METOMORFOSIS | instagram Diablo

METOMORFOSIS | instagram Diablo

Kisah Diablo Prado, Lelaki yang Ingin Menjadi Iblis

Kita memang tak boleh menghakimi mimpi orang. Tapi mimpi Diablo...

Senin, 09 Agustus 2021 | 08:48 WIB - Kisah
Penulis: Penaka Kemalatedja . Editor: Kuaka

SETIAP orang memiliki mimpi yang beragam. Dan mimpi Diablo, barangkali, adalah miliknya sendiri, tak ada orang lain yang menginginkannya: menjadi iblis.  

Semua bermula saat dia mengenal Carol, seorang ahli modifikasi tubuh, yang kemudian menjadi istrinya. Diablo, yang bekerja sebagai penato, memang sejak muda suka menato tubuhnya. Ibunya mengizinkannya. Dia jadi pecinta tato. Tapi, setelah menikah, menato tubuh itu menjadi obsesi yang berubah arah: dia ingin tubuhnya menjadi etalase dari semua mahakaryanya. Dan istrinya mendorong ke titik yang lebih jauh, untuk mengubah tubuhnya sebagaimana yang dia inginkan, menjadi seperti iblis.

BERITA TERKAIT:
Bharada E Tulis Sebuah Surat untuk Keluarga Brigadir J, Begini Isinya 
Ria Ricis Murka Baca Surat Mantan Kekasih Suami
Surat Menteri Nadiem untuk Pak Guru Sukardi
Belajar dari Perseteruan Suami Istri dan Kebaikan Ibu Mertua
Kisah Ibu yang Ditinggalkan di Padang Pasir

‘’Carol yang sebagian besar mengubah yang kini ada di tubuhku,’’ katanya, bangga.

Sulit untuk menggambarkan apa yang telah dilakukan Diablo atas tubuhnya. Dia telah memotong telinganya, agar lancip dan mengecil, dia juga memotong giginya, melebarkan bukaan mulutnya, dan memasang dua taring silver di mulutnya. Dia juga membelah lidahnya, sehingga bercecabang. Tak cukup, dia juga menerabas hidungnya, sehingga tak bercuping, sesuatu yang membuatnya lebih mendekati sosok yang dia idamkan: iblis yang tergambarkan di benak semua orang.

Namun, tubuhnya seperti ketagihan. Dan modifikasi itu jadi tak lagi memiliki batas. 

Dia lalu memotong jari tengah di kedua tangannya, agar hanya berjumah empat, sehingga lebih mirip dengan mahkluk dari dunia lain. Dia juga menanamkan tanduk di kepalanya, memasang potongan tulang tajam dari tengah alis sampai ke puncak kening. Wajahnya kemudian berubah menjadi sesuatu yang sulit kita temukan dalam kehidupan, kecuali di film-film horor.

Tapi Diablo belum merasa cukup.

 

‘’Aku ingin lebih. Aku punya ketahanan yang kuat atas rasa sakit. Operasi tidak membuatku merasakan sakit, kecuali masa sesudahnya.  Tapi jika pun aku harus merasakan lagi rasa sakit itu untuk mencapai apa yang aku inginkan, aku pasti akan menghadapinya.’’

Keluarga Normal

Di luar penampilannya yang sulit untuk kita percaya, Diablo adalah lelaki biasa. Tak pernah pergi dari Brasil, bersama Carol, dia membentuk keluarga yang normal, dengan seorang anak lelaki. Sehari-hari mereka seperti keluarga kebanyakan lainnya. Kecuali soal obsesi memodifikasi tubuh itu. Carol menerima kelebihan dan kekurangan Diablo, dan mendukung penuh kesukaannya untuk mengubah tubuh dan mengubah dirinya menjadi seperti iblis. Carol bahkan membantu, dan mengimbangi dengan juga memodifikasi tubuhnya. Tentu tidak seekstrim Diablo. Carol juga menato seluruh tubuhnya, mengubah bibir, dan juga memasang tanduk yang lebih kecil di kepala. 

‘’Beberapa hal di tubuh kami harus sama. Karena kami adalah pasangan,’’ kata Carol, tertawa.

Ya, mereka pasangan yang istimewa.

Keluarga Diablo juga aktif bermasyarakat. Ikut berbagai kegiatan sosial, apalagi yang menyangkut pekerjaan mereka sebagai seniman tato. Anaknya, sebagaimana terlihat di dalam instagram mereka, juga nyaman dengan modifikasi tubuh ayah dan ibunya. 

Apakah semua merasa nyaman dengan apa yang dilakukan Diablo dan Carol? 

‘’Beberapa orang meminta kami berhenti. Tapi, bagaimana mungkin kamu menghentikan sesuatu yang menjadi mimpi dalam hidupmu?’’ katanya.


tags: #surat #kisah #narasi #diablo prado #mimpi

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI