Ivan dan Mutai  | googlefoto

Ivan dan Mutai | googlefoto

Kemenangan tanpa Juara

Dia menang dengan mengedepankan moralitasnya.

Minggu, 09 Mei 2021 | 14:14 WIB - Kisah
Penulis: Penaka Kemalatedja . Editor: Kuaka

PELARI  jarak jauh yang mewakili Negara Kenya, Mutai, hanya berjarak beberapa meter dari garis finish. Tetapi karena bingung dengan tanda tanda garis finish, ia melambatkan larinya, untuk berhenti. Ia berpikir bahwa ia telah menyelesaikan perlombaan itu. Dia melihat banyak penonton meneriakinya, dan dia bingung. Dia merasa ada yang salah, tapi tak tahu apa?

Atlet Spanyol, Iván Fernandez, berada tepat di belakangnya dan menyadari apa yang terjadi. Dia mulai berteriak kepada Mutai, pelari Kenya itu untuk terus berlari. Tetapi Mutai tidak bisa berbahasa Spanyol dan tidak mengerti. Dia hanya menatap bingung, dengan mimik wajah bertanya, ‘’Ada apa?’’  Ivan yang tak tahu harus bagaimana menjelaskannya, sembari berlari, mengambil langkah simpel, dia mendorong Mutai, sampai melewati garis finis, dan juara. Ya Mutai juara.

BERITA TERKAIT:
Air Mata yang Menunda Surga
Ketika Kita Memilih Kasih Sayang daripada Kekayaan
Karna di Simpang Jalan
Kita adalah Halaman yang Hanya Berarti Jika Kosong
Belajar dari Perseteruan Suami Istri dan Kebaikan Ibu Mertua

Seorang jurnalis bertanya kepada Iván, "Mengapa Anda melakukan itu?"

Ivan menjawab, ‘’Mengapa aku tidak harus melakukan itu? Impianku  suatu hari nanti adalah kita hidup bersama dan memiliki moral yang baik di dalam masyarakat. Moral bersama yang baik,’’ tandasnya.

 

Wartawan itu bersikeras, ‘’Tapi mengapa Anda membiarkan orang Kenya itu menang?"

 "Saya tidak membiarkan dia menang. Karena memang dia akan menang. Itu haknya."

Wartawan itu bersikeras lagi, ‘’Tapi Anda bisa menang jika tidak membantunya, mendorongnya."

Ivan memandangnya dan menjawab, "Tapi apa manfaat dari kemenanganku itu? Apa kehormatan dari medali itu? Apa kebanggaan menang dengan cara seperti itu? Apa yang akan ibu saya pikirkan dan katakan tentang itu kepada saya jika menang dengan cara begitu? Ibu saya tidak akan pernah bangga."

Ivan begitu, karena ada kompas moral yang diturunkan ibunya, yang diwariskan dari keluarganya. Dan semoga kita juga mewariskan moral yang baik kepada generasi sesudah kita.


tags: #kisah #narasi #surat #surat cinta #kata baik

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI