah. Tak bisa kita pungkiri sekarang jika ingin memulai suatu usaha, kita juga harus menjadikan teknologi sebagai sahabat.

"Meski teknologi akan mempermudah namun yang perlu diingat teknologi tidak dapat menggantikan empati," tutup dosen lulusan UGM dan Undip tersebut. 

*Tulisan di atas dibuat oleh reporter magang KUASAKATACOM Jonathan


tags: #trik #bisnis #umkm

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI