Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Al, Siluet di Langit Jingga

Nyanyikan dengan nada—hanya kita saja yang mengetahuinya.

Jumat, 29 Januari 2021 | 12:16 WIB - Surat
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

Semalam terasa ganjil. Ada suara mengaku sebagai Malam. Ia menyanyikan lagu yang disebut ninabobo. Tapi justru membuatku tak bisa tidur tenang. Katanya, dirinya adalah saksi saat diriku menulis surat untukmu, Al. Baiklah, paling tidak, akan ada satu saksi yang akan bernyanyi untukmu jika kita berjumpa lagi. Kemarin, aku pergi ke toko buku itu. Mengawasi setiap sudut raknya. Tapi bayanganmu tak ada. Sementara kau pun tak lagi menemuiku di mimpi. 

Ada apa, Al? Jika Malam adalah benar saksi, aku akan menulis lirik lagu juga. Nyanyikan dengan nada—hanya kita saja yang mengetahuinya. Berkidung menidurkan jiwa-jiwa yang menganga. 

BERITA TERKAIT:
Bharada E Tulis Sebuah Surat untuk Keluarga Brigadir J, Begini Isinya 
Ria Ricis Murka Baca Surat Mantan Kekasih Suami
Surat Menteri Nadiem untuk Pak Guru Sukardi
Belajar dari Perseteruan Suami Istri dan Kebaikan Ibu Mertua
Kisah Ibu yang Ditinggalkan di Padang Pasir

Mata bisa memotong jarak
Meski terseok, lagu merangkakimu,
mendebur:
selalu di sana.

 

Tatap menjejak jalan setapak
Ada yang tertidur:
Kamu.
Sepi memilih,
melembah ke
dadamu.

Oh, aku tahu.
Kau hanya suka satu lagu:
Senja Sendiri.

Senja adalah kekasih,
menepi, berkidung memilih
hatimu.

Bisa jadi, langit kekuningan itu adalah kamu
Mengawasi dedaunan melirih doa
Bisa jadi, fragmen merah jingga itu
adalah kamu
Berbaris, menata rupa langit
Ya, kamu:
Siluet pembingkai senja
Noktah penghujam mata.


tags: #surat #kisah #narasi

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI