Ilustrasi punakawan, Gambar: Istimewa

Ilustrasi punakawan, Gambar: Istimewa

Pelajaran Kepemimpinan dari Punakawan

Oleh Sridewanto Pinuji

Punakawan berperan untuk menjadi teman yang selalu memberi pertimbangan bagi para ksatria yang menjadi tuan atau junjungannya.

Kamis, 22 Juli 2021 | 10:33 WIB - Trik
Penulis: - . Editor: Ririn

Menurut Wikipedia, Punakawan adalah sebutan umum untuk para pengikut kesatria dalam khazanah kesusastraan Indonesia, terutama di Jawa.

Pada umumnya para Punakawan ditampilkan dalam pementasan wayang, baik itu wayang kulit, wayang golek, ataupun wayang orang sebagai kelompok penebar humor untuk mencairkan suasana.

Namun di samping peran sebagai pengikut ksatria, para Punakawan juga berperan penting sebagai penasihat nonformal kesatria yang menjadi asuhan mereka. Mereka memberikan pertimbangan, nasihat, dan berbagai hal lain yang jarang diketahui oleh orang kebanyakan.

BERITA TERKAIT:
Pelajaran Kepemimpinan dari Punakawan
Apa 5 Hal yang Membentuk Seorang Pemimpin?
Yuk! Doakan Kebaikan untuk Pemimpin Kita Agar Lebih Adil dan Amanah
Dahlan Iskan: Indonesia Butuh Pemimpin Populer dan Berkualitas

Dari Bapak, orang tua saya sendiri, suatu hari saya belajar peran lain dari Punakawan tersebut. Sayang jika pelajaran itu hanya untuk diri sendiri, maka berikut ini catatan beberapa peran lain dari Punakawan, terutama dalam bidang kepemimpinan.  

Punakawan terdiri dari dua kata, yaitu:

        • Puna yang berarti awas, dan:

        • Kawan yang berarti teman.

Secara keseluruhan, karena memiliki sifat 'awas', maka Punakawan berperan untuk menjadi teman yang selalu memberi pertimbangan bagi para ksatria yang menjadi tuan atau junjungannya.

Punakawan pun menjadi para pengikut atau pembantu bagi para ksatria. Pembantu dalam bahasa Jawa juga disebut Batur. Nah, batur ini sejatinya terdiri dari gabungan beberapa kata.

Batur merupakan gabungan dari: embat-embataning tutur.  Secara mudahnya, batur adalah seseorang yang diajak bermusyawarah untuk mendapatkan berbagai pertimbangan terhadap suatu persoalan tertentu.

Siapa saja yang dikenal sebagai Punakawan tersebut? Di dunia pewayangan, kita mengenal Punakawan sebagai keluarga dari Semar. Semar sendiri memiliki tiga orang anak, yaitu:

1. Nala Gareng

Nama Nala Gareng bermakna 'hati'. Dalam hati dipercaya terdapat kalbun qulb yang dipercaya menjadi tempat bersemayamnya sebagian kecil sifat-sifat Tuhan.

Gareng juga memiliki arti 'garing' artinya memiliki kemampuan untuk hidup prihatin dan selalu mendekatkan diri pada Tuhan. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka makna keseluruhan dari Nala Gareng adalah seseorang menjadi sosok yang dekat dengan Tuhan.

Harapannya Nala Gareng menjadi seseorang dengan hati yang bersih. Apabila seorang abdi/batur/pembantu dekat dengan Tuhan dan hati yang bersih, maka diharapkan nantinya akan mampu menuntun perilaku tuan/majikan/juragannya.

2. Petruk

 

Petruk asal katanya dari bahasa Jawa 'patrap'. Arti dari kata ini adalah perilaku atau tingkah laku. Petruk digambarkan memiliki organ tubuh yang relatif lebih panjang daripada sosok lainnya. Hidung, tangan, kaki, dan organ tubuh lainnya lebih panjang.

Makna dari perilaku dan juga sosok Petruk tersebut adalah agar setiap orang jangan sampai tergesa-gesa dalam bertindak. Sebaliknya, setiap orang perlu menggunakan penalaran dan pemikiran yang panjang sebelum mengambil tindakan.

Dengan demikian, Petruk menggambarkan orang yang sabar dan bijak.

3. Bagong

Bagong terdiri dari dua suku kata: 'ba' dan 'gong'. Artinya 'tiba' atau jatuh di mana pun selalu 'gong' alias pas atau tepat atau cocok.  

Bagong artinya sosok yang selalu mampu menyesuaikan diri dimanapun dia berada. Makna lainnya adalah sebagai seseorang, bagong berusaha agar jangan sampai membuat kecewa orang lain. Selanjutnya kita beralih ke Bapaknya para Gareng, Petruk, dan Bagong, yaitu Semar.

Semar berarti 'cancut', artinya 'tata-tata' atau berkemas. Ini mengandung arti, bahwa sebelum berbuat sesuatu, maka diperlukan persiapan, berkemas, dan menata berbagai hal dengan matang. Persiapan atau berkemas-kemas ini dilakukan dengan menata pikiran dan perilaku seseorang yang akan melakukan suatu tindakan.

Semar juga sesungguhnya berasal dari kalimat sebagai berikut: yen sira arsa marsudi kamardikan aywa samar sumingkiring dur kamurkan. Arti dari kalimat tersebut adalah jika Anda ingin mencapai kemerdekaan hidup, maka janganlah khawatir untuk membasmi angkara murka.

Kesimpulannya

Punakawan terdiri dari empat orang, yaitu Semar dengan ketiga putranya: Gareng, Petruk, dan Bagong. Setiap orang dari keluarga Punakawan memiliki karakteristik tertentu yang sangat bermanfaat untuk dicontoh setiap manusia dalam mengarungi kehidupan masing-masing.

Jika memungkinkan, maka diharapkan setiap orang mampu melakukan keempat karakteristik yang dimiliki oleh setiap Punakawan. Jika seseorang mampu melakukan keempat sifat Punakawan tersebut, maka hasilnya akan sangat luar biasa.

Penutup

Sebagai penutup, perlu diingat, bahwa dalam kehidupan, hati yang paling penting, karena ketika hati sudah bagus, maka yang lain akan mengikuti.

Namun demikian, manusia juga memiliki berbagai sifat yang secara alami dan manusiawi akan menyebabkan banyak godaan dan gangguan yang kemudian dapat mencemari hati.

Demikian sekelumit pelajaran dari para Punakawan, semoga bermanfaat.

Penulis adalah blogger di pinuji


tags: #pemimpin #punakawan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI