Menalikan Sepatu | Googleimages

Menalikan Sepatu | Googleimages

Belajar Kritik, Hoax, dan Kenyinyiran dari Tali Sepatu

Biar makin jelas membedakan

Rabu, 17 Februari 2021 | 10:39 WIB - Kisah
Penulis: Penaka Kemalatedja . Editor: Kuaka

SEORANG pemuda mengelus rambut kekasihnya yang tengah menggelendot di dadanya, dan mulai bercerita...

Bapak kepada desa datang ke balai desa dengan tergopoh-gopoh, berkeringat, dan tali sepatunya menjuntai, tak terikat. Beberapa staf melihat hal itu, dan memberikan komentar.

‘’Pak Lurah, tali sepatunya kok tidak diikat. Jika terinjak, Njenengan kan bisa jatuh,’’ kata Pak K.

BERITA TERKAIT:
Polda Jateng Bekuk Tiga Terduga Tersangka Penyebar Informasi Penolakan PPKM Darurat di Banyumas
Pemuda Ini Diciduk Polisi Lantaran Sebar Hoaks Soal Razia PSK di Solo
Belajar Kritik, Hoax, dan Kenyinyiran dari Tali Sepatu
Arief Hidayat Tekankan Pentingnya Jaga Persatuan Negara
Ini Cara Kerja Buzzer Politik hingga Nilai Satu Proyek Bisa Mencapai Rp. 3 Miliar

‘’Bagaimana mau memimpin desa dengan bener, ya? Ngurus diri sendiri, bahkan ngikat tali sepatu aja belum becus bin mampu,’’ bisik Pak N ke Pak F.

‘’Iya, kayaknya sepatu Pak Lurah sengaja tidak dia ikat, biar jika marah, gampang kan melempar orang dengan sepatunya itu,’’ imbuh Pak F.

Pak B, yang mendengar bisik-bisik itu, langsung menjawab, ‘’Pak Lurah itu terburu-buru untuk melayani rakyat, warganya, sampai dia lupa memikirkan diri sendiri, lupa menalikan sepatunya. Dia fokus melayani….’’

Dari kisah di atas kita dapat melihat bahwa Pak K tengah melakukan kritik, sementara Pak N lebih menunjukkan kenyinyiran, yang ditambahi Pak F, sebagai ungkapan fitnah binti hoax.

Lalu Pak B? Inilah yang disebut buzzer, yang selalu memarketingkan apapun, baik dibiayai Pak Lurah atau tidak.

 


****

‘’Paham kan bedanya, Cinta?’’

‘’Ya, Mas. Tapi Kamu tipe yang mana?’’ tanya si pemudi.

 Aku Pak C

‘’Pak C? Yang mana? Apa katanya?’’

‘’Kata Pak C, mau Pak Lurah menalikan sepatu atau tidak, yang kutahu aku selalu mencintaimu…’’

Pemudi itu langsung melongo, tersenyum, dan melekatkan pelukannya..


tags: #hoax #surat #kata baik #kritik #kisah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI