Mengenal Harun Ar Rasyid, Khalifah Pembawa Kejayaan Peradaban Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah

Selasa, 26 Desember 2023 | 17:28 WIB - Kisah
Penulis: - . Editor: Muyassaroh

SELAMA ini kebanyakan orang hanya mengenal 4 nama khalifah, setelah wafatnya Rasullulah SAW, seperti Abu Bakar Assidiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Padahal, ada banyak khalifah yang memimpin kekuasaan Islam setelah kepergian mereka, salah satunya khalifah Harun Ar Rasyid.

Untuk diketahui, usai wafatnya Ali bin Abi Thalib sebagai khulafaur rasyidin terakhir, tampuk kekuasaan Islam masih dilanjutkan oleh dua dinasti besar, yakni Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah.

BERITA TERKAIT:
Mengenal Harun Ar Rasyid, Khalifah Pembawa Kejayaan Peradaban Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah

Dinasti Abbasiyah merupakan dinasti yang yang pernah berkuasa setelah runtuhnya dinasti Umayyah. Dinasti ini didirikan oleh Abul Abbas Al Saffah yang masih keturunan dari Rasullulah SAW dari garis pamannya dan berpusat di kota Bagdad, Irak. 

Bagdad dipilih sebagai pusat kekhalifahan karena di pusat kota ini segala ilmu pengetahuan dan kebudayaan berkembang dan maju. Belum ada satupun yang mampu menandingi luas daerah kekuasaanya, kekuatan pemerintahannya, serta kemajuan peradaban, dan kekayaan kebudayaan di kota tersebut. 

Saat dinasti ini berdiri, segala bentuk kebesaran dan keagungan ilmu pengetahuan dapat dinikmati pada waktu itu.

Pada periode pertama, dinasti ini meraih puncak kejayaannya sehingga mempunyai peradaban yang cukup panjang serta kedudukan yang tinggi, terutama pada saat kepemimpinan khalifah Harun Ar Rasyid

Sebelum menjadi pemimpin dinasti Abbasiyah, ia pernah diangkat menjadi gubernur selama 2 kali menjabat, di As Saifah (163 H/779 M) dan Maghribi (780 M).

 

Harun Ar Rasyid lahir pada bulan Februari 763 M di Rayy, Iran dari pasangan Al Mahdi bin Abu Ja’far al Mansyur dan Khaizuran. Sejak kecil hingga remaja, ia mendapatkan pendidikan agama maupun ilmu pemerintahan dari istana, terutama oleh ayahnya.

Selain itu, ia memperoleh didikan juga dari keluarga Barmak sehingga ia tumbuh menjadi seorang yang terpelajar, cerdas, fasih berbicara, dan berkepribadian yang kuat. Salah satu gurunya yang terkenal adalah Yahya bin Khalid. 

Harun Ar Rasyid berkuasa pada 786-809 M/170-194 H pada masa Dinasti Abbasiyah. Selama memimpin, ia melaksanakan dua tugas wajib yang telah ditentukan seperti menjadi imam shalat Jumat di Bagdad dan sekurang-kurangnya menjadi imam dalam peristiwa-peristiwa penting atau khusus. 

Ditambah ia mempunyai prinsip dan konsep kepemimpinan berupa, “Bani Abbasiyah adalah seorang pemimpin memperoleh hak memerintah dari Allah, bukan dari manusia karena itu penguasa hanya bertanggung jawab kepada Tuhan,”

Ia wafat pada saat menumpas pemberontakan di Khurasan, dia menderita penyakit dan terpaksa berhenti bersama rombongan di desa Sanabat di dekat Tus dan di tempat itu juga menghebuskan nafas terakhir. 

Harun Ar Rasid meninggal dunia di usia 46 tahun pada 4 Jumaditsani 193 H/809 M atau 24 Maret 809 M. Ia memimpin dinasti Abbasiyah kurang lebih selama 23 tahun 6 bulan, banyak sekali kemakmuran dan kejayaan selama kepemimpinannya. 

Amer Ali memberikan penghormatan dengan kata-kata sebagai berikut: ”Nilailah dia seperti yang Anda Sukai dalam ukuran Kritik sejarah,” 

Selain itu, ia disetarakan dengan raja dan petinggi kekuasaan terbesar di dunia dan namanya masuk dalam daftar orang-orang yang berpengaruh di dunia.

*Ditulis oleh wartawan magang KUASAKATACOM: Rahardian Haikal Rakhman
 

***

tags: #khalifah #harun ar rasyid #rasulullah saw #peradaban #islam

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI