Tangkapan layar podcast Deddy Corbuzier dan Azka

Tangkapan layar podcast Deddy Corbuzier dan Azka

Lima Alasan Mengapa Deddy Corbuzier Papa yang Baik

Azka boleh melakukan apapun, termasuk salah. Satu yang tak boleh, yakni bohong. Karena Deddy tak bisa membelanya jika sesuatu terjadi.

Kamis, 26 Agustus 2021 | 11:27 WIB - Persuasi
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

Cinta sejati antara Deddy Corbuzier dan Azka Corbuzier telah diketahui oleh khalayak. Keduanya rela mati untuk satu sama lain. Keberhasilan Deddy Corbuzier dalam mendidik anak pun nampak ketika Azka yang masih berusia 15 tahun itu telah dewasa secara pemikiran. Meski gagal di pernikahannya, yang notabene belum bisa menjadi suami idaman, toh Deddy adalah papa yang baik. Berikut ini adalah lima alasan mengapa YouTuber nomor 1 di Indonesia ini merupakan papa yang baik.

Akui Kesalahan

Deddy Corbuzier mengakui kesalahannya di depan Azka saat podcast yang tayang Selasa (24/8) lalu. Awalnya secara gamblang ia mengungkapkan rasa bangga pada anak semata wayangnya itu. 

BERITA TERKAIT:
Nyinyir Soal Santri Tutup Telinga, Deddy Corbuzier Minta Maaf
Ari Lasso Curhat ke Deddy Corbuzier Sakit Kanker Limfoma Stadium 2
dr Tirta: Ketua KPI Harus Mundur
Lima Alasan Mengapa Deddy Corbuzier Papa yang Baik
Membaca Kedewasaan Azka Corbuzier di Usia 15 Tahun
Cinta Sejati Deddy Corbuzier dan Azka
dr Gunawan, Tidak Hanya Cerdas Namun Juga Dermawan dan Bertanggung Jawab Pada Pasiennya

"Nggak pernah papa nggak bangga sama kamu. Walaupun kamu salah, walaupun kamu apa. Walaupun kamu ya namanya anak remaja, punya salah, papa bangga sama kamu," ucap Deddy. 

Lebih lanjut, ia menegaskan jika ia marah, itu semua untuk kebaikan Azka semata. Hingga kemudian ia mengakui pernah melakukan kesalahan sekali. Ia salah paham terhadap Azka.

"Kalau papa marah sama kamu pun juga kamu tahu kenapa papa marah sama kamu. Buat apa? Buat kamu. Nggak pernah papa marah buat sesuatu yang buat papa. Ya mungkin kadang papa pernah salah," ujarnya.

"Mungkin papa mikirnya begini, kamu salah, tapi ternyata pikiran kamu beda. Pernah papa gitu, sekali. Tapi selebihnya kalau papa marah sama kamu itu buat kamu," sambungnya.

Lebih lanjut, ia membeberkan kemarahannya mencuat jika Azka lupa makan. Sementara jika nilai sekolah anaknya jelek atau begadang padahal besok pagi sekolah, Deddy tak ambil pusing. 

Puji Terang-Terangan

Sebagai orang tua, apalagi pria, Deddy Corbuzier tak pernah ragu dan malu memuji. Di podcast tersebut, bahkan ia berkali-kali memuji dan menjelaskan alasan mengapa Azka adalah anak yang baik.

"Papa sayangnya sama kamu itu kenapa? Kamu itu anak yang baik, lho. Kamu itu luar biasa. Kamu itu penurut sama orang tua. Nggak semua anak kaya kamu. Kamu nggak pernah berbohong sama papa," jelasnya.

Namun ternyata mereka memang memiliki kesepakatan untuk tidak pernah berbohong satu sama lain. Mengapa? Supaya Deddy bisa membela Azka apabila terjadi apa-apa ke depannya. Begitu pula sebaliknya.

"Karena kalau kamu bohong, papa nggak bisa belain kamu nanti kalau suatu saat karena papa nggak tahu."

Tak Ragu Ucapkan Kata Cinta

Di podcast yang hanya 34 menit sekian itu, tak terhitung berapa kali Deddy mengucapkan kata sayang untuk Azka. Ia tak ragu mengungkapkan betapa dirinya mencintai buah hatinya.

 

"You know I love you. Kamu tahu papa sayang banget sama kamu."

"Kalau kamu sakit juga papa stres banget. Kalau ada apa-apa, papa lebih baik papa mati dibanding kamu."

Persiapkan Bekal Anak di Masa Depan 

Rupanya, Deddy Corbuzier telah menyiapkan semuanya untuk masa depan Azka. Harapannya, jika suatu saat ia dipanggil Tuhan, Azka bisa bertahan hidup dengan baik. Hal itu pun ia jelaskan semuanya saat Azka menemaninya di rumah sakit. Ketia ia kritis dan tak tahu bisa melanjutkan hidup atau tidak. 

"Sudah papa jelaskan kan, nanti kalau papa meninggal, kamu ikut siapa, ngapain aja, gimana cara ngurusin semuanya," katanya.

Ia menekankan telah mempersiapkan tabungan dan saham yang cukup untuk hidup dan biaya pendidikan Azka. Termasuk mengenalkan anaknya itu ke teman-temannya.

Beri Contoh, Bukan Perintah

Deddy Corbuzier mengajari Azka dengan memberi contoh, bukan sekadar perintah.

Setiap minggu ia membantu orang entah yang dikenal atau tidak. Ia pun selalu memotivasi anak untuk selalu membantu. Meski ia menekankan tak semua orang bisa kita bantu, karena kalau kita bantu semua, kita celaka.  

Bahkan Azka pun mengaku heran bagaimana bisa papanya membantu orang bahkan yang tak ia kenal.

"Kita itu harus kaya lilin. Lilin itu bisa nyalain lilin yang lain. Tapi lilin ini nggak mati. Salah kalau nyalain lilin lain lilin ini mati itu salah," katanya.

Artinya kalau nolong orang, kita juga harus memikirkan diri sendiri juga. Menurutnya, pintar itu bukan hanya bisa ngerjain matematika. Pintar itu bukan hanya di sekolah. Pintar itu kalau kamu bisa bermanfaat bagi orang lain suatu saat. 

"Pintar itu bukan edukasi. Pintar itu dari hati," katanya.


tags: #deddy corbuzier #azka #papa yang baik

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI