Kisah Heroik Muhammad Adan, Korban Erupsi Gunung Marapi yang Meninggal Usai Selamatkan Nyawa Pendaki Lain 

Dalam tangkapan layar tersebut, disebutkan bahwa saat erupsi terjadi, Adan sempat menelpon ibunya.

Sabtu, 09 Desember 2023 | 11:58 WIB - Kisah
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

SEBANYAK 23 pendaki menjadi korban erupsi Gunung Marapi, Agam, Sumatera Barat, yang terjadi pada Minggu (3/12). Salah satu korban yang menyita perhatian adalah Muhammad Adan yang meninggal dunia karena meminta temannya diselamatkan terlebih dahulu.

Muhammad Adan sendiri merupakan mahasiswa Universitas Islam Riau. Pria 21 tahun ini menjadi salah satu dari 75 pendaki di Gunung Marapi yang kala itu memuntahkan abu vulkanik hingga ketinggian 3000 meter.

BERITA TERKAIT:
Seorang Nelayan Hilang saat Melaut di Tambaklorok Semarang
Update Banjir di Demak, Tim SAR Semarang Evakuasi 1.220 Warga untuk Mengungsi
Tim SAR Semarang Evakuasi 325 Warga Demak yang Terjebak Banjir
Kisah Heroik Muhammad Adan, Korban Erupsi Gunung Marapi yang Meninggal Usai Selamatkan Nyawa Pendaki Lain 
Tercebur Sumur, Wanita di Sukoharjo Dievakuasi Selamat

Kisah heroik yang menceritakan sosok Adan ini ramai diperbincangkan usai tangkapan layar percakapan di WhatsApp beredar luas di media sosial. Dalam tangkapan layar tersebut, disebutkan bahwa saat erupsi terjadi, Adan sempat menelpon ibunya.

Ia mengabarkan bahwa dirinya sedang terkena musibah. Ia juga mengungkap kondisinya yang mengalami kehausan hingga kakinya patah.

 

"Bu Adan di sini kena musibah, Adan haus kali, kaki Adan satu putus, satu patah bu gabisa jalan Adan," ucap Adan, disampaikan oleh seseorang dalam tangkap layar pesan WhatsApp yang dibagikan akun X @sosmedkeras.

Kemudian, dalam tangkap layar itu juga dikisahkan bahwa Adan adalah orang pertama kali yang ditemui Tim SAR saat pencarian. Namun, ia menolak untuk dievakuasi pertama kali. 

"Adan itu orang pertama yang ditemukan, tapi waktu ditemukan Adan bilang gini ke Tim SAR ‘pak, selamatkan dulu cewenya, tolong bawa dulu cewek ni turun ke bawah, aku tunggu di sini, aku gapapa, aku masih kuat," tulis narasi pada tangkap layar itu.

Sayangnya, kondisi fisik Adan yang semakin melemah ditambah abu yang terus dihirupnya membuat tubuh pemuda tersebut semakin goyah. Terlebih, lokasi tempat Adan menunggu dengan tempat evakuasi memerlukan waktu temput 4 jam berjalan kaki. 

Saat Tim SAR kembali menjemputnya, Adan sudah tak bernyawa. Adapun, jenazah Adan ditemukan Tim SAR gabungan pada Senin, 4 Desember 2023 pukul 17.39 WIB.

Ia kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Kini, Adan sudah dimakamkan di Jalan Lintas Timur KM 20, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau Selasa, 5 Desember 2023.
 

***

tags: #tim sar #erupsi #heroik #gunung marapi #muhammad adan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI