Maut Pisahkan Cinta Pierre Tendean dan Rukmini, Berakhir Kandas Akibat G30S PKI

Pierre yang dikenal cuek luluh saat kenal Rukmini.

Senin, 02 Oktober 2023 | 17:20 WIB - Kisah
Penulis: - . Editor: Fauzi

Kisah cinta ajudan Jenderal A.H. Nasution, Pierre Tendean dengan Rukmini Chaimin rencananya akan berlanjut sampai pelaminan. Namun, pernikahan itu tidak pernah terjadi dan kisah cinta mereka terpaksa harus kandas lantaran peristiwa Gerakan 30 September atau G30S PKI.

Seperti yang kita ketahui dalam sejarah, Pierre Tendean adalah salah satu pahlawan revolusi yang menjadi korban dalam peristiwa G30S PKI.

BERITA TERKAIT:
Warga Geger, Satu Surat Suara di Pandansari Semarang Terpasang Logo PKI
Napak Tilas Pendidikan Pierre Tendean di Kota Semarang: Alumni SMAN 1 Semarang
Rukmini Butuh 7 Tahun Untuk Move On Usai Ditinggal Pergi Selamanya Oleh Pierre Tendean
Maut Pisahkan Cinta Pierre Tendean dan Rukmini, Berakhir Kandas Akibat G30S PKI
Keturunan PKI Boleh Daftar TNI, Andika Perkasa: Mereka Punya Hak yang Sama 

Kisah cinta Pierre Tendean dan Rukmini berawal dari ditugaskannya Pierre Tendean di Kota Medan pada awal tahun 1963. Pierre ditugaskan menjadi Komandan Peleton Batalyon Tempur 2, Kodam II Bukit Barisan di Medan.

Di sisi lain, Rukmini ialah seorang gadis asal Medan dan putri sulung dari Raden Chaimin, salah satu tokoh terpandang di sana.

Pierre Tendean mengenal Rukmini setelah dikenalkan oleh kedua temannya, yaitu Satrijo Wibowo dan Setijono Hadi. Kedua temannya itu mengajak Pierre untuk mengunjungi rumah Raden Chaimin dan dipertemukannlah dirinya dengan Rukmini.

Sejak pertemuan pertama itu, tumbuh benih-benih cinta diantara keduanya. 

Rukmini merupakan sosok gadis yang lemah lembut, pemalu, dan memiliki tutur kata yang sopan. Dirinya dikenal sebagai gadis yang shalehah dan rajin beribadah. Ia terlihat begitu polos namun sangat menarik.

Pierre yang dikenal dengan sosok yang sangat cuek pun menjadi luluh ketika mengenal Rukmini. Dirinya menjadi kerap datang menemui Rukmini.

Tibalah pada pertengahan tahun 1963, Pierre harus meninggalkan Medan dan melanjutkan pendidikannya di Bogor, hingga ditarik ke Jakarta untuk menjadi ajudan pribadi Jenderal A.H. Nasution. 

Walaupun terpisah jarak dan waktu, hubungan mereka masih tetap terjalin. Pierre dan Rukmini sering berkomunikasi intens dengan berkirim surat untuk sekadar melepas rindu yang mendalam.

 

Hubungan mereka sempat terhambat oleh restu orang tua Pierre akibat perbedaan keyakinan dari Pierre dan Rukmini.

Meskipun memiliki keyakinan yang berbeda, hubungan mereka tetap berjalan. Pierre juga telah menyanggupi syarat dari Rukmini yang hanya ingin melanjutkan hubungan dengan pria muslim.

Akhirnya pada Juli 1965, Kapten Pierre Tendean ditugaskan untuk mengawal Jenderal A.H Nasution beserta istrinya Johanna ke Medan untuk melakukan peninjauan.

Pierre mengambil kesempatan ini bukan hanya untuk menemui Rukmini, tetapi juga untuk melamar kekasihnya ini.

Lamaran Pierre diterima baik oleh kedua orang tua Rukmini dan disepakakti bahwa pernikahan akan digelar pada 21 November 1965.

Sayangnya takdir cinta mereka berkata lain.

Pierre Tendean gugur oleh pasukan Cakrabirawa yang hendak menangkap Jenderal A.H. Nasution. Ia diculik oleh gerombolan PKI karena dikira Jenderal A.H. Nasution dan dibunuh secara kejam bersama 6 Jenderal TNI Angkatan Darat. 

Tragedi itu terjadi pada 30 September 1965 di rumah A.H Nasution. Pierre dibunuh dan jasadnya dimasukkan ke dalam sumur Lubang Buaya bersama dengan 6 jenderal lainnya.

Jasad Pierre bersama 6 jenderal kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Jakarta Selatan, pada 5 Oktober 1965.

Meskipun Pierre Tendean dan Rukmini Chaimin tidak bisa bersatu dalam pernikahan, cinta keduanya tetap abadi dan sampai saat ini masih menjadi sejarah yang selalu dikenang.

Berita ini ditulis oleh wartawan magang: Maulida Najma Safitri

***

tags: #pki #g30s #pierre tendean #rukmini

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI