Kisah Nuaiman bin Amr, Sahabat Rasullulah SAW yang Masuk Surga dengan Cara Tertawa

Walaupun sudah ditegur berulang-ulang, ia tetap melakukan kebiasaan meminum khamr. Meski begitu, Rasullulah tetap menyayangi Nuaiman.

Rabu, 08 November 2023 | 14:19 WIB - Kisah
Penulis: - . Editor: Muyassaroh

SELAMA membaca kisah mengenai para sahabat Nabi Muhammad SAW, biasanya kita hanya mengenal nama-nama seperti Abu Bakar Ash-shidiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, dan Ali Bin bin Abi Thalib yang dikenal sebagai "Khulafaur Rasyidin" semasa hidupnya. Tak banyak yang mengetahui mengenai sosok Nuaiman bin Amr bin Rafaah, sahabat yang suka sekali bercanda hingga kerap membuat Rasulullah SAW tertawa.

Nuaiman merupakan sahabat yang setia dan berjasa dalam menyebarkan ajaran islam. Beberapa riwayat menyebutkan tentang sepak terjang dan partisipasinya dalam berbagai peristiwa sejarah Islam. 

BERITA TERKAIT:
Mengenal Harun Ar Rasyid, Khalifah Pembawa Kejayaan Peradaban Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah
Kisah Nuaiman bin Amr, Sahabat Rasullulah SAW yang Masuk Surga dengan Cara Tertawa
Puasa Sunnah di Bulan Muharam Tanggal Berapa Saja? Ini Penjelasannya
Sederet Amalan Sunnah Sebelum Salat Iduladha, Kerjakan Agar Dapat Pahala!
Hidupkan Malam Lailatul Qadar dengan Amalan-amalan Ini 

Ia dikenal sebab kecintaanya kepada Rasullah SAW dan Islam. Semasa hidupnya menurut berbagai riwayat, ia merupakan seorang pedagang dan pahlawan dalam peperangan islam. 

Di mata para sahabatnya, Nuaiman selain dikenal sebagai sosok yang baik dan suka menolong sesama, ia juga memiliki sifat yang kocak dan humoris. Sifat inilah yang sering membuat Nabi tertawa sehingga Nabi melarang para sahabat-sahabat lainnya untuk menyakiti hati Nuaiman

Menurut Rasullulah SAW, Nuaiman merupakan seorang mujahid sejati islam. Terlebih, ia sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya. Bahkan, Rasullulah SAW pernah bersabda: "Kalian jangan senang menghujat Nuaiman karena dia cinta kepada Allah dan Rasul-Nya."

Nuaiman dikenal sebagai mujahid dalam peristiwa ‘Ashabul Badr’ karena keterlibatannya bersama Rasullulah SAW dan para sahabat dalam perang badar. Semasa hidupnya, ia benyak melakukan hal-hal konyol dan jahil hingga membuat Rasullulah dan para sahabat lainnya terpingkal-pingkal, tidak kuat menahan tawa. 

Selain dikenal jenaka, Nuaiman juga dikenal sebagai seorang peminum khmar. Ia sering mendapatkan teguran dari Rasullulah SAW karena kebiasaan buruknya itu.

Namun ia selalu menganggap bahwa teguran yang diberikan kepadanya merupakan bentuk perhatian Rasullulah SAW kepada dirinya. Walaupun sudah ditegur berulang-ulang, ia tetap melakukan kebiasaan meminum khamr. Meski begitu, Rasullulah tetap menyayangi Nuaiman.

 

Pada waktu hari Nuaiman wafat, Rasullulah SAW sendiri yang mengkafani dan menurunkannya ke dalam tanah. Seusai pemakaman selesai dan para sahabat memberikan doa, Rasullulah SAW meminta para sahabatnya untuk pulang.

Namun, tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa, hingga disebutkan dalam satu riwayat bahkan jarang sekali Rasulullah SAW tertawa hingga gigi gerahamnya terlihat. Para sahabat heran dan bertanya-tanya dalam hati, "Ada apa Rasullulah tertawa di atas makan Nuaiman?"

Diceritakan, bahwa saat itu, Rasullulah SAW berdiri di atas kubur Nuaiman dan melihat malaikat Munkar dan Nakir menanyakan Nuaiman. Saat itu, Malaikat Munkar dan Nakir bertanya “Siapa Tuhanmu,?” Nuaiman menjawab “Allah adalah Tuhan ku.”

Lalu, Nuaiman ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir, “Apa kitabmu,?” Nuaiman menjawab “Al-Qur’an kitabku.” 

Lalu terakhir, malaikat Munkar dan Nakir bertanya kepada Nuaiman, “Siapa nabimu?” 

Nuaiman meminta kedua malaikat untuk mengulangi pertanyaan yang terakhir. Mendapatkan pertanyaan yang keras dari malaikat, Nuaiman menjawab, “Jangan terlalu keras bertanya siapa Nabi saya, karena beliau sedang mengintip dari atas.”

Setelah mendengarkan jawaban dari sahabatnya tersebut, Rasullulah SAW tetap bisa tersenyum meskipun keberadaanya telah tiada. Rasullulah bahkan bersabda, "Nuaiman akan masuk surga sambil tertawa karena dia suka membuatku tertawa."

Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah "Nuaiman bin Amr" adalah menganggap penting kehadiran seorang sahabat yang memiliki sifat jenaka dalam hidupnya. Sebab kehadiran mereka dapat memberikan efek positif meskipun diri kita sedang mengalami kesulitan atau kesedihan dalam menjalani kehidupan.

*Ditulis oleh wartawan magang KUASAKATACOM: Rahardian Haikal Rakhman
 

***

tags: #rasulullah saw #surga #bercanda #sahabat #nuaiman

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI