YANG TERLELAP DALAM HARAP | gettyimages

YANG TERLELAP DALAM HARAP | gettyimages

Baliklah Bantalmu Sayang, Ubah Takdirmu

Oleh Elbara Lazuardi*

agar hidupmu tak dalam semesta sesal

Selasa, 09 Maret 2021 | 09:01 WIB - Surat
Penulis: @elbaralazuardi . Editor: Kuaka

ANN, debar jantungku: pernah kamu merasakan kesenangan dan kepedihan berjalan dalam satu waktu?

kalau pernah mengalaminya, kamu akan tahu, hidup ini sungguh-sungguh adil. tak ada yang dia berikan setengah-setengah, selalu semuanya. kini kian kurasakan benar, tak ada yang dianaktirikan oleh kehidupan. semua mendapat asuhan yang sama, susu yang sama. barangkali, cuma kedewasaan saja yang berbeda. karena ketika dewasa, hidup hanya menjaga kita, hanya memelihara. dan dewasa adalah cara bagaimana mata kita terbuka dan menerima atas sebagian slide-slide pengalaman yang telah diberikan kehidupan. itu saja.

BERITA TERKAIT:
Ria Ricis Murka Baca Surat Mantan Kekasih Suami
Surat Menteri Nadiem untuk Pak Guru Sukardi
Belajar dari Perseteruan Suami Istri dan Kebaikan Ibu Mertua
Kisah Ibu yang Ditinggalkan di Padang Pasir
Kisah Diablo Prado, Lelaki yang Ingin Menjadi Iblis

maka, jika kamu pernah merasakan kesedihan dan kegembiraan dalam satu tarikan napas, kamu akan tahu, tak pernah ada yang harus disesali dari rencana takdir. (kamu percaya takdir kan, ann?). dan kamu tak akan pernah merasa menyesal kita pernah bertemu.

 

ketika aku bertemu kamu, sampai pertemuan kedua dan ketiga, dan setelahnya, itulah masa ketika kepedihan dan kesenangan bersatu dalam tarikan napas. kesenangan karena aku dapat bertemu kamu, juga kepedihan karena pertemuan itu berlangsung dalam kesementaraan. kepedihan karena aku jadi tahu betapa "nyatanya" kamu lebih daripada imajiku, dan kesenangan karena pernah merasakan kenyataan itu, walau sesaat. dua-duanya, kepedihan dan kesenangan itu, datang dalam tangan yang sama, diberikan ibu kehidupan, dan aku tak pernah menyesalinya. tak akan pernah menyesalinya. (tapi, aku menangkap matamu membias beda)

ann, jika kamu masih merasa pertemuan itu memberatimu, membuatmu tak nyaman,  malam nanti, ketika tidur, baliklah bantalmu. percayalah, jarum waktu akan memutar mundur, dan kita akan kembali "bersama" ketika masih bertelepon dan mengharapkan bisa bertemu. kamu bisa tak datang ke semarang, atau datanglah, tanpa pernah mengabariku. dan kamu harus terbangun sesudah itu, untuk melanjutkan hidupmu.

kini, kamu hanya punya ingatan --atau semacam impian-- ada enam bulan dari masa depanmu yang telah kamu potong, dan kamu buram tentangku di situ. Bagiku, itu akan lebih baik daripada kamu menjalaninya dengan semacam semesta sesal.

aku yakin, kamu akan lebih bahagia saat itu.… :(


tags: #surat #kata baik #surat cinta #kisah #narasi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI