Tangkapan layar seorang pria buang sesajen. Foto: Istimewa.

Tangkapan layar seorang pria buang sesajen. Foto: Istimewa.


Penjelasan KH Ma’ruf Khozin

Sempat Viral, Ini Hukum Sesajen dalam Islam

KH Ma'ruf Khozin tetap menekankan lebih baik makanan itu disedekahkan, dimakan bersama.

Rabu, 12 Januari 2022 | 06:29 WIB - Persuasi
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

Seorang pria menendang sesajen di Gunung Semeru belakangan ini viral di media sosial. Dalam video tersebut, pelaku mengatakan bahwa sesajen itu yang mengundang murka Allah SWT. Tindakan pria tersebut sontak menjadi sorotan banyak pihak. Tak sedikit masyarakat menilai tindakan tersebut sebagai tindakan tak menghargai perbedaan.

Padahal, sesajen itu diletakan oleh warga Prononjiwo sebagai bentuk tolak balak yang sebelumnya mereka telah melakukan doa bersama dengan membaca yasin dan tahlil sebagaimana yang dilakukan Muslim pada umunya.

Menanggapi hal itu, KH Ma’ruf Khozin selaku Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur menjelaskan terkait hukum sesajen dalam Islam. Berdasarkan hasil Bahtsul Masail di PWNU yang berkaitan dengan tradisi, baik seperti bersih-bersih kampung, larung laut, nyadran, dan sebagainya. Para musyawirin selalu memberi perincian dari kitab Fathul Muin yang bersumber dari kitab Tuhfah Ibnu Hajar:

BERITA TERKAIT:
Sempat Viral, Ini Hukum Sesajen dalam Islam
Wisata ke Borobudur Disebut Haram, Ini Kata Balai Konservasi

“Barangsiapa menyembelih hewan (atau makanan) sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah untuk menghindari petaka dari Jin, maka tidak haram. Jika bertujuan untuk Jin (bukan karena Allah), maka haram. Sebab sembelihannya menjadi bangkai. Bahkan jika bertujuan mendekatkan diri dan ibadah kepada Jin, maka ia telah berbuat kufur.” (Syekh Abu Bakar Syatha, Ianat ath-Thalibin, 2/397) dilansir dari NU Online, Selasa (11/1/2022).

 

“Saya yakin kiai tadi saat menyembelih ayam tetap membaca Bismillah, bukan ‘sesembahan’ yang ada di gunung, karena yang melakukan memang jelas-jelas Islam,” tutur KH Ma’ruf Khozin yang juga menjabat Ketua Aswaja NU Center Jawa Timur.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jika sesajen itu diniatkan supaya dimakan oleh burung atau hewan apapun yang ada di sekitar Semeru, hal tersebut jutsru tidak apa-apa. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ar-Ramli:

“Apa yang terjadi saat ini dengan melempar roti ke laut untuk binatang laut dan ikan adalah tidak haram meskipun memiliki harga sebab hal itu termasuk sedekah kepada hewan.” (Nihayatul Muhtaj, 7/367).

Pengasuh Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I Suramadu itu tetap menekankan lebih baik makanan itu disedekahkan, dimakan bersama.


tags: #haram #menendang sesajen #hukum sesajen dalam islam #berbuat kufur

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI