Mengintip Kisah Petugas Pemeriksa Jalur Rel, Sosok di Balik Kelancaran Perjalanan Kereta Api

Oleh karena itu, seorang PPJ harus disiplin, terutama mengenai waktu. 

Selasa, 14 Juni 2022 | 17:57 WIB - Kisah
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

SEBAGAI satu-satunya penyedia jasa angkutan Kereta Api, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya untuk para penumpang. Oleh karena itu, KAI mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan dalam operasional perjalanan Kereta Api (KA). 

Ada banyak petugas yang akan melayani para penumpang KA dengan nyaman, mulai dari petugas loket, customer service, pramugari kereta, kondektur, hingga polisi khusus.

BERITA TERKAIT:
Mengintip Tugas dari Petugas Pemeriksa Jalur Rel Kereta
Mengintip Kisah Petugas Pemeriksa Jalur Rel, Sosok di Balik Kelancaran Perjalanan Kereta Api

Namun, tahukah Anda, di balik pelayanan KA yang aman dan nyaman, ada profesi yang tak banyak diketahui penumpang secara langsung? Mereka ikut memegang peran penting dalam menjaga dan mewujudkan keselamatan perjalanan KA. Salah satu profesi di garda terdepan ini adalah petugas pemeriksa jalur (PPJ).

Pekerja Pemeriksa Jalur (PPJ) merupakan sosok dibalik kelancaran perjalanan Kereta Api dari satu stasiun ke stasiun lainnya. Mereka bertugas untuk mengecek dan memastikan rel Kereta Api dalam keadaan baik, sehingga Kereta Api bisa melaju dengan aman.

Dalam kesehariannya, mereka melakukan tugasnya dengan berjalan kaki di atas rel dari stasiun atau titik yang sudah ditentukan ke stasiun atau titik di wilayah kerjanya. Dalam sehari mereka harus melakukan pengecekan sebanyak dua kali, yaitu pagi dan sore.

Adalah Choirul, seorang PPJ yang saat ini berdinas di Daop 4 Semarang, tepatnya di Resort Semarang Poncol. Choirul dan ke empat rekannya bertugas untuk memeriksa 4 jalur Kereta Api di Resort Semarang Poncol, yakni Stasiun Semarang Tawang-Stasiun Jerakah, Stasiun Jerakah-Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Tawang-Stasiun Alastua, dan Stasiun Alastua-Stasiun Semarang Tawang.

Setiap PPJ bertanggung jawab untuk masing-masing jalur Kereta Api. Artinya, setiap pagi dan sore hari mereka harus melakukan pengecekan di jalur yang sama. Namun, Choirul merupakan PPJ perwakilan, yakni bertugas menggantikan rekannya yang libur. Oleh karena itu, ke empat jalur KA yang disebutkan di atas sudah pernah dilalui olehnya.

Jarak yang ditempuh untuk melakukan pengecekan jalur Kereta Api di Resort Semarang Poncol  berkisar antara 7 hingga 8 KM. Jarak tersebut harus ditempuh Choirul dan rekan-rekannya dalam waktu kurang lebih dua jam, dengan durasi 15 menit setiap KM.

 

Sebelum berangkat dari titik awal dan sesudah tiba di titik akhir, Choirul dan rekan-rekannya wajib melapor ke petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA). PPKA tersebut lah yang menandatangani buku pas jalan yang dibawa para PPJ tersebut.

Choirul dan rekan-rekannya harus berangkat sesuai jadwal keberangkatan yang telah ditentukan. Jadwal keberangkatan untuk tiap titik pun berbeda. Untuk pengecekan pagi, mereka dijadwalkan berangkat dari titik awal sekitar pukul 05.00 hingga 05.15 WIB. Sedangkan untuk pemberangkatan sore, dimulai pukul 17.44 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Jadwal pemberangkatan yang telah ditetapkan tidak dapat ditawar, kecuali dalam kondisi tertentu, seperti hujan. Itu pun hanya dapat dimajukan 15 menit lebih awal. Selain itu, mereka diharuskan tiba di titik pemberangkatan 15 menit sebelum mulai bertugas. Oleh karena itu, seorang PPJ harus disiplin, terutama mengenai waktu. 

Ketika menjalankan tugas, seorang PPJ harus memeriksa secara detail jalur kereta yang menjadi tanggung jawabnya, mulai mengencangkan baut-baut penambat, mengecek kelayakan kondisi rel, hingga memeriksa pohon-pohon di sekitar rel yang rawan tumbang agar tidak menggangu jalannya Kereta Api.

Sementara itu, selama menjalankan tugasnya, kerusakan yang sering ditemui Choirul yakni kendornya penambat dan keretakan rel.

"Penambat kendor, rel retak, jadi kita lebih dahulu tahu sebelum sampai terjadi sesuatu yang fatal. Semisal itu bisa kita atasi sendiri, yak kita atasi. Tapi kalau emang kerusakan itu membutuhkan tenaga tambahan atau yang tidak bisa kita atasi sendiri, ya kita tetep pakai regu, jadi orang dari pihak kantor ya," kata Choirul saat ditemui tim KUASAKATACOM di kantor Resort Semarang Poncol.

Karena tugas seorang PPJ harus memperbaiki jika ada kerusakan rel, Choirul dan rekan-rekannya pun diwajibkan membawa perlengkapan saat bertugas, seperti safety clothes atau alat pelindung diri (APD), kunci inggris, buku pas jalan, jas hujan, bendera peringatan untuk menandakan adanya kejadian tak terduga, dan perlengkapan P3K.

Meski tergolong pekerjaan berat dan berisiko, Choirul dan rekan-rekannya harus tetap bertanggung jawab melaksanakan tugas pengecekan rel. Rasa tanggung jawab itulah yang membuat Choirul beserta rekan-rekannya melakoni profesi sebagai PPJ selama bertahun-tahun.


tags: #ppj #pt. kai #kereta api #pt kai daop 4 semarang #resort semarang poncol

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI