Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Ilustrasi. Foto: Istimewa.


Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Mana yang Didahulukan, Puasa Sunnah Syawal atau Qadha Puasa Ramadan?

Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian di ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka yang demikian itu seolah-olah berpuasa sepanjang masa." (HR Muslim no 1164).

Sabtu, 15 Mei 2021 | 17:26 WIB - Trik
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

Bulan Suci Ramadan kini telah meninggalkan kita semua, Hari Raya Idul Fitri 1442 H juga kini juga telah usai. Namun, kesempatan untuk memperoleh pahala yang melimpah masih tetap terbuka. Diantaranya yakni kita disunnahkan untuk melanjutkan berpuasa sebanyak 6 hari di bulan Syawal setelah Lebaran.

Sahabat KUASAKATACOM yang dirahmati Allah SWT, keutamaan puasa sunnah tersebut telah dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang artinya:

"Dari  Abu Ayyub Al Anshari radliallahu 'anhu, bahwa ia telah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian di ikuti  dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka yang demikian itu seolah-olah berpuasa sepanjang masa." (HR Muslim no 1164).

BERITA TERKAIT:
Mana yang Didahulukan, Puasa Sunnah Syawal atau Qadha Puasa Ramadan?
Tugu Muda Fortuner Community Semarang Bukber di D’Kambingku Tegal
Puan Maharani: Planet yang Sehat Bukanlah Pilihan, Melainkan Kebutuhan
Imbas libur Awal Puasa, Kasus Corona di Kota Semarang Meningkat
Bareskrim Polri Selidiki Jozeph Paul Zhang
Komentari Puasa di Youtube, Jozeph Paul Zhang Viral
Puluhan Orang di Eromoko Wonogiri Keracunan Usai Santap Takjil

Dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan puasa sunnah setelah Idul Fitri:

"Dari Tsauban pelayan Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW, Bahwasanya beliau bersabda: Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idulfitri, maka seakan ia berpuasa setahun penuh." (HR Ibnu Majah no 1715).

puasa sunnah tersebut juga dijelaskan oleh Imam Nawawi di dalam Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa fuqoha' atau para ahli fiqih menganjurkan kepada kita agar berpuasa enam hari pada bulan Syawal secara berturut-turut di awal bulan Syawal.

Namun jika dilakukan secara terpisah atau tidak dilakukan di awal Syawal tidaklah mengapa dan sudah teranggap melakukan sunnah ini karena keumuman makna hadis dan kemutlakannya. Tidak ada perbedaan pendapat di antara kami dalam masalah ini. Pendapat senada juga dinyatakan oleh imam Ahmad dan Daud.

 

Tapi yg menjadi pertanyaan adalah Bagaimana dengan orang yang punya hutang puasa?

Apakah boleh langsung berpuasa Syawal atau harus meng-qadha puasa dahulu?

Pertanyaan tersebut telah dijelaskan oleh seorang ulama abad pertengahan bernama Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam Kitab Lathoif Al Ma’arif:

“Barangsiapa mempunyai hutang  puasa di bulan Ramadhan, lalu ia malah mendahulukan menunaikan puasa sunnah enam hari Syawal, maka ia tidak memperoleh pahala puasa setahun penuh. Pasalnya, keutamaan puasa Syawal yakni pahala puasa setahun penuh hanya diperoleh jika seseorang mengerjakan telah puasa Ramadhan secara penuh kemudian diikuti puasa enam hari di bulan Syawal. Dalam kondisi tersebut, ia tidak memperoleh pahala tersebut karena puasa Ramadan-nya belum sempurna.”

Sahabat KUASAKATACOM  yang dirahmati Allah SWT, bagi mereka yang masih punya hutang puasa dan berniat untuk melaksanakan puasa sunnah Syawal, maka lebih baik melaksanakan qadha terlebih dahulu hingga sempurna puasa Ramadan-nya. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal ini .

Sahabat KUASAKATACOM yang dikasihi Allah SWT, semoga tulisan ini dapat menjadi pengingat dan bermanfaat bagi kita. Semoga Allah menguatkan hati kita untuk bisa istiqomah melanjutkan kebiasaan ibadah selama Ramadan. Aamiin.


tags: #puasa #syawal #ramadan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI