Ilustrasi hubungan toxic, Foto: Istimewa

Ilustrasi hubungan toxic, Foto: Istimewa

Melepaskan Diri dari Lingkungan Toxic, Selangkah Merawat Kesehatan Mental

Bahkan di kasus-kasus yang sudah ekstrem, si toxic ini bisa jadi melakukan tindakan kekerasan.

Minggu, 28 Februari 2021 | 07:30 WIB - Trik
Penulis: - . Editor: Ririn

Masihkah Anda ingat nasihat guru SD Anda dahulu kala? "Jangan membeda-bedakan jika berteman, bertemanlah dengan siapa saja," begitu kira-kira katanya. Walaupun ada benarnya makin dewasa kita makin sadar bahwa nggak semua orang bisa kita jadikan kawan. Contohnya orang-orang yang pantas dinamai "si toxic".

Orang-orang yang bersifat toxic atau 'beracun' seringkali datang di kehidupan seseorang dan menjadi benalu. Emosi negatif yang mereka lontarkan seringkali menular ke orang-orang lain di sekitar mereka dan membuat suasana hati semua orang jadi hancur berantakan.

Jauhi Orang-Orang Berciri toxic

BERITA TERKAIT:
Face Shield Plastik Tak Efektif Cegah Penyebaran Covid-19, Ini Faktanya
Melepaskan Diri dari Lingkungan Toxic, Selangkah Merawat Kesehatan Mental
Memulai Bisnis di Pusaran Pandemi, Perhatikan Tips Berikut
Beginilah Cara Kerja Sistem COD (Cash On Delivery), Perhatikan Sebelum Belanja Online
Investasi Menjanjikan, Inilah Beberapa Cara Mendapatkan Bitcoin
Keuntungan Mengunyah Permen Karet: Bakar Kalori Sampai Kuatkan Memori!
Meredam Rasa Panik Saat Berangkat Vaksinasi

Menemukan orang-orang dengan ciri toxic tidaklah sulit. Kalau bertemu seseorang yang toxic, dijamin, hari yang cerah dan matahari yang bersinar terang juga bisa langsung berubah jadi mendung dan badai. Contohnya si tukang ngomel dan komplain terus-menerus, si selalu protes akan hal-hal kecil, si cemburuan dengan pencapaian orang lain, atau si tukang kritik.

Walaupun ada hal-hal baik yang kejadian dalam sehari, si toxic ini akan selalu saja menemukan sisi buruknya. Bagaikan nggak bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Bahkan di kasus-kasus yang sudah ekstrem, si toxic ini bisa jadi melakukan tindakan kekerasan. Kekerasan verbal misalnya perkataan yang diucapkan akan selalu menyinggung dan menyakiti orang lain secara disengaja, atau menuturkan kata-kata kasar untuk menjatuhkan orang lain. Di kasus yang lebih ekstrem lagi si toxic cenderung ringan tangan.

Ada baiknya sebelum memutuskan untuk bergaul dengan sekumpulan orang tertentu, pastikan nggak ada dari mereka yang memiliki ciri di atas. Si toxic ini hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda sia-sia. Agar kesehatan mental tak terpengaruh dengan negativitas di masa mendatang, lebih berhati-hati dalam memilih lingkaran pergaulan.

Melepaskan Diri dari Orang toxic

Berpikir dan renungkanlah sejenak, apakah ada salah satu dari kawan yang berperan jadi si toxic dalam kehidupan Anda? Jujurlah kepada diri sendiri. Pikirkan kembali dan evaluasi lingkaran pergaulan Anda. Apakah orang-orang di hidup Anda mendatangkan kebahagiaan dan dampak positif setiap saat?

 

Si toxic itu bukan jadi tanggungjawab siapa-siapa, termasuk Anda. Sifat mereka hanya akan merugikan diri mereka sendiri dan orang lain di sekitar mereka. Nggak akan ada yang bisa mengubah seseorang, kecuali orang itu sendiri yang ingin merubah dirinya. Anda bukanlah pahlawan yang bisa melepaskan si toxic ini dari dirinya sendiri.

Kalau orangnya masih bisa diajak berkomunikasi dengan baik, cobalah ajak bicara dan beri beberapa nasihat atau teguran yang mungkin bermanfaat. Si toxic bisa jadi bersifat demikian karena dirinya sendiri sedang menghadapi masalah-masalah tertentu. Bukan karena murni sifat dari dirinya sendiri.

Apakah ada yang nggak beres dengan keluarganya? Adakah masalah dengan pekerjaan atau percintaan? Mungkin mereka cuma butuh teman curhat aja. Kalau Anda mulai terpengaruh, ada baiknya jaga jarak dengan dia.

Nggak semua orang harus jadi teman baik Anda, kok. Ada kalanya bertemu dengan orang-orang yang nggak match secara pemikiran dan sifat. Kata orang Jawa, mundur alon-alon aja. Lepaskan si toxic ini dari pertemanan Anda. Kalau perlu mute di media sosial atau blokir jika perlu. Anda nggak perlu menjalin relasi dengan orang-orang yang nggak bermanfaat. Berusahalah untuk tegas kepada diri sendiri dan orang lain.

Menjauhkan Diri dari Sifat toxic

Cara yang paling mudah menghindari si toxic adalah tentu saja dengan memasuki lingkaran pertemanan yang sehat. Buatlah support group sendiri dengan sahabat dan teman terdekat yang berdampak positif secara mental ataupun fisik. Kebaikan yang mengelilingi Anda lama-lama akan menular ke diri sendiri.

Gunakanlah support group tadi untuk mengeluarkan diri dari lingkaran orang-orang yang toxic. Selalu berpikir positif, berikanlah pujian untuk orang di sekitar, ucapkan terima kasih, dan berlaku baik ke orang lain. Kebaikan yang ditanam pasti akan mendatangkan orang-orang baik juga nantinya.

*Tulisan di atas dibuat oleh Forsaria Prastika, reporter magang KUASAKATACOM.


tags: #trik #toxic

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI