Apa Itu Penyakit Ain? Berikut Definisi, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya (Foto: Istimewa)

Apa Itu Penyakit Ain? Berikut Definisi, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya (Foto: Istimewa)

Apa Itu Penyakit Ain? Berikut Definisi, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Penyakit ain juga disebut dengan kena mata, mata jahat, atau evil eye

Kamis, 26 Mei 2022 | 17:15 WIB - Trik
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

DALAM islam, dikenal adanya penyakit ain, yakni penyakit yang timbul karena pandangan jahat berindikasi iri dan dengki atau bahkan kekaguman berlebihan. Pandangan tersebut bisa menyebabkan penyakit hingga kematian pada orang yang dipandang.

Dalam bahasa arab, penyakit ain adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemalangan yang ditularkan dari satu orang ke orang lain karena cemburu atau iri.

BERITA TERKAIT:
Seputar Anemia: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi
Mengenal Ramsay Hunt Syndrome, Penyakit yang Sebabkan Justin Bieber Tunda Konser
Cacar Monyet: Penyebab, Gejala, Pencegahan. dan Pengobatan
Apa Itu Penyakit Ain? Berikut Definisi, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kenapa WhatsApp Web dan HP Tidak Bisa Connect? Ini Penyebabnya

penyakit ain juga disebut dengan kena mata, mata jahat, atau evil eye. penyakit ain berasal dari kata ‘aana – ya’iinu yang berarti terkena sesuatu hal dari mata. Sebuah pandangan mata yang menyebabkan penyakit ain adalah pandangan yang diikuti respons jiwa yang negatif.

penyakit ain ini pun telah dikenal sejak zaman Nabi. Di mana rasulullah pernah menyarankan seseorang agar diruqyah untuk menyembuhkan penyakit ain. Meskipun tidak dapat dapat diterima oleh akal secara langsung, namun penyakit ‘ain dikatakan benar adanya. Untuk itu setiap masyarakat perlu mewaspadai bahaya penyakit ini.

Kemalangan yang dialami korban dapat saat mengalami penyakit ain adalah kehilangan kekayaan atau keluarga, atau nasib buruk secara umum. Orang yang menyebabkan mata jahat mungkin melakukannya dengan atau tanpa niat.

gejala penyakit ain

Seperti penyakit lainnya, penyakit ain juga memiliki beberapa ciri. Adapun tanda terkena gangguan ain menurut Syaikh Abdul Aziz As-Sadhan hafidzahullahu Ta’ala adalah, jika bukan karena penyakit jasmani (penyakit medis), maka umumnya dalam bentuk seperti:

1. Sakit kepala yang berpindah-pindah.

2. Wajah pucat.

3. Sering berkeringat dan buang air kecil.

4. Nafsu makan lemah.

5. Mati rasa.

6. Panas atau dingin di anggota badan.

7. Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan.

8. Rasa sakit yang berpindah dari bawah punggung dan bahu.

9. Bersedih dan merasa sempit (sesak) di dada.

10. Berkeringat di malam hari.

11. Perilaku (emosi) berlebihan.

12. Ketakutan yang tidak wajar.

13. Sering bersendawa.

14. Menguap atau terengah-engah.

15. Menyendiri atau suka mengasingkan diri. 16. Diam atau malas bergerak.

16. Senang (terlalu banyak) tidur.

 

17. Adanya masalah kesehatan tertentu tanpa ada sebab-sebab medis yang diketahui.

penyebab penyakit ain

Dikatakan, penyakit ain terjadi akibat adanya hasad atau perasaan iri dan dengki atas nikmat yang dimiliki orang lain. Orang yang memiliki hasad kepada orang lain, akan memandang orang tersebut dengan pandangan yang penuh kebencian. Hal inilah yang bisa menyebabkan berbagai gangguan ain yang mengancam kesehatan hingga nyawa seseorang.

Bukan sifat hasad yang berupa kebencian, pandangan kagum yang cenderung khawatir pun bisa menyebabkan penyakit ain pada orang lain yang dilihatnya bahkan pada benda mati. Dengan begitu, sebisa mungkin setipa umat manusia harus mencegah keburukan tersebut agar tidak membahayakan orang lain dan diri sendiri.

Cara Untuk Menghindari penyakit ain

Melansir laman muslim.or.id Hal pertama yang perlu dilakukan agar terhindar dari penyakit ‘ain adalah menghindari sikap suka pamer, dan berhias diri dengan sifat tawadhu‘.

Sebisa mungkin hindari menyebut-nyebut kekayaan, kesuksesan usaha, kebahagiaan keluarga, juga memamerkan foto anak, foto diri, foto istri/suami, dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan iri-dengki dari orang yang melihatnya. HIndari pula hal-hal yang bisa menyebabkan kekaguman berlebihan dari orang yang melihatnya, karena pandangan kagum juga bisa menyebabkan ain.

Kemudian di antara upaya pencegahan penyakit ain adalah dengan menjaga dan memelihara semua kewajiban dan menjauhi segala larangan, taubat dari segala macam kesalahan dan dosa, juga membentengi diri dengan beberapa dzikir doa, dan ta’awudz (doa perlindungan) yang disyariatkan.

Rutinkan dzikir-dzikir pagi dan sore, serta dzikir-dzikir harian seperti dzikir keluar/masuk rumah, dzikir keluar/masuk kamar mandi, dzikir hendak tidur atau bangun tidur, dzikir naik kendaraan, dzikir ketika akan makan, dzikir setelah shalat, dan lainnya.

Diantara dzikir pencegah ‘ain yang bisa dibaca kepada anak-anak agar tidak terkena ‘ain adalah sebagaimana yang ada dalam hadits Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mendoakan Hasan dan Husain dengan doa:

?????????? ???????? ????? ???????????? ??? ???? ?????? ????????? ???? ???? ???? ???????

/u’iidzukuma bikalimaatillahit taammah, min kulli syaithaanin wa haamah wa min kulli ‘ainin laamah/

Artinya: Aku meminta perlindungan untuk kalian dengan kalimat Allah yang sempurna, dari gangguan setan dan racun, dan gangguan ain yang buruk.

Cara Mengobati penyakit ain

Adapun orang yang terlanjur terkena ‘ain maka yang pertama kali harus dilakukan adalah bersabar. Hendaknya ia meyakini bahwa penyakit ain itu terjadi atas izin Allah. Dan hendaknya ia bertawakkal hanya kepada Allah. Ia meyakini bahwa satu-satunya yang bisa menyembuhkan hanyalah Allah Ta’ala.

Berdasarkan hadist, ada sejumlah cara untuk menyembuhkan penyakit ain, di antaranya sebagai berikut.

1. Mandi dari air bekas mandi orang yang menyebabkan ain

2. Mandi dari bekas wudhu orang yang menyebabkan ain

3. Ruqyah syar'iyyah

Ada beberapa cara meruqyah orang yang terkena ‘ain, diantaranya dengan membacakan doa yang ada dalam hadits ‘Aisyah radhiallahu’anha, yakni dengan doa:

?????? ????? ?????????? ?????? ????? ????? ?????????? ?????? ????? ??????? ???? ??????? ??????? ????? ??? ??????

/bismillahi yubriik, wa min kulli daa-in yasyfiik, wa min syarri haasidin idza hasad, wa syarri kulli dzii ‘ainin/

Artinya: Dengan nama Allah yang menyembuhkanmu. Ia menyembuhkanmu dari segala penyakit dan dari keburukan orang yang hasad dan keburukan orang yang menyebabkan ‘ain. (HR. Muslim no.2185).

Dapat pula membaca doa-doa ruqyah dari hadits-hadits shahih yang lainnya, serta ayat-ayat Al Qur’an. Dan semua ayat-ayat Al Qur’an bisa untuk meruqyah.

Itulah penjelasan mengenai definisi, penyebab, hejala, cara menghindari, dan cara mengobati penyakit ain. Semoga kita semua senantiasa dijauhkan dari penyakit ain.


tags: #penyebab #cara mengatasi #gejala #definisi #penyakit ain

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI