Ilustrasi sepasang kekasih, Sumber: Pixabay

Ilustrasi sepasang kekasih, Sumber: Pixabay

Kita adalah Halaman yang Hanya Berarti Jika Kosong

Tempatku berada kini adalah makna dari kisah yang kau tulis tanpa ada akhir

Jumat, 05 November 2021 | 15:37 WIB - Kisah
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

Kata "mengenang" bagiku terlalu muluk-muluk. Cerita yang mulai samar, entah bagaimana agar bisa sedikit menghidupkannya, Al? Saat jemari tangan, mata, dan pikiranku seolah bergerak dengan sendirinya. Suasana datar menjadi magis karena potongan kalimat bahkan sejumlah kata, membuatku ingin menulis sebuah puisi. Apa kau senang, setelah sekian tahun berhenti, aku bisa kembali menulisnya?

Barangkali kamu tak akan puas karena aku masih kesulitan memberi judul pada sajak-sajakku yang berdiri tegak, menikammu dalam-dalam. Bukan datang saat aku menyendiri di kamar atau tengah terlelap. Katakan padaku, bagaimana indra perasamu bisa kau sampaikan padaku untuk kedua kalinya saat aku bekerja? Saat kupikir hari tanpa ceritamu takkan apa-apa. Seperti es jeruk yang kupesan dari ojol: hambar, meski awalnya mengecewakan, tak apa, bisa kutandaskan pelan-pelan.

BERITA TERKAIT:
Air Mata yang Menunda Surga
Ketika Kita Memilih Kasih Sayang daripada Kekayaan
Karna di Simpang Jalan
Kita adalah Halaman yang Hanya Berarti Jika Kosong
Belajar dari Perseteruan Suami Istri dan Kebaikan Ibu Mertua

Untuk kalian, siapa pun itu, bertemanlah dengan puisi ini. Puisi yang kuketik dengan tangan bergetar dan kaki kedinginan. Puisi yang membuat setiap ejaannya memaksa menahan napas.

 

Seseorang berjalan di pantai, dengan jingga yang bersinar di punggung
Memantul ke lautan yang akhirnya membias di mata
... sebut saja kau

Kau terus berjalan, meniup kabut dendam di mataku
Bagimu titik adalah awal meski menduri di kakiku
Tubuhmu terus melangkah, walau kau tinggalkan hati dengan pasrah
di tanganku, membentuk huruf dan kalimat yang kurutuki

Tempatku berada kini adalah makna dari kisah
yang kau tulis tanpa ada akhir
atau memang kita adalah halaman yang hanya berarti jika kosong

Pleburan, 5 Oktober 2021

Pernahkah kalian mengalami suasana begitu purba? Misalnya saat kehilangan diri sendiri hanya 15 menit. Ketika dadamu menghangat saat selesai menulis puisi. Atau bibirmu tersenyum dengan sendirinya, padahal matamu berembun.


tags: #kisah #narasi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI